Waspada
Waspada » Tiga Kali Aksi Demo, Mahasiswa Nilai Bupati Deliserdang Lambat Evaluasi Kadis Kesehatan
Headlines Sumut

Tiga Kali Aksi Demo, Mahasiswa Nilai Bupati Deliserdang Lambat Evaluasi Kadis Kesehatan

Mahasiswa pada saat melakukan aksi di depan Kantor Bupati Deliserdang. Tiga kali aksi demo, mahasiswa menilai Bupati Deliserdang lambat mengevaluasi Kadis Kesehatan. Waspada Edward Limbong
Mahasiswa pada saat melakukan aksi di depan Kantor Bupati Deliserdang. Tiga kali aksi demo, mahasiswa menilai Bupati Deliserdang lambat mengevaluasi Kadis Kesehatan. Waspada Edward Limbong

DELISERDANG (Waspada): Tiga kali aksi demo, mahasiswa menilai Bupati Deliserdang lambat mengevaluasi Kadis Kesehatan.

Mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Dan Mahasiswa Peduli Kesehatan (AMMPK) Sumatera Utara (Sumut) kembali melakukan aksi demo untuk ketiga kalinya dengan menilai kinerja Bupati Deliserdang lambat mengevaluasi Kadis Kesehatan.

Pantauan Waspada, Selasa (28/7) mahasiswa melakukan aksi untuk ketiga kalinya ini dilakukan di depan Kantor Bupati Deliserdang. Aksi yang ketiga kalinya ini juga membawa poster dan spanduk dengan tulisan “Copot Kadis Kesehatan Deliserdang”.

Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)  Deliserdang Hendra Boang Manalu menjelaskan, bahwasanya mereka sudah kali ketiga melakukan aksi. Pertama dilakukan di Pengadilan Negeri Lubupakam dan dua kali di Kantor Bupati Deliserdang.

Janji Audiensi Dengan Bupati

Namun katanya, walaupun sudah sebanyak tiga kali melakukan aksi tapi Bupati Deliserdang tidak merespon, untuk itu mereka memberikan tinta merah atas kelambanan kinerja Bupati Deliserdang menyikapi kasus korban kemanusiaan di Puskesmas Tanjung Rejo.

“Minggu lalu mereka (Sekretaris Dinas Kesehatan) berjanji agar kami bisa beraudiensi dengan Bupati Deliserdang. Hari ini kami menagih janji itu, tapi tidak juga ada kejelasannya,” katanya.

Hendra pun tetap mendesak Bupati Deliserdang untuk segera mengambil kebijakan pemecatan atau pencopotan Kepala Dinas Kesehatan yang terkesan acuh akan permasalahan hilangnya nyawa almarhum Sugiono yang disebabkan karena penolakan di Puskesmas Tanjung Rejo dengan diduga beralasan tidak memiliki alat medis dalam menangani penyakit almarhum.

Copot Kepala Puskemas Tanjung Rejo

Tidak itu saja terhadap Kepala Puskemas Tanjung Rejo, sebut Hendra mereka juga meminta Bupati Deliserdang untuk dicopot. Bahkan pihak penegak hukum juga diminta untuk mengadili Kepala Puskemas Tanjung Rejo karena telah lalai dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

Sementara itu peserta aksi Irham Rambe menyebutkan ketika mereka melakukan aksi pada Selasa (21/7) mereka diterima Sekretaris Dinas Kesehatan untuk menampung aspirasi dengan berjanji untuk dipertemukan dengan Bupati Deliserdang.

“Jadi saat itu kami melakukan aksi ada pihak Pemkab Deliserdang datang dengan menyampaikan untuk segera mungkin mempertemukan kita dengan Bupati Deliserdang untuk merespon secara langsung tuntutan kita,” katanya.

Tidak Serius

“Tapi walaupun surat sudah kita layangkan, pihak Pemkab yang mendatangi waktu itu, kami hubungi hingga detik ini tidak ada respon,” tambah Irham.

Untuk itu, lanjut Irham mereka merasa dibohongi oleh Pemerintah Kabupaten Deliserdang karena tidak serius untuk menyelesaikan tuntutan mereka.

“Jadi kami hadir di sini agar secepatnya Bupati Deliserdang untuk mencopot Kadis Kesehatan Deliserdang, karena dia sebagai pimpinan tertinggi pelayan fasilitas kesehatan Deliserdang. Sampai saat ini juga tidak ada memberikan respon yang baik. Bahkan sedikitpun kepada pihak keluarga korban tidak ada meminta maaf,” tandasnya.

Dugaan Penolakan Pelayanan Kesehatan Almarhum Sugiono

Sebelumnya, massa AMMPK Sumut menggelar aksi demo menuntut penegak hukum untuk mengusut tuntas penolakan pelayanan kesehatan yang berujung kematian, dengan meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubupakam memberikan rasa keadilan hingga meminta Bupati Deliserdang mencopot Kadis Kesehatan Deliserdang.

Kemudian pada Selasa (21/7) AMMPK melakukan aksinya di depan Kantor Bupati Deliserdang dan melanjutkan ke DPRD Deliserdang. Saat itu Seketaris Dinas Kesehatan Deliserdang dr Herri Kurnia saat menampung aspirasi mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti.

“Jadi kami dari pihak Dinas Kesehatan, saya Sekretaris Dinas Kesehatan dokter Herri Kurnia, mudah mudahan kami nanti akan menindaklanjuti laporan adek-adek sekalian,” katanya.

Sebagai informasi kasus ini berangkat dari kejadian pada tanggal 9 April 2020 atas dugaan penolakan pelayanan kesehatan terhadap almarhum Sugiono di Puskesmas Tanjung Rejo Kecamatan Percut Seituan yang mengakibatkan meninggal dunia. (a16/a01).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2