Tanjungtiram Dan Labuhanruku Bagai Lautan Tergenang Pasang

  • Bagikan
TAMPAK ruas jalan protokol Tanjungtiram tergenang air. Waspada/Iwan Has
TAMPAK ruas jalan protokol Tanjungtiram tergenang air. Waspada/Iwan Has

TANJUNGTIRAM (Waspada): Pasang dalam (rob) melanda kawasan pesisir Kabupaten Batubara. Debit pasang kali ini dinilai cukup tinggi menggenangi daratan. Selain itu, tumpukan sampah berserakan setelah pasang surut dan menebarkan bau yang tidak sedap.

“Ini sudah hari kedua pasang menggenangi daratan pesisir. Debitnya juga cukup tinggi, tidak seperti biasa. Sudah 30 tahun saya di sini. Baru sekarang, air pasang masuk ke dalam rumah dengan ketinggian 30 cm,” tukas Usuf salah seorang warga Gang Sepakat Desa Bogak, Kec Tanjungtiram, Jum’at (5/11).

Menurutnya pasang terjadi di waktu Subuh menggenangi kawasan permukiman dan rumah/ruko tempat tinggal/usaha penduduk beserta sarana umum lainnya, baik jalan, kantor dan sekolah. Bahkan desa tempat tinggalnya terlihat bagai lautan karena tergenang pasang.

SAMPAH berserakan di berbagai tempat maupun di jalan Kec Tanjungtiram, setelah pasang surut.Waspada/Iwan Has

Warga mengaku tak dapat menyelamatkan perabotan rumah dan membiarkannya terendam air laut. Hanya membawa pakaian yang melekat di badan serta surat penting dan barang berharga yang dapat dipakai.

“Hanya ini dapat kami bawa keluar. Perabotan rumah tangga apakah kursi, meja dan lemari terendam karena tidak mempunyai waktu untuk diselamatkan, sedangkan ruas jalan yang diharapkan untuk tempat manampung tumpukan barang (perabotan rumah tangga) juga tergenang air, bahkan sebagian titik kondisinya dalam,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut warga tidak dapat berbuat apa-apa, kecuali pasrah membiarkan terendam. “Tilam atau kasur sebagai tempat tidur saja tak tebawa keluar. Apalagi yang namanya lemari, meja dan kursi, bobotnya berat. Mana mungkin ada waktu untuk diselamatkan,”ujar warga lainnya.

Setelah pasang surut menyisakan sampah berserakan diberbagai tempat maupun di ruas jalan yang menebarkan bau tak sedap.

Hal sama diungkapkan Jhon Adek, salah seorang tokoh masyarakat, pasang dinilai cukup tinggi, tidak seperti pasang biasa, namun kali ini masuk ke dalam ruko dan rumah warga, bahkan nyaris menyeberang Jalinsum Labuhanruku. “Pasang kali ini mengingatkan saya seperti terjadi tahun 1957 lalu, kawasan Labuhanruku hingga Tanjungtiram terendam pasang dan terlihat bagai lautan,” ujarnya.

Menurut warga, debit pasang kemungkinan karena musim Angin Barat sehingga berbeda dari pasang biasa. Diperkirakan pasang dalam ini terjadi minimal tiga hari dan debitnya tinggi di waktu Subuh bila dibanding waktu sore.

SALAH satu gedung SD di Tanjungtiram tergenang pasang.Waspada/Iwan Has

Sebagian warga mengatakan, hal itu terjadi berkaitan semakin rendahnya permukaan daratan atau mungkin karena dampak musim penghujan, membuat pasang laut semakin tinggi dan pasang perbani, sejalan semakin punahnya kawasan hutan dan kantong-kantong penyerapan air seperti alur dan anak sungai sebagai dampak perkembangan permukiman penduduk dan pembangunan.

Selain itu, pasang juga menggenangi ruas jalan protokol Kecamatan Tanjungtiram dan sejumlah desa meliputi Bandar Rahmat, Bagan Arya, Pahlawan, Suka Jaya, Bagan Dalam, Suka Maju, Guntung, Labuhanruku, Mesjid Lama, Indrayaman, Dahari Selebar Kec Talawi dan desa pesisir lainnya di Kab Batubara.

Sejauh ini belum ada laporan kerusakan yang dialami warga akibat pasang.(a18)


 

  

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *