Waspada
Waspada » Tiga SD di Kecamatan Ajibata Kekurangan Guru
Pendidikan Sumut

Tiga SD di Kecamatan Ajibata Kekurangan Guru

Anggota DPRD Tobasa Syamsudin Manurung. Waspada/Ist
Anggota DPRD Tobasa Syamsudin Manurung. Waspada/Ist

AJIBATA (Waspada) : Kondisi dunia pendidikan di Kecamatan Ajibata khususnya di beberapa desa kecil sangat memprihatinkan. Minimnya tenaga pengajar hingga kurangnya fasilitas belajar menjadi perbicangan hangat di saat pelaksanaan Reses DPRD Tobasa Dapil II di Kantor Camat Ajibata, Kamis (6/2).

Salah satu SD yang paling memprihatinkan adalah SD Sirungkungon. Bertahun-tahun, hanya ada satu orang tenaga guru ASN di sekolah tersebut. SD lain yang tak kalah memprihatinkan adalah SD Sigapiton dan SD Sibisa.

Kepala Desa Sirungkungon Punguan Manurung meminta agar pemerintah memberikan penambahan tenaga pengajar ASN di SD tersebut.

“Tiap tahun dalam pelaksanaan Reses DPRD seperti ini selalu kita usulkan agar ada penambahan tenaga guru ASN di Sirungkungon. Semoga lewat Reses DPRD kali ini, permintaan kami dipenuhi demi mencerdaskan anak-anak Sirungkungon”, harap Punguan.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Waspada, di SD Sirungkungon hanya ada 1 Guru ASN menjabat sebagai Kepala sekolah, 6 orang Guru Honor dan 1 orang penjaga sekolah dengan jumlah siswa 76 orang.

Sementara di SD Sigapiton jumlah ASN 3 orang, Guru Honor sebanyak 4 orang, tidak ada penjaga sekolah dengan jumlah siswa 67 orang.

Berdasarkan keterangan Kepala Sekolah SD Sigapiton, Rusbine Manurung, 58, sekolah yang dipimpinnya kekurangan guru olahraga dan guru agama.

“Sejak saya mengajar di SD Sigapiton belum pernah ada guru agama di sekolah ini. Baik guru agama Kristen maupun guru agama Katolik. Setiap tahun selalu saya usulkan penambahan, tapi tidak pernah direalisasi,” keluh Rusbine.

Meri Sirait, 56, Kepala Sekolah SD Sibisa mengatakan, jumlah guru keseluruhan hanya 11 orang dengan rincian ASN hanya 3 orang, honor Pemda 4 orang, honor Komite 4 orang.

“Saat ini kami kekurangan Olahraga, Guru Agama Katolik dan Guru Agama Islam. Sementara jumlah siswa kami sebanyak 274 dengan jumlah 9 kelas,” papar Meri.

Mendengar fakta ini, Anggota DPRD Tobasa, Syamsudin Manurung sekaligus Ketua Tim Reses meminta kepada perwakilan Dinas Pendidikan yang menghadiri reses ini agar benar-benar melakukan pemerataan dalam penempatan tenaga ASN di Tobasa.

“Kepada perwakilan Dinas Pendidikan yang hadir saat ini, tolonglah diprioritaskan agar dalam penempatan guru mengacu pada pemerataan, sehingga kualitas pelajaran di desa kecil tidak semakin tertinggal,” ujar Syamsudin.

Kelola Dana BOS Tepat Sasaran

Usai membahas kekurangan tenaga guru beberapa SD di Kecamatan Ajibata, Syamsudin mengingatkan seluruh Kepala Sekolah agar mengelola Dana Bos dengan benar dan tepat sasaran.

“Jangan macam-macam Kepala Sekolah dalam mengelola dana BOS, begitu ada temuan penyalahgunaan maka akan kena sanksi hukum. Sekecil apapun dana itu bahkan satu rupiahpun, itu bukanlah hak Kepala Sekolah,” tegas Syamsudin.

Bagi Syamsudin, meski terdengar keras, peringatan ini dia sampaikan untuk memproteksi para Kepala Sekolah agar terhindar dari kasus hukum.

“Sudah banyak contoh Kepala Sekolah berurusan dengan hukum hanya karena salah menggunakan dana Bos. Saya harap kasus seperti ini tidak terjadi di Kecamatan Ajibata”, pungkas Syamsudin. (crg)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2