Waspada
Waspada » Tidak Kemana-Mana, Warga Tapsel Positif Covid 19
Features Sumut

Tidak Kemana-Mana, Warga Tapsel Positif Covid 19

Ilustrasi
Ilustrasi

Seorang warga Desa Sumuran, Kec. Batangtoru, Kab. Tapanuli Selatan, diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangsidimpuan.

Sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP), pria berinisial S ini lahir di Bukit Tinggi pada 12 Januari 1968 atau berusia 52 tahun, bukan 62 seperti pemberitaan media.

Kenapa dirawat di RSUD Padangsidimpuan ? Karena fasiltas pelayanan kesehatan ini merupakan satu dari 132 rumah sakit sakit rujukan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Selanjutnya Gubernur Sumatera Utara menetapkannya menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 pengampu wilayah tujuh kabupaten dan kota. Yaitu Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padanglawas Utara, Padanglawas, Tapanuli Tengah, Sibolga dan Padangsidimpuan.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M. Pasaribu kepada Waspada mengatakan, pihaknya sudah melakukan wawancara dengan S dan mengaku tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah.

Hanya saja pada 12 Mei 2020, dia berobat ke Puskesmas Batangtoru dan dua hari kemudian berobat lagi ke salah satu tempat praktik dokter di kecamatan itu.

Karena belum meraskan perubahan, pada 19 Mei 2020 dia berobat ke Rumah Sakit Metta Medika Sibolga.

Pihak rumah sakit melakukan Rapid Test dan hasilnya reaktif.

Selanjutnya S dirujuk ke RSUD Padangsidimpuan dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Pada tanggal 20 Mei 2020 dilakukan Test Swab pertama dan Test Swab kedua keesokan harinya.

Hasilnya dikirim untuk diperika di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU).

Pada 29 Mei 2020, Dinas Kesehatan Tapsel memperoleh kabar tentang hasil berbeda terhadap dua Test Swab itu.

Sampel swab pertama yang diambil 20 Mei 2020 hasilnya positif Covid-19, sedangkan sampel swab kedua yang diambil 21 Mei 2020 hasilnya negatif.

Keesokan harinya atau Sabtu (30/5), Gugus Tugas PP Covid-19 Tapsel langsung melakukan penjaringan terhadap Kontak Erat PDP tersebut.

Antara lain lima tenaga medis Puskesmas Batangtoru yang setelah dilakukan uji Rapid Test hasilnya non reaktif.

Kemudian dokter yang memeriksa si PDP di tempat praktiknya dan setelah diuji Rapid Test hasilnya juga non reaktif.

Terhadap dua anggota keluarga dokter itu juga dilakukan uji Rapid Test dan hasilnya non reaktif. Selanjutnya terhadap empat orang keluarga PDP, hasilnya juga non reaktif.

“Guna memastikan positif atau tidaknya PDP tersebut, pada 3 Juni 2020 akan dilakukan Test Swab yang ketiga kalinya di RSUD Padangsidimpuan.

Kita berharap hasilnya negatif, sesuai dengan perkembangan kondisi si pasien yang semakin hari semakin membaik,” kata Syahrul.

Bupati Tapsel mohon doa seluruh masyarakat agar PDP ini negatif Covid-19. Sekaligus meminta segenap warga Tapsel agar tetap tenang dan mengikuti anjuran pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan di setiap aktifitas keseharian.

Selalu memakai masker dan sering cuci tangan pakai sabun, jaga jarak (physical distancing) dan menghindari kerumunan (social distancing).

“Dalam waktu dekat kita akan memasuki era New Normal Life atau Tatanan Hidup Baru yang sangat mementingkan disiplin diri untuk mencegah dan memutus mata rantai Covid-19,” ujarnya.

Camat Batangtoru M. Yamin Batubara kepada wartawan membenarkan PDP yang dirawat di ruang isolasi RSUD Padangsidimpuan itu warganya.

“Sesuai laporan Kepala Desa, bapak (PDP-red) ini sudah lama kurang sehat dan tidak kemana-mana,” katanya.

Aneh

Terpisah, Ahmad Siregar seorang praktisi kesehatan merasa aneh dan heran dengan hasil dua hasil swab yang berbeda tersebut.

Padahal sampel Test Swab pertama dan kedua diambil hanya dalam perbedaan satu hari.

“Saya tidak tau apakah ada faktor lain dalam pengambilan maupun pengujian sampel swab si PDP.

Namun sepanjang yang saya ketahui, belum ada pasien yang hari ini positif Covid-19 dan besoknya langsung negatif.  Kalaupun terjadi, mungkin ini kasus pertama di dunia,” ujarnya.

Mengenai riwayat perjalanan si PDP yang tidak kemana-mana tetapi kemudian positif Covid-19, Ahmad mengajak semua masyarakat untuk sama-sama menunggu hasil Test Swab ketiga yang akan diambil dalam waktu dekat.

“Jika hasil swab nantinya positif, itu berarti virus corona sudah ada disekitar kita dan harus ada tindakan luar biasa sebelum menyebar kemana-mana.

Namun saya dan mungkin kita semua memiliki harapan yang sama, swab ketiga itu nanti hasilnya negatif,” harap Ahmad. (Waspada/a05)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2