Waspada
Waspada » Tangkap Pelaku Persekusi Dan Tutup Permanen Perjudian Di Binjai
Sumut

Tangkap Pelaku Persekusi Dan Tutup Permanen Perjudian Di Binjai

BINJAI (Waspada): Anggota DPRD Binjai dari PKS, Marasonang Lubis, meminta pihak kepolisian menangkap pelaku persekusi terhadap sekelompok umat Islam yang terjadi di lokasi perjudian Pasar VII, Tandem Hilir, Hamparan Perak, Deli Serdang.

“Kasus ini harus ditindak lanjuti dengan serius. Jangan sampai terjadi pembiaran yang akhirnya memicu ketidak kondusifan di Kota Binjai,” tegas Marasonang via selulernya, Kamis (14/5).

Dijelaskan Marasonang, sikap yang dilakukan sekelompok umat Islam untuk memberikan imbauan agar menutup perjudian pastinya ada dasar maupun sebabnya.

“Pergerakan masa seperti ini biasanya akibat rasa yang tidak puas. Artinya, sekelompok umat Islam itu masih banyak mendapat informasi bahwa perjudian bebas beraktivitas. Karena itu mereka bertindak dan akhirnya mendapat perlakuan yang sangat tidak pantas,” ucapnya.

Agar kejadian serupa tidak terulang, lanjut Marasonang, ada baiknya pihak kepolisian bertindak tegas. Selain menangkap pelaku persekusi, polisi harus menutup permanen seluruh lokasi perjudian di Binjai dan sekitarnya.

“Kalau perjudian ini tetap dibiarkan, apalagi buka saat bulan Ramadhan, dikhawatirkan dapat memicu hal-hal yang tidak kita inginkan. Binjai ini kota religius, makanya perjudian harus dibersihkan,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota FPI Kota Binjai yang menjadi korban, Abdul Rahman yang akrab disapa Uncu, berharap semua lokasi perjudian ditutup. “Perjudian harus ditutup. Karena mudarat yang ditimbulkan cukup banyak,” tegas Uncu.

Uncu menambahkan, perbuatan oknum preman yang membekingi lokasi judi itu terlalu berlebihan. “Kita menjunjung tinggi hukum, tetapi mereka tidak. Saat ini banyak masyarakat terutama puak Melayu yang keberatan atas kejadian itu. Tetapi kita masih menahan diri,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sekelompok umat Islam mendatangi lokasi perjudian tembak ikan di Pasar VII, Tandem Hilir, Hamparan Perak, Deli Serdang, Senin (4/5) lalu.

Kedatangan mereka untuk mengimbau agar perjudian ditutup. Namun, belum lagi mengimbau, sekelompok umat Islam langsung disambut puluhan preman yang membekingi lokasi perjudian itu. Tanpa perlawanan, sekelompok umat Islam dipersekusi dan baju mereka dikoyak.

Sejauh ini, kasus persekusi sudah ditangani penyidik Polres Binjai. Enam saksi sudah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Kanit Tipidter Polres Binjai Iptu Dedi, mengaku satu dari enam saksi yang diundang Polres Binjai tidak hadir. “Namanya kurang lengkap, jadi satu saksi belum hadir. Nanti kita susul panggilannya lagi,” ucap Dedi.

Dedi menyebutkan, sejauh ini pihaknya masih mengambil keterangan dari masing-masing saksi. “Nantinya petunjuk video akan kita periksa di labfor,” bebernya. (a03/a34)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2