Tiga Pembunuh Pelajar Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

  • Bagikan
Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto, didampingi Waka Polres Kompol Mhd Ikhwan, Kabag Ops Kompol RD. Firman, Kasat Reskrim AKP Adrian Risky Lubis, dan Kapolsek Seikepayang AKP Zulham, memperlihatkan barang bukti dan atas pembunuhan pelajar putri di kebun sawit, Kec Seikepayang. Waspada/Sapriadi
Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto, didampingi Waka Polres Kompol Mhd Ikhwan, Kabag Ops Kompol RD. Firman, Kasat Reskrim AKP Adrian Risky Lubis, dan Kapolsek Seikepayang AKP Zulham, memperlihatkan barang bukti dan atas pembunuhan pelajar putri di kebun sawit, Kec Seikepayang. Waspada/Sapriadi

KISARAN (Waspada): Tiga pembunuh pelajar putri Novita Sari Simbolon,14, warga Dusun XIII, Desa Perbangunan, Kec Seikepayang, Kab Asahan, dijerat dengan pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana), dan hingga saat ini Polres Asahan masih fokus melakukan pendalaman pemeriksaan dari para tersangka.

Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto, didampingi Waka Polres Kompol Mhd Ikhwan, Kabag Ops Kompol RD. Firman, Kasat Reskrim AKP Adrian Risky Lubis, dan Kapolsek Seikepayang AKP Zulham, saat paparan kasus tiga pembunuh pelajar putri di Mapolres Asahan, Kamis (12/3).

Menuturkan sebelumnya pihaknya kesulitan mengungkap kasus ini, karena minimnya petunjuk di TKP, namun kejelian personil Unit Jatanras, dan Polsek Seikepayang, berhasil membekuk tersangka RS,44, warga Dusun III, Desa Sei Paham, Kec Seikepayang, DA,38, warga Dusun II Desa Seilama, Kec Simpang Empat; dan SH 54, warga Desa Perbangunan, Kec Seikepayang, dibekuk pada Selasa (11/3).

Semula para tersangka ini ditetapkan sebagai saksi, dan kejelian penyidik sehingga ditetapkan sebagai tersangka.

“Tiga tersangka ini mempunyai peran masing-masing. RS berperan mencekik korban, DA memukul dengan batu, dan SH memukul dengan pelepah sawit.  Dan tersangka adalah petugas keamanan kebun milik PT CSIL,” jelas Nugroho.

Karena sakit hati

Untuk modusnya, jelas Nugroho, karena sakit hati kepada korban yang sudah berulang kali mengambil berondolan sawit, dan telah diberi peringatan, namun melawan, sehingga pembunuhan itu terjadi.

“Ketiga tersangka dijerat pasal 340 KUHP (tentang pembunuhan berencana) Subsidier Pasal 388 KUHP dengan ancaman hukuman, dari hukuman mati, penjara seumur hidup dan penjara 20 tahun,” jelas Nugroho.

Ditanya apakah ketiga korban dibawah pengaruh Narkoba, Nugroho mengatakan, para tersangka negatif, dan untuk jumlah berondolon sawit yang diambil korban sebanyak dua karung.

“Untuk pemeriksaan kepada perusahaan (PT.CSIL) kita belum mengarah ke situ. Kita masih fokus dengan pengembangan penyidikan kepada para tersangka,” jelas Nugroho.

Sedangkan salah satu tersangka RS, saat ditemui Waspada, menuturkan tidak ada berniat untuk membunuh dan hanya ingin menasehatinya. “Tidak ada niat untuk membunuh,” jelasnya sambil berlalu.

Sebelumnya Novita Sari Simbolon, 14, ditemukan tewas di parit perkebunan, Senin (9/3) sekitar pukul 06.30 WIB, yang pada awalnya Minggu (8/3) sekitar pukul 16.00 WIB permisi pergi mencari berondolan sawit di perkebunan menggunakan sepeda motor.

Karena hingga malam, korban tidak pulang, para keluarga dan masyarakat melakukan pencarian, dan menemukan sepeda motor yang digunakan korban, tapi remaja putri itu tidak ditemukan.

Senin pagi, korban ditemukan warga tergeletak di parit perkebunan sawit pasar 17 Dusun XIII Desa Perbangunan, sekitar 200 M dari sepeda motornya, dengan kondisi tidak bernyawa. (a15/a31)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.