Tanah Dan Bangunan Di Kawasan Bukit Sipiso-piso Tidak Berizin - Waspada

Tanah Dan Bangunan Di Kawasan Bukit Sipiso-piso Tidak Berizin

  • Bagikan

TANAH KARO (Waspada): Status tanah dan bangunan di kawasan Bukit Sipiso-piso menuju objek wisata Danau Toba, Desa Tongging, Kecamatan Merek dipertanyakan, sebab pemerintah belum mengeluarkan izin tentang pengolahan tanah dan bangunan di kawasan itu.

Camat Merek Bartholomeus Barus S.IP kepada Waspada.id, Jumat (22/10), menjelaskan bahwa seluruh bangunan yang terdapat di area tebing Sipiso-piso menuju kawasan wisata Danau Toba belum memiliki surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan dikhawatirkan akan menjadi polemik di kemudian hari.

“Sampai saat ini status tanahnya belum jelas, tapi perlu kita kordinasikan lagi dengan Dinas Perkim, dan Dinas PU apakah kawasan tersebut dapat dikelola oleh masyarakat,” kata Bartholomeus.

Namun ia menyayangkan tindakan para pengusaha yang telah merusak lingkungan di kawasan tersebut terlebih kawasan Bukit Sipiso-piso yang merupakan area rawan bencana. Selain kondisi tebing yang cukup curam dan rawan longsor, juga baru-baru ini Bukit Sipiso-piso dilanda kebakaran hutan.

CAMAT Merek Bartholomeus Barus S.IP didampingi Bhabim dan Bhabinkamtibmas saat meninjau lokasi pembanguan di kawasan itu. Waspada/Ist

Diketahui, akibat pembangunan diduga tidak sesuai oleh masyarakat di pinggiran tebing, tanpa membuat kontruksi atau