Waspada
Waspada » Tolak UU Ciptaker, Ketua DPRD Binjai Tinggalkan Pendemo
Headlines Sumut

Tolak UU Ciptaker, Ketua DPRD Binjai Tinggalkan Pendemo

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Mahasiswa Kota Binjai turun ke jalan dan melakukan demo di gedung dewan. Tolak UU Ciptaker, Ketua DPRD Binjai tinggalkan pendemo. Waspada/Ria Hamdani
Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Mahasiswa Kota Binjai turun ke jalan dan melakukan demo di gedung dewan. Tolak UU Ciptaker, Ketua DPRD Binjai tinggalkan pendemo. Waspada/Ria Hamdani

BINJAI (Waspada): Gelombang aksi unjuk rasa menolak Undang Undangan Cipta Kerja (UU Ciptaker) masih berlanjut. Di Binjai, Ketua DPRD tinggalkan pendemo.

Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Mahasiswa Kota Binjai turun ke jalan dan melakukan demo di gedung sementara DPRD, Jalan T Amir Hamzah, Binjai Utara, Senin (12/10).

Aksi ratusan masa itu dikawal ketat petugas kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP). Di saat aksi berlangsung, sejumlah anak-anak berusaha bergabung dan dihalau oleh petugas.

Ratusan massa meminta kehadiran Ketua DPRD Binjai di tengah-tengah aksi. Hanya saja, perwakilan dewan yang sudah menemui masa mengakui, bahwa Ketua DPRD Binjai dalam kondisi sakit.

Tak lama berselang, Ketua DPRD Binjai tiba di lokasi aksi dan ratusan masa langsung masuk ke halaman gedung dewan. Dengan tertib, massa duduk di halaman gedung dewan sembari menunggu kedatangan Ketua DPRD Binjai yang baru sampai.

Ketika Ketua DPRD Binjai Noor Sri Syah Alam Putra berada di tengah-tengah massa, koordinator aksi Ade Rinaldi Tanjung langsung meminta, agar unsur pimpinan DPRD Binjai menandatangani pernyataan penolakan UU Ciptakerja yang mereka bawa.

Hanya saja, Kires, sapaan Ketua DPRD Binjai, mengatakan, permintaan itu harus dibahas terlebih dahulu oleh semua anggota dewan. “Kalau demo sebelumnya yang tandatangani pernyataan itu anggota fraksi. Kalau sudah bawa lembaga, harus dirapatkan terlebih dahulu, karena harus ditandatangani oleh unsur pimpinan dewan,” terang Kires.

Perdebatan akhirnya terjadi, Kires yang awalnya mengaku reaktif Covid-19 dan harus isolasi mandiri, memilih untuk meninggalkan ratusan massa, sehingga masa berdebat dengan sejumlah anggota dewan lainnya.

Perdebatan terus terjadi hingga masuk waktu Shalat Dzuhur, massa pun menghentikan aksi dan memilih untuk melaksanakan shalat berjamaah.

Dari aksi itu, ratusan massa menyatakan penolakan atas UU Ciptaker, massa juga menegaskan akan tetap melakukan aksi sampai DRPD Binjai ikut menolak UU Ciptaker.

Selain itu, massa meminta DPRD Binjai mendesak DPR RI untuk mencabut UU Ciptaker, dan meminta presiden untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) guna membatalkan UU Ciptaker atau mengubah pasal yang bermasalah.

Sementara, para anggota DPRD Binjai berjanji akan menyampaikan permintaan massa ke DPR RI. Karena menurut mereka, DPRD tidak mengesahkan undang-undang, melainkan sebatas peraturan daerah (Perda). (a34/a03)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2