Waspada
Waspada » Tim Gugus Konsentrasi Tangani COVID-19 Di Pusat Pasar
Sumut

Tim Gugus Konsentrasi Tangani COVID-19 Di Pusat Pasar

Waspada/Panitra Nedy Aktivitas masyarakat di Pusat Pasar Berastagi yang tidak menjaga jarak, bahkan banyak diantaranya tidak gunakan masker

TANAH KARO (Waspada): Tim gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kabupaten Karo untuk saat ini diharapkan fokus terhadap aktivitas penduduk di Pusat Pasar Kabanjahe dan Berastagi maupun di sejumlah pajak sayur-mayur, karena di sana tidak berlaku pengaturan jaga jarak satu meter.

Pasalnya, warga yang beraktivitas di sana, tidak hanya berasal dari pedesaan sekitar, tetapi berasal dari daerah terpapar COVID-19.

Pantauan Waspada Minggu (3/5) di Pusat Pasar Berastagi dan Kabanjahe, ikan basah dan ikan asin (kering) yang dijual berasal dari daerah yang terpapar COVID-19.

Begitupula ayam potong, ayam petelor, buah-buahan, sayuran, pakaian serta aksesoris dapur yang dijajakan langsung di Pusat Pasar.

Sayur daun ubi, buah pisang, buah jambu dan buah pepaya, berasal dari Deliserdang (daerah yang terpapar COVID-19).

Kendatipun, sejauh ini belum ada warganya yang positif terjangkit COVID-19, tetapi bukan tidak mungkin COVID-19, sudah mendekat dan akan menjangkit ke warga Karo.

Soalnya, armada pengangkut barang-barang yang diperjual-belikan di kedua Pusat Pasar ini, tidak lagi disemprot saat memasuki wilayah Kabupaten Karo seperti bulan lalu.

Salah satu sopir pengangkut ikan basah dari Belawan mengaku bernama Ucok 36 kepada Waspada, kendaraan yang dikemudikannya dari Medan pernah di semprot disinfektan di Desa Doulu, satu kali.

Sejak saat itu, mobilnya tidak pernah lagi disemprot dan ikan ka yang dijual ke Berastagi, tidak boleh berhenti. Menurutnya, walaupun mobil tidak efektif sebagai media penyebar virus Corona, tetapi penyemprotan perlu dilakukan disetiap mobil melintas.

Senada disebutkan Rencana Sebayang 48 warga Kabanjahe katanya, pemerintah perlu melakukan penyemprotan disinfektan terhadap fasilitas tempat berdagang di Kabanjahe dan Berastagi agar masyarakatnya merasa nyaman saat pergi berbelanja ke pasar membeli kebutuhan pangan, sebutnya.

Membatasi ruang penyebaran COVID-19 agar tidak menjangkit masyarakat, perlu aksi penyemprotan, pembagian masker dan pembagian sarung tangan kepada mereka yang beraktivitas di Pusat Pasar.

Potensi penyebaran COVID-19 terhadap keluarga maupun anak-anak yang tinggal di rumah cukup besar melalui orang tua maupun pembantu rumah tangga yang berbelanja ke pasar membeli kebutuhan dapur.

Sepantasnyalah Pemerintah Daerah membagikan sarung tangan maupun masker kepada warga yang beraktivitas di Pusat Pasar untuk membatasi kontak langsung, sebab wadah tempat cuci tangan di Pusat Pasar jumlahnya terbatas.

Demikian halnya dengn aktivitas di pajak sayur-mayur dan buah di pajak tradisional. Warga yang beraktivitas di daerah ini juga hampir berasal dari seluruh penjuru daerah terpapar COVID-19.

Aktivitas warga di ke dua objek ini tidak bisa dihentikan, kendatipun potensi penyebaran COVID-19 cukup besar di sana. Namun jika pencegahan dan penanggulangan penyebaran dapat dilakukan secara maksimal, warga tetap selamat dari bahaya ancaman virus mematikan ini.

Thomas Sembiring 42 yang mengaku warga Kec. Tiga Panah meminta Pemda Karo untuk melakukan penyemprotan disinfektan di areal pajak sayur-mayur, terutama terhadap kendaraan yang berasal di Medan yang akan mengangkat hasil pertanian dari Karo.

Masker dan sarung tangan perlu dibagikan kepada pedagang secara geratis dan rutin agar COVID-19 tidak mewabah disana, jelasnya.(a06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2