LABUHANRUKU (Waspada): Massa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Pusat Aspirasi Pemuda Mahasiswa (DPD Aspara) Sumut melakukan aksi demo di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Batubara di Jl Imam Bonjol Labuhanruku, Senin (29/7).
Mereka menuntut ketegasan Kepala BKD (saat ini BKPSDM) untuk memberikan sanksi kode etik kepada oknum ASN di Batubara berinisial AC yang terlibat politik praktis mendukung dan memakai alat peraga berupa baju yang bergambarkan salah satu balon Cagubsu dalam satu kegiatan.
“Di sini oknum ASN, AC, ikut serta, tentunya melanggar Pasal 2 UU No. 5 Tahun 2014 dan SKB No:2 Tahun 2002. Ini bentuk melawan hukum yang disengaja,” sebut koordinator aksi dan koordinator lapangan Dandi Andika dan Sahri Fauzi dalam pernyataan sikapnya di sela-sela aksi.
Mereka mendesak dan meninta Pj Bupati Batubara untuk segera memberikan sanksi kepada oknum ASN yang terlibat politik praktis, jika tidak, Plt BKD harusnya mengundurkan diri dan meminta mencopot.

Sebab mereka mempunyai bukti oknum ASN tersebut ikut terlibat dalam politik praktis salah satu bakal calon Gubernur Sumut. ” Oknum AC terang-terangan ikut terlibat mendukung menggunakan baju atribut calon dimaksud,” katanya lagi.
Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Batubara Muhammad Aldi Ramadhan mengatakan bahwa hal itu belum dapat dikatakan pelanggaran sebab balon KDH itu setelah mendaftar dan diterima KPU. “Jika belum mendaftar, siapa yang terlibat belum dikatakan pelanggaran kode etik,” ujarnya dan mengatakan pendemo untuk langsung melaporkan ke Bawaslu maupun ke BKN jika ada ASN terlibat politik praktis.
Berkaitan ini Aldi mengimbau ASN di Batubara, menjelang pesta demoktasi 2024 agar tidak terlibat politik praktis dalam upaya mematuhi kode etik.(a.18)