Waspada
Waspada » Tinggal Berdempetan Dengan Kandang Kambing
Sumut

Tinggal Berdempetan Dengan Kandang Kambing

Kondisi rumah Rusli dempet dengan kandang kambing dan sangat tak layak huni. (Waspada/Ria Hamdani)

 

LANGKAT (Waspada): Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Begitulah kutipan Undang-Undang Dasar 1945 yang tertuang dalam Pasal 34 ayat 1.

Namun sayang, undang-undang itu seakan jauh panggang dari api. Pasalnya, kehidupan fakir miskin masih didapati tanpa sentuhan pemerintah, baik dari pusat maupun daerah.

Seperti Rusli, 49, masyarakat tergolong fakir miskin yang tinggal di Dusun Ara Tunggal, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat.

Kehidupan Rusli dan istrinya terlalu jauh dari kata layak. Mereka hanya tinggal di sebuah gubuk yang berukuran sekitar 3×3 meter. Gubuk terbuat dari tepas dan beratapkan seng bekas.

Lantai gubuk juga masih tanah tanpa sedikitpun semen. Di dalam rumah, hanya ada satu tempat tidur yang menyatu dengan dapur.

Peralatan rumah tangga seperti cangkir, piring, dan lainnya, tampak bertumpuk di samping tempat tidur sederhana itu.

Bahkan, gubuk itu langsung dempet dengan kandang kambing yang dipelihara oleh Rusli. Di dalam kandang, terlihat ada 7 ekor kambing, 3 diantaranya masih anakan.

Di rumah yang jauh dari kata layak huni itu, Rusli menerangkan, sebelumnya ia tinggal bersama istri pertama di Pondok VIII, Salapian Langkat.

Setelah istrinya meninggal dunia, akhirnya Rusli menikah dan memilih tinggal di gubuk tersebut.

“Saya tinggal di gubuk ini sudah dua tahun. Kalau sama istri pertama dulu tinggal di tempat orang tuanya (mertua),” kata Rusli.

Dari pernikahannya, Rusli mengakui tidak memiliki anak. Baik dengan istri pertama maupun istri kedua. “Di rumah ini saya tinggal berdua sama istri,” ujar Rusli sambil memegang karung.

Rusli mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia dan istrinya mencari barang bekas. “Hasilnya cuma cukup untuk makan hari-hari,” ungkapnya.

Sementara kambing yang dipelihara, menurut Rusli milik orang lain dengan sistem bagi hasil.

“Kambing itu punya orang, saya cuma merawat saja. Keuntungan dari bagi hasil,” terang Rusli.

Rusli membeberkan, tempat tinggalnya itu juga menumpang di atas tanah kakaknya. “Kami ada 5 bersaudara. Tiga sudah meninggal, jadi saya tinggal berdua sama kakak. Tanah yang saya pakai ini pun punya kakak saya, saya numpang di sini,” tuturnya.

Rusli yang mengaku mengidap penyakit lever ini berharap, agar pemerintah memberikan bantuan. Sehingga dirinya dapat bangkit dari kondisi saat ini. “Mudah-mudahan ada bantuan yang bisa saya terima,” harapnya. (a34)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2