Waspada
Waspada » Tobasa Zona Kuning, Gugus Tugas Mulai Bahas Penerapan New Normal
Headlines Sumut

Tobasa Zona Kuning, Gugus Tugas Mulai Bahas Penerapan New Normal

Tobasa Zona Kuning
Konferensi Pers Gugus Tugas COVID-19. (Waspada/Ramsiana Gultom)

TOBA (Waspada) : Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Toba sekaligus Kadis Kominfo, Lalo Simanjuntak didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan, Siti NuryaSirait, M.Kes  mengatakan Status Kabupaten Toba berada pada Zona Kuning. Pihaknyapun mulai membahas penerapan New Normal di Kabupaten Toba.

“Hingga hari Selasa, status Kabupaten Toba berada pada Zona Kuning. Hal ini ditandai dengan terkonfirmasinya 1 orang warga Balige inisial YS dan 1 orang petugas medis inisial PS positif COVID-19. Namun keduanya dinyatakan sudah sembuh berdasarkan hasil swab terakhir, sehingga per hari ini, status positif COVID-19 di Kabupaten Toba nihil,” demikian disampaikan Lalo Simanjuntak pada saat konferensi Pers di Posko Gugus Tugas halaman Kantor Bupati Toba, Selasa (26/5) sekira pukul 15.30 WIB.

Selain dua orang yang dinyatakan sembuh COVID-19, kini hanya ada dua warga Toba yang bestatus PDP. Keduanya saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Murni Teguh Medan.

Dengan mempertimbangkan perkembangan COVID-19 secara Nasional dan Provinsi, Pemkab Toba akan menerapkan New Normal. Namun sebelumnya Gugus Tugas sedang melakukan pembahasan bagaimana proses penerapan New Normal agar dapat diberlakukan di Kabupaten Toba.

“Tadi pagi sudah mulai kita bahas, sebelum memberlakukan New Normal maka kesadaran warga dan semua pihak dengan tetap menerapkan protokol kesehatan harus terus disosialisasikan. Penerapan New Normal juga harus mengacu pada perkembangan COVID-19 secara Nasional dan Provinsi,” ujar Lalo.

Hal hal penting menyangkut pemberlakuan New Normal antar lain jadwal masuk sekolah, pembukaan fasilitas umum dan periwisata serta penerapan protokoler kesehatan di semua lini termasuk di lingkungan pendidikan.

“Bagaimana prosesnya nanti belum kita tau pasti, terkhusus di dunia pendidikan, apakah masa belajar di rumah masih harus kita perpanjang, atau jam belajar yang dibagi menjadi dua shift guna menjaga jarak, hingga kini belum bisa kita pastikan sampai prosedur penerapannya bisa rampung dan selesai dibahas” pungkas Lalo. (a36)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2