Tertunda Setahun: KSP3 Nias Akan Gelar RAT - Waspada

Tertunda Setahun: KSP3 Nias Akan Gelar RAT

  • Bagikan
PENGURUS dan Pengawas KSP3 Nias saat memberikan keterangan pers terkait pelaksanan Rapat Anggota Tahunan dan proses hukum di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Selasa (30/3). Waspada/Bothaniman Jaya Telaumbanua
PENGURUS dan Pengawas KSP3 Nias saat memberikan keterangan pers terkait pelaksanan Rapat Anggota Tahunan dan proses hukum di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Selasa (30/3). Waspada/Bothaniman Jaya Telaumbanua

GUNUNGSITOLI (Waspada): Setelah tertunda setahun disebabkan pandemi Covid-19, akhirnya Koperasi Simpan Pinjam Pengembangan Pedesaan (KSP3) yang merupakan koperasi terbesar di Kepulauan Nias ahirnya dapat menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Ketua Pengurus KSP3 Nias, Fasarudin Halawa, SPd didampingi Ketua Pengawas, Dalifati Ziliwu, SPd, MPd, Ketua Panitia RAT, Yaferius Nduru, SPd, General Manager, Agusmarno Hulu, SE, penasehat Hukum KSP3 Nias, Martin Surianto Buaya, SH, MH dan pengurus lainnya kepada sejumlah wartawan membenarkan akan segera melaksanakan RAT tahun buku 2019 dan 2020, Selasa (30/3).

“Setelah sempat tertunda setahun disebabkan pandemi Covid-19 akhirnya KSP3 Nias dapat menggelar RAT tahun buku 2019 dan 2020 dengan sistim rayonisasi pada 31 Maret 2021 ini,” ujar Fasarudin Halawa.

Menurut Fasarudin, KSP3 Nias yang memiliki 25 cabang di wilayah Kepulauan Nias dengan jumlah anggota 71140 orang telah siap melaksanakan RAT yang tempatnya dibagi menjadi 5 rayon, masing-masing di Kota Gunungsitoli, Kabupaten Noas Utara, Nias, Nias Barat dan Nias Selatan.

Dia mengungkapkan Pengurus KSP3 Nias belum bisa melaksanakan RAT tahun buku 2019 disebabkan terjadinya pandemi Covid-19 yang diperkuat dengan surat edaran Menteri Koperasi, Makkumat Kapolri, Satgas Covid-19 dan instasi terkait yang pada intinya tidak diizinkan menggelar kegiatan yang mengundang kerumunan banyak orang.

Rencananya KSP3 Nias akan menggelar RAT tahun buku 2019 pada akhir Maret 2020 lalu, namun karena tidak memperoleh izin akhirnya pelaksanaannya tertunda.

“Seharusnya RAT tahun buku 2019 tersebut kita laksanakan pada akhir Maret 2020, tetapi terkendala yang disebabkan corona sehingga demi mencegah penularan covid-19 terpaksa kita tunda berdasarkan surat edaran dari Kementerian Koperasi, maklumat Kapolri dan imbauan dari Tim Satgas Covid-19” paparnya.

Fasarudin Halawa juga menyebutkan, pelaksanaan RAT tutup buku KSP3 Nias bersamaan ditahun 2020.

“RAT ini kita gabungkan selama 2 tahun sejak 2019 sampai 2020 sehingga kita harapkan dapat terlaksana dengan baik,” harapnya.

Ketua Pengawas KSP3 Nias Dalifati Ziliwu, SPd, MPd senada mengatakan ada beberapa landasan hukum penundaan RAT tahun buku 2019 sehingga KSP3 Nias mengikuti regulasi tersebut.

