Waspada
Waspada » Ternyata PT. Lubuk Naga Memiliki Izin dari Pemerintah.
Sumut

Ternyata PT. Lubuk Naga Memiliki Izin dari Pemerintah.

PERBAUNGAN (Waspada): Lahan seluas sekitar 375 hektar yang berada di Desa Nagakisar dan Desa Lubuk Saban Kec.Pantai Cermin, serta di Desa Sei Nagalawan Kec Perbaungan Kab.Serdang Bedagai (Sergai) yang sebagian diklaim pihak Gapoktan Naga Jaya ternyata telah dikelola PT.Lubuk Naga sejak tahun 1980 an hingga saat ini

Lahan tersebut diperoleh dari ganti rugi masyarakat yang leluhurnya sudah mengelola lahan tersebut sebelum Indonesia merdeka sejak dari zaman Belanda bukan merupakan bagian dari hutan register.

Demikian dikatakan Koordinator Yayasan Apindo Sumatera Utara (YASU) H Suriadi SH selaku kuasa kelola PT.Lubuk Naga kepada Waspada, Senin (29/6) di Perbaungan.

Ditambahkan H Suriadi, adapun dasar pengelolaan PT.Lubuk Naga adalah surat Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Perikanan terkait Izin Usaha Perikanan (IUP) No: IK-120 /D3.6777/88K tahun 1988.

Kemudian imbuh H Suriadi, surat Bupati Deli Serdang No:503.523.3/481 tahun 1988 tentang dukungan untuk lokasi pertambakan udang Windu di Desa Nagakisar dan Lubuk Saban Kec.Pantai Cermin.

Selanjutnya surat Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPM) Sumatera Utara (Sumut) melalui Keputusan Gubernur No: 593/28/K/BKPMD/Tahun 1988 tentang pemberian izin lokasi dan pembebasan hak/pembelian tanah keperluan proyek pembibitan dan budidaya tambak udang terpadu dengan unit pembekuannya dan makanan udang dalam rangka Penanaman Modal Dalam Negeri PT.Lubuk Naga.

Menurut H Suriadi, Izin IUPHKm harusnya diterbitkan diatas lahan yang belum memiliki izin (lahan yang clear and clean) bukan diatas lahan yang masih dikelola oleh perusahaan/masyarakat.

” Makanya sungguh riskan adanya IUPHKm yang terbit dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI tahun 2018 kepada Gapoktan Naga Jaya, padahal faktanya PT.Lubuk Naga bersama masyarakat masih mengelolanya hingga saat ini dan telah mengantongi izin pengelolaan, parahnya lagi pihak PT.Lubuk Naga melalui YASU dituding mengklaim sepihak”, cetus H.Suriadi.

Dalam IUPHKm, disebut-sebut lokasi berada di Desa Naga Kisar Kec.Pantai Cermin, namun faktanya Gapoktan Naga Jaya juga mengelola lahan PT.Lubuk Naga yang berada di Dusun II dan III di Desa Sei Nagalawan Kec Perbaungan.

Sebelumnya kepada Waspada pihak Gapoktan Naga Jaya mengklaim memiliki Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor SK. 5435/MENHK-PSKL/PKPP/PSL.0/8/2018 sehingga pihak Gapoktan Naga Jaya mengklaim lahan seluas sekitar 260 hektar yang berada didalam lahan yang dikelola PT.Lubuk Naga. (a15/C)

Keterangan Foto:

Salah satu kolam milik PT.Lubuk Naga yang dikelola YASU di Desa Nagakisar Kec.Pantai Cermin yang diklaim Gapoktan Naga Jaya. (Waspada/Istimewa).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2