Waspada
Waspada » Tapsel Peroleh Nilai 100 Simulasi Penanggulangan Bencana
Sumut

Tapsel Peroleh Nilai 100 Simulasi Penanggulangan Bencana

Bupati Tapsel diwakili Sekda Parulian Nasution didampingi Dandim 0212/TS Letkol inf. Rooy Chandra Sihombing dan Kapolres AKBP Roman Smaradhana Elhaj melakukan pemeriksaan kesiapan personel dalam Apel Gabungan Karhutla dan Simulasi SAR Bencana Alam. Tapsel Peroleh Nilai 100 Simulasi Penanggulangan Bencana. Waspada/Ist
Bupati Tapsel diwakili Sekda Parulian Nasution didampingi Dandim 0212/TS Letkol inf. Rooy Chandra Sihombing dan Kapolres AKBP Roman Smaradhana Elhaj melakukan pemeriksaan kesiapan personel dalam Apel Gabungan Karhutla dan Simulasi SAR Bencana Alam. Tapsel Peroleh Nilai 100 Simulasi Penanggulangan Bencana. Waspada/Ist

TAPSEL (Waspada): Kabupaten Tapanuli Selatan memperoleh nilai 100 dalam simulasi penanggulangan bencana. Perolehan nilai itu berdasarkan hasil penilaian yang dilaksanakan oleh Mabes Polri.

“Konsekuensi atas penilaian itu, Kodim 0212/TS, Polres dan Pemkab Tapsel harus lebih tanggap dan waspada akan situasi bencana,” ujar Bupati Tapsel diwakili Sekda Parulian Nasution dalam memimpin upacara Apel Gabungan Karhutla dan Simulasi SAR Bencana Alam, di lapangan Brimobdasu Yon C, Kecamatan Angkola Timur, Kamis (8/4).

Dikatakan, dalam kurun waktu belakangan ini telah terjadi beberapa kali bencana di wilayah negeri dan tidak tertutup kemungkinan akan terjadi bencana di wilayah Tapsel. Kemudian dengan adanya kesigapan dan waspada akan bencana maka semua pihak dapat mengantisipasinya.

Menurut Bupati, kebakaran hutan dan lahan berdampak pada rusaknya ekosistem, polusi udara, tersebarnya asap dan emisi gas, hutan menjadi gundul, berkurangnya sumber air bersih dan bencana kekeringan.

Selain itu Karhutla dapat menyebabkan berkurangnya jarak pandang dan terganggunya penerbangan. Untuk mengantisipasi hal tersebut sangat diperlukan langkah-langkah strategis dan taktis.

Katanya, meskipun Pemkab memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bukan berarti seluruh penanggulangan bencana dilakukan oleh pemerintah, namun perlu adanya sinergitas antara elemen masyarakat, lembaga adat, ormas keagamaan, para pemuda, kaum ibu, dan seluruh lembaga usaha yang terkait dengan penanggulangan bencana.

Dalam kegiatan apel gabungan tersebut, simulasi pembuatan posko darurat untuk penyelamatan korban banjir hingga evakuasi dan pemadaman Karhutla juga dilaksanakan dengan tetap dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Hadir dalam Apel gelar pasukan tersebut, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj, Dandim 0212/TS Letkol (Inf) Rooy Chandra Sihombing, Kajari Tapsel Ardian, Danyon 123/RW Mayor (Inf) Goklas Pirtahan Silaban, Danyon C Pelopor Brimobdasu Kompol Buala Zega, Dan Subdenpom 1/2-3 Lettu (CPM) Ongku Siregar.

Selain itu, Kadis Perhubungan Aji Hatorangan, Kasatpol PP Zulkifli Harahap, Kadis Lingkungan Hidup Sahrir Siregar, Kaban Kesbangpol Hamdy S Pulungan, Kadis Kesehatan dr. Sri Khairunnisa, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, Sekretaris BPBD Umar Halomoan Daulay, Camat se Tapsel, dan personel gabungan siaga bencana. (a31)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2