Waspada
Waspada » Telurku Pecah Saat Di Perjalanan Menuju Luat Harangan 
Features Headlines Sumut

Telurku Pecah Saat Di Perjalanan Menuju Luat Harangan 

Kondisi medan menuju wilayah ini Luat Harangan Sipirok masih didominasi kubangan lumpur. Telurku pecah saat di perjalanan menuju Luat Harangan, kata seorang IRT. Waspada/Ist 
Kondisi medan menuju wilayah ini Luat Harangan Sipirok masih didominasi kubangan lumpur. Telurku pecah saat di perjalanan menuju Luat Harangan, kata seorang IRT. Waspada/Ist 

POTRET para ibu rumah tangga (IRT), sebut saja bernama Masnawati Siregar, 46, dari kawasan Luat Harangan saban pekan Kamis berbelanja memenuhi kebutuhan pokok ke Pekan (Pasar) Sipirok.

Masnawati Siregar bersama warga lainnya, jika hendak ke pekan Sipirok mereka menaiki mobil angkutan gerdang dua bak terbuka atau four whell drive (sistem penggerak roda empat) dari Luat Harangan ke Sipirok demikian juga sebaliknya.

Kondisi medan menuju wilayah ini masih didominasi kubangan lumpur, mendaki dan menurun, jurang menanti korban jika tidak sopir yang biasa melintasi kawasan ini Jalan kabupaten di kawasan Desa Barnangkoling (kawasan Luat Harangan) Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Provinsi Sumatera Utara.

Namun sejumlah bahan pokok termasuk telur yang dibelanjakan sering didapati pecah di tengah perjalanan, akibat guncangan yang tak menentu saat di dalam angkutan menuju Luat Harangan usai dari Pekan Sipirok.

Demikian juga minyak goreng yang dibelikan terkadang seberat 2 Kg dari Pasar Sipirok, sesampainya di rumahnya sering didapati hanya tinggal sepertiganya, akibat bocor dalam plastik.

“Kondisi itu sudah bertahun-tahun kami rasakan jalan yang rusak parah. Entah kapan berakhir derita kami warga Luat Harangan, telurku pecah menuju Luat Harangan,” ujarnya kepada Waspada.id, di Pekan Sipirok, Kamis (8/10). Para warga mengakui, jalan di sana rusak berat dan hancur-hancuran.

Kondisi itu telah mengakibatkan warga merasa kesulitan. Jalan yang rusak berada di titik beberapa kilometer dari Desa Sosopan, bahkan kondisinya rusak parah hingga Desa Pangaribuan sejauh 9 kilometer.

Warga lainnya setiap hari terpaksa kesulitan yang amat sangat saat beraktivitas, terutama aktivitas ekonomi dan usaha masyarakat mengangkut hasil pertanian karet dan kopi.

Mulai Desa Barnangkoling, Dusun Sabungan, Dusun Tapus, Desa Doloksordang dan Desa Pangaribuan, Dusun Gadu, Dusun Salese, Desa Panaungan dan Desa Pargarutan.

Warga mengaku cukup antusias saat kunjungan Ketua DPRD Tapsel, Husin Sogot Simatupang pada pertengahan Desember tahun 2019 yang lalu untuk meninjau langsung kondisi kehidupan warga dan berkaitan dengan kondisi infrastruktur yang sangat tidak mendukung.

Kondisi jalan Sosopan, Barnangkoling, Pangaribuan hingga saat ini sangat mengancam jiwa para pengguna jalan yang di kiri kanannya berjurang sampai sekira 15-50 meter.

Padahal jalan sepanjang 12 kilometer tersebut merupakan akses vital bagi warga Desa Barnangkoling, Desa Doloksordang, Dusun Tapus, dan Dusun Sabungan yang sudah dibuka sejak 45 tahun yang lampau.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU&PR) Tapsel, Rizal Lubis, ST melalui Kabid Bina Marga I, Arwan Harahap dikonfirmasi, Jumat (9/10) pukul 15:30 WIB, membenarkan jalan Barnangkoling yang rusak dan hancur.

“Iya memang kondisi jalannya begitulah di sekitar Barnakkoling Luat Harangan. Tahun 2020 ini belum ada pembangunan jalan di Barnakkoling, yang ada pembangunan parit 200 meter,” ungkapnya kepada Waspada.id. Waspada/Ahmad Cerem Meha

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2