Waspada
Waspada » Tim Terpadu Razia Daging Celeng Dan Sapi
Sumut

Tim Terpadu Razia Daging Celeng Dan Sapi

Tim Operasi Patuh Karantina memeriksa kendaraan yang diduga membawa penyakit hewan karantina (HPHK) serta organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).

TANJUNGBALAI (Waspada) : Tim terpadu dari Karantina Pertanian Tanjungbalai Asahan, Polres Asahan, dan Kodim 0208/AS melakukan Operasi Patuh Karantina dengan memeriksa kendaraan yang membawa hewan, daging, dan tumbuhan di Jalinsum Simpang Empat Kab Asahan.

Kepala Karantina Pertanian Tanjungbalai Asahan, drh Bukhari Minggu (2/8) menjelaskan, Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan merupakan dua daerah berbatasan langsung dengan Negara Malaysia.

Hal itu membuat TBA menjadi jalur lalulintas barang ilegal yang menggiurkan bagi para penyelundup.

Di sisi lain, Jalan Lintas Sumatera yang membelah Kab Asahan, infrastruktur pendukung kegiatan para mafia sehingga berpotensi tinggi menjadi lalulintas penyebaran penyakit hewan dan tumbuhan.

Untuk itu kata Bukhari, perlu dilakukan pemeriksaan setiap angkutan pembawa barang-barang yang dapat menyebarkan penyakit hewan. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap satwa liar baik yang dilindungi ataupun tidak, daging babi hutan (celeng), lalulintas ternak sapi, serta hewan pembawa rabies (HPR).

Tim juga memeriksa kendaraan bermuatan tumbuhan dilindungi, dan produk turunannya yang digunakan sebagai bahan narkotika, psikotropika, dan zat aditif (Napza), bawang merah, serta komoditas pertanian lainnya yang rawan diselundupkan.

“Menjelang Hari Idul Adha, lalu lintas hewan kurban seperti sapi dan kambing meningkat, harus dipastikan kesehatan maupun keamanan hewan ternak yang dibawa,” ujar Bukhari.

Selain razia, Operasi Patuh ini juga diikuti sosialiasi bahaya hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) serta organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) jika masuk ke Indonesia.

Sosialisasi itu pula mengedukasi masyarakat bahwa Karantina Pertanian itu mendukung kesejahteraan petani dengan mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit bagi hewan maupun organisme pengganggu tumbuhan karantina di Provinsi Sumatera Utara.

Sementara, Kapolsek Simpang kawat, AKP Cahyadi berharap kegiatan serupa dapat dilakukan lebih intensif dengan sinergisitas Polres Asahan, Kodim 0208 Asahan, dan Karantina Pertanian Tanjungbalai Asahan.

Hal itu demi melindungi rakyat Indonesia dari penyakit baik yang dibawa oleh hewan maupun tumbuhan.

Berdasarkan catatan tindakan penahanan, penolakan, dan pemusnahan (3P) pada semester I/2020 kata Bukhari, terjadi sebanyak 164 kali dengan rincian penegahan bidang Karantina Hewan 35 kasus dan bidang Karantina Tumbuhan 129 kasus. (A22/A21)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2