“Prinsipnya kita taat pada aturan dan anjuran pemerintah dalam pencegahan Covid-19. Ada beberapa aturan disaat pandemi diantaranya Surat Edaran Kementerian Koperasi dan UKM tanggal 17 Maret 2020 yang intinya pelaksaan RAT Koperasi ditunda pelaksaannya, Maklumat kapolri tanggal 19 Maret, SE Menkes tanggal 16 Maret 2020, Surat Rektor UNIMED tanggal 17 Maret 2020 dan Surat Dinas Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemko Gunungsitoli tanggal 18 Maret 2020,” tutur Dalifati Ziliwu.

Dalifati mengungkapkan, persiapan pelaksanaan RAT tahun buku tahun 2019 yang akan digelar akhir Maret 2020 lalu telah siap namun dengan terpaksa dilakukan penundaan.

“Saat itu kita sudah siap melaksanakan RAT tetapi kita tetap menghormati aturan dimasa pandemi. Karena RAT yang tertunda dan masa jabatan Pengurus dan Pengawas berakhir pada 2020 lalu, namun oleh Penasehat KSP3 Nias, Fr Amator Adrianus J Hems, CMM menyarankan agar Pengurus dan Pengawas masa jabatan diperpanjang 1 tahun untuk menjalankan kegiatan KSP3 Nias menunggu terpilihnya Pengurus dan Pengawas baru,” tegas Dalifati.

Sementara General Manager KSP3 Nias, Agusmarno Hulu, SE menambahkan bahwa sebetulnya masa kepengurusan Pengurus dan Pengawas telah berakhir akhir Maret 2020 lalu dan wajib dilaksanakan RAT tutup buku tetapi mengingat beberapa anjuran dan himbauan pemerintah tahun 2020 maka menjadi acuan KSP3 Nias melakukan penundaan.

“Kita tidak mau ambil resiko saat itu meski panitia sudah mempersiapkan berbagai hal sehingga baru besok kita gelar bersamaan di lima rayon,” tutur Agus.

Agusmarno menambahkan bahwa setahun tertundanya pelaksanaan RAT maka pengurus dan pengawas yang dipilih oleh seluruh anggota KSP3 Nias tetap melanjutkan dalam mengisi kekosongan jabatan guna keberlangsungan organisasi karena dalam proses simpan pinjam anggota diperlukan persetujuan pengurus.

“Dalam mengisi kekosongan jabatan maka mau tidak mau jabatan itu otomatis berlanjut sebelum terpilihnya pengurus dan pengawas yang baru. Bila tidak maka dipastikan keberlangsungan organisasi terkendala,” jelas Agus.

Digugat di PN Gunungsitoli

Beberapa minggu yang lalu sejumlah anggota KSP3 Nias menggugat KSP3 Nia di Pengadilan Negeri Gunungsitoli tentang keabsahan kepengurusan karena alasan belum dilaksanakan RAT dan melanggar AD dan ART KSP3 Nias.

Namun Pengurus dan Pengawas melalui Kuasa Hukum KSP3 Nias, Marthin Surinto Buaya, SH, MH membantah keras dan mengaku dalil pemohon tidak berdasar hukum.

Martin Surianto menyebutkan sejauh ini sudah dua kali sidang di Pengadilan Negeri Gunungsitoli dan hari ini, Selasa (30/3) sidang lanjutan dengan agenda mediasi, namun belum bisa dihadiri karena persiapan pra-pelaksanaan RAT tahunan.

“Sidang hari ini belum dapat kita hadiri karena ada agenda penting yang perlu disiapkan dalam menghadapi RAT besok, kita juga sudah menyurati Pengadilan Negeri Gunungsitoli terkait alasan tidak menghadiri sidang hari ini,” tutur Marthin.

Fasanudin Halawa berharap pelaksanaan RAT tahunan tahun buku 2019-2020 yang akan digelar, Rabu (31/3) agar berlangsung aman dan kondusif dengan patuh terhadap prokes.

Begitu juga dengan proses hukum yang bergulir di Pengadilan Negeri Gunungsitoli berharap majelis hakim dapat memberi keadilan yang sesungguhnya dan apapun hasilnya tetap diterima dengan baik. (a26)

  • Bagikan