Waspada
Waspada » TPL Jalin Kemitraan Dengan Masyarakat Adat
Sumut

TPL Jalin Kemitraan Dengan Masyarakat Adat

 

DOLOKSANGGUL (Waspada):  Sebagai bentuk perhatian aspek sosial dan ekonomi masyarakat  khususnya di wilayah operasional, PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) jalin kermitraan dengan masyarakat adat. Hal itu disampaikan Direktur TPL, Jandres Silalahi melalui Manager Corporate Comunitation (Corcom) Media Relation, Norma Hutajulu kepada Waspada.id di Doloksanggul, Senin (19/7).

Katanya, dalam program kerjasama kemitraan tadi, pihaknya bersama dengan pemerintah dan tokoh masyarakat telah berhasil melakukan penyelesaian klaim 10 lahan yang didaftarkan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Saat ini, sembilan dari klaim tersebut, terjalin program kemitraan baik. Dalam program kemitraan itu dilakukan penanaman tanaman kehidupan tumpang sari (intercrop), dan kemenyan. Jenis tanaman kehidupan yang dilakukan melalui program ini terdapat kopi, aren, jeruk lemon, kayu manis, jeruk nipis, asam gelugur, jengkol, petai dan durian. Sedangkan tanaman intercrop yang telah dilakukan diantaranya jagung, jahe dan cabai.

Dijelaskan, melalui program kemitraan ini, juga dilakukan penyusunan rencana program yang disepakati bersama oleh masyarakat dan pihak perusahaan. Hal itu diketahui aparatur pemerintah yang dituangkan dalam bentuk rencana jangka panjang dan jangka pendek.

Dukungan perusahaan dilakukan melalui pemberian administrasi pelaksanaan kegiatan kerjasama kemitraan kehutanan, persiapan lahan untuk usaha kemitraan di blok tanaman kehidupan berupa tanaman pertanian dan Multi Purpose Trees Species (MPTS).

Penyediaan herbisida serta dana tenaga kerja dalam persiapan lahan. Pemberian pupuk dasar, bibit, pestisida dan memfasilitasi bimbingan teknis (bimtek) penanaman, pemeliharaan hingga pemanenan dalam pelaksanaan tanaman pertanian dan MPTS.

Melakukan pengamanan pada areal kemitraan dan sekitar areal kemitraan melalui pengawasan, monitoring, dan evaluasi di dalam kegiatan kerjasama kemitraan kehutanan, memberikan akses pada masyarakat di lokasi blok tanaman kehidupan dalam pengelolaan dan pemanfaatan HHBK, menjaga fungsi hutan secara lestari.

“Masyarakat sebagai penerima manfaat, akan menerima segala manfaat yang ditimbulkan dari kerjasama ini baik secara langsung dan tidak langsung melalui skema bagi hasil,” ujarnya.

Hingga sekarang, lanjut Norma, pendekatan kemitraan melalui Program Perhutanan Sosial yang dilakukan TPL sejak 2018 telah dilakukan dengan satu gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan 8 kelompok tani hutan (KTH) masyarakat adat yang tersebar di  tiga kabupaten dari 12 kabupaten/kota tempat TPL beroperasi.

Tercatat, per Juni 2021, kemitraan ini telah mengerjakan bersama penanaman terbanyak pada 17.776 bibit kopi, 11.200 bibit kemenyan, 3.394 bibit kayu manis, 1.917 bibit alpukat, 1.884 bibit aren, dan lainnya untuk jeruk nipis, jeruk lemon,  jengkol dan petai.

Total luasan lahan yang dikerjakan dalam kemitraan ini kini mencapai 64,3 Ha, diikuti oleh 483 anggota Gapoktan dan KTH masyarakat adat yang tergabung dalam dalam program kemitraan ini, dimana seluruh aktivitas ini berada dalam pengawasan dan pelaporan berkala kepada KLHK.

“Pendekatan kemitraan ini merupakan program peningkatan kesejahteraan masyarakat yang sesuai dengan peraturan kehutanan dan memberi manfaat yang berkelanjutan untuk masyarakat, pemerintah setempat maupun negara,” pungkasnya. (cas)

Ket Foto: Penanaman tanaman kehidupan oleh PT. Toba Pulp Lestari, Tbk bersama KTH di Kab. Humbahas. Waspada/Ist

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2