Waspada
Waspada » Tiga Tersangka Korupsi Proyek Ditahan Kejatisu
Sumut

Tiga Tersangka Korupsi Proyek Ditahan Kejatisu

KASI Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian.

 

DOLOKSANGGUL (Waspada): Diduga merugikan negara Rp 1.170.021.081,94, tiga orang tersangka pekerjaan proyek peningkatan jalan pada Dinas PUPR Kab. Humbang Hasundutan (Humbahas) ditahan tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) Kamis (4/3) petang, dalam kasus tindak pidana korupsi.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melalui Kasi Penkum, Sumanggar Siagian kepada Waspada.id melalui sambungan selulernya, Jumat (5/3) mengatakan, ketiga tersangka tersebut adalah DS, 51, direktur perusahaan, SLP, 46 ketua Pokja ULP dan PS, 45 pejabat pembuat komitmen (PPK).

Dijelaskan, penahanan terhadap tiga tersangka itu,  karena yang bersangkutan berada jauh dari ibu kota Provinsi atau Kantor Kejatisu.

Sehingga untuk mempermudah proses penyidikan, maka ketiga tersangka ditahan sebelum dilimpahkan ke penuntut umum.

Katanya, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain dalam kasus ini. Pihak penyidik masih terus melakukan pemeriksaan sebelum berkas tersangka dinyatakan P21.

Dia menguraikan, selama tahap penyidikan, ketiganya akan ditahan selama 20 hari kedepan.

Setelah rampung pemeriksaan tersangka dan saksi, maka akan segera diserahkan ke penuntut umum.

“Selanjutnya diteliti, kalau memang sudah lengkap maka layak untuk disidangkan atau P21,” jelasnya.

Masih menurut Sumanggar, alasan penyidik menetapkan tersangka, bahwa dalam pekerjaan proyek peningkatan jalan di Humbahas tidak sesuai dengan volume kontrak. Spesifikasinya tidak sesuai dan ada yang fiktif dalam kegiatan tersebut.

“Tapi bukan semuanya, ada sebagian. Laporan kontrak tidak sesuai dengan pertanggungjawabannnya. Sehingga dikategorikan fiktif. Sesuai dengan temuan BPKP, Ketiga tersangka  merugikan negara senilai Rp 1.170. 021.081,94,” tukasnya.

Sebelumnya, dalam keterangan Pers Kajatisu, Sumanggar memaparkan penahanan terhadap tiga tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi peningkatan jalan di Kabupaten Humbahas TA 2016.

Dugaan tindak pidana korupsi itu dalam kegiatan peningkatan Jalan Parbotihan- Pulogodang – Temba di Satuan Kerja Dinas PUPR Humbahas.

Sumanggar menyebutkan, posisi kasus tersebut di mana pada tahun anggaran 2016, Dinas PUPR telah melaksanakan kegiatan peningkatan pembangunan Jalan Parbotihan – Pulogodang – Temba dengan nilai kontrak 5.810.396.510,00 yang dilaksanakan oleh salah satu perusahaan dengan masa kerja selama 90 hari.

Dalam pelaksanaannya sejak proses lelang hingga pelaksanaan pekerjaan diduga ada penyimpangan. (cas)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2