Waspada
Waspada » TKA Asal China Diisolasi Di Kawasan Desa Kandibata
Sumut

TKA Asal China Diisolasi Di Kawasan Desa Kandibata

Tim Kesehatan Kabupaten Karo dipimpin drg. Irna Sembiring Meliala M.Kes sedang memonitoring jalannya pemeriksaan kesehatan terhadap tenaga kerja asing (TKA) di kawasan Desa Kandibata.Waspada/Panitra Nedy
Tim Kesehatan Kabupaten Karo dipimpin drg. Irna Sembiring Meliala M.Kes sedang memonitoring jalannya pemeriksaan kesehatan terhadap tenaga kerja asing (TKA) di kawasan Desa Kandibata.Waspada/Panitra Nedy

TANAH KARO (Waspada): Tiga orang tenaga kerja asing (TKA) warganegara China diisolasi di sebuah bangunan di sekitar tempatnya bekerja di kawasan Desa Kandibata Kec. Kabanjahe, Kab. Karo.

Mereka diisolasi karena baru datang dari sebuah tempat di daratan China.

Mereka bekerja di PT. AHE yang bergerak dalam pembangkit listrik tenaga mikcro hidro.

Hal ini diungkapkan Kadis Kesehatan Kab. Karo drg. Irna Sembiring Meliala M.Kes kepada Waspada, Kamis (6/2) usai melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap orang asing itu.

Sebelumnya kata Irna, Dinas Kesehatan Kabupaten Karo mendapat laporan bahwa ada lima orang TKA dari Sensui (dataran China) yang akan bekerja di PT. AHE.

Berdasarkan surat edaran yang menyatakan setiap TKA yang baru datang dari daerah terinfeksi virus Corona maka Dinas Kesehatan wajib memantau kesehatan mereka selama dua minggu masa inkubasi.

“Mereka kita minta untuk tetap di ruang isolasi dan tidak kontak dengan orang lain dan tiap hari pula akan kita pantau demamnya”, kata Irna Sembiring.

Salah satu bangunan di kawasan PT AHE diduga sebagai ruang isolasi terhadap lima tenaga kerja asing (TKA) asal China.Waspada/Panitra Nedy
Salah satu bangunan di kawasan PT AHE diduga sebagai ruang isolasi terhadap lima tenaga kerja asing (TKA) asal China.Waspada/Panitra Nedy

Untuk sampai di Tanah Karo, kata drg. Irna, mereka harus melewati dua airport dan hal itu sudah terjadi. Artinya, keamanan mereka sudah diskrining. Tapi kesehataan mereka tetap dilimpahkan juga ke kita, siapa tahu kesehatannya bermasalah selama di sini dalam waktu pantauan.

Kita akan pantau kesehatan mereka hingga tanggal 13 Pebruari 2020, sebab mereka datang tanggal 31 Januari 2020. Setelah itu baru bisa mereka berbaur dengan teman-temannya, papar Kadis.

Hasil pemeriksaan suhu tubuh mereka, rata-rata 36,4 derajat selsius (suhu tubuh normal). Mereka yang datang ini sudah dibekali, punya pengukur tubuh sendiri dan punya desinfektan sendiri. Mereka koperatif dalam pemeriksaan, jelasnya.

Sebenarnya, dengan hasil pemeriksaan kesehatan dan perlengkapan diri itu, mereka sudah layak keluar. Tapi di sini, kita wajib mengisolasi mereka sampai waktu yang ditentukan, jelas Kadis Kesehatan Karo.

Disinggung tentang pemantauan kesehatan TKA di perusahaan lain di Karo, Irna Sembiring menyebutkan, untuk pengawasan kesehatan TKA di perusahaan PT. WEP di Desa Rih Tengah Kec. Kuta Buluh juga sedang dijajaki.

Jika ada TKA yang baru datang, terutama dari daerah yang terinfeksi virus Corona akan diperiksa, jelasnya.

“Pihak kita sedang menjajaki keberadaan tenaga kerja asing yang baru datang ke PT. WEP sebagai tenaga kerja terutama dari daerah terinfeksi”, sebutnya.

Pendataan Tenaga Kerja Asing

Sekaitan masuknya TKA yang diperkerjakan sejumlah perusahaan di Karo, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Koperasi dan UKM Kab. Karo Ir. Adison Sebayang, MM didampingi Kabid Ketenagakerjaan Falentina Sembiring, ST menyebutkan, telah mendata jumlah TKA dari negara Korea, Singapura dan China.

Sejauh ini ada 7 orang TKA yang telah terdaftar. Empat orang dari Korea, dua orang dari Singapura dan satu orang dari China.

Terhadap tenaga kerja asal China yang berada di bawah naungan PT. AHE di Kandibata kata Ir. Adison Sebayang, kita sudah meminta pihak perusahaan untuk segera mendaftarkan jumlah TKA yang digunakannya ke Dinas Ketenagakerjaan Koperasi dan UKM Karo.

Menjawab Waspada tentang pemanfaatan tenaga asing di sejumlah perusahaan di Karo, pihaknya akan mulai menginventarisir data-data berikut jumlah TKA dan meminta perusahaan agar segera mendaftarakannya sebelum pihaknya mendatangi perusahaan itu, tegas Adison. (cpn)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2