Waspada
Waspada » Teras Belajar Solusi Pandemi Desa Silau Jawa Asahan
Sumut

Teras Belajar Solusi Pandemi Desa Silau Jawa Asahan

Lomba mewarnai tingkat TK dan SD oleh Teras Belajar sembari menanamkan sadar Prokes 3M kepada anak anak dan seluruh masyarakat, Minggu (29/11). Waspada/Ist

Menakjubkan. Kata ini agaknya tepat dialamatkan untuk kiprah sekelompok anak muda di desa Silau Jawa, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Asahan memberi solusi terhadap “beban orangtua” menghadapi kegiatan belajar anak di masa Pandemi Covid19 ini.

Teras Belajar; sesuai namanya, memanfaatkan teras rumah warga yang representatif untuk membantu anak anak Sekolah Dasar di desa ini belajar.

Tentu kiprah ini tidak hanya membantu anak anak dalam menghadapi belajar daring, tetapi para orangtua yang selama pandemi ini “pusing” terlibat dalam pembelajaran sangat terbantu oleh kehadiran Teras Belajar.

Pemuda setempat dan mahasiswa yang mudik panjang karena Pandemi Covid19 tergerak membuat problem solving ini.

Teras Belajar Minggu 29 Nopember 2020 melaksanakan Lomba Mewarnai tingkat TK dan SD di TK Al Mauizah, Dusun V Ambariah, Desa Silau Jawa, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan.

Lomba ini berdasarkan antusiasnya anak anak yang datang merespon kegiatan Teras Belajar sehingga Tim Teras Belajar Desa Silau Jawa pun menggelar acara Lomba Mewarnai. Selain sebagai variasi kegiatan anak juga menjaga agar kreatifitas anak tetap muncul, tidak vakum dilanda pandemi.

“Acara ini didanai oleh donatur dan diikuti sebanyak 200 peserta,” jelas Nurul Annisa Sirait, mahasiswa akutansi semester 7 Unibersitas Medan, salah seorang mentor Teras Belajar, Selasa (1/12).

Selain itu, para orang tua bisa ikut berlomba dalam ajang foto contest. Yang dinilai adalah likes terbanyak dan caption terbaik. Ada pun caption terbaik yang membuat para mentor terharu adalah komentar yang diberikan Ibu Lala tentang Teras Belajar di akun facebooknya.

Ibu Lala menulis kira kira begini: tidak cocok jika soal belajar anak disebut beban namun kenyataannya orangtua terbebani antara lain karena ketidakpahaman orang tua soal pembelajaran itu sendiri ditambah orangtua punya tugas pokok bekerja, Teras Belajar sangat membantu orangtua keluar dari beban dimaksud.

“Teras Belajar ini didirikan karena inisiatif para pemuda pemudi untuk membantu orang tua,” cetus Nurul Annisa Sirait

Teras Belajar digagas Forum Pemuda Kreatif kecamatan Bandar Pasir Mandoge. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu dan membersamai orang tua membantu anaknya belajar di tengah pandemi.

Menurut Nurul dikarenakan belajar dari rumah, banyak orang tua yang mengeluh kurang bisa membantu anaknya belajar. Atas dasar dari situlah, tergerak hati para pemuda untuk membentuk Teras Belajar.

“Teras Belajar Mandoge dibuka setiap hari Kamis dan Jumat. Karena melihat suksesnya kegiatan positif ini, Tim Pemuda dari Desa Silau Jawa pun ikut membuka dan berkoordinasi dengan Teras Belajar Mandoge. Teras Belajar Silau Jawa dibuka pertama kali pada bulan Oktober. Dibuka setiap hari Senin dan Selasa,”papar Nurul.

Karena yang mendirikan adalah para pemuda, maka kegiatan ini bersifat relawan. Para pengajar merupakan mahasiswa dan pemuda setempat yang murni ingin membantu orangtua tanpa dibayar sama sekali.

Sungguh menakjubkan.

*Nurkarim Nehe/Bustami CP

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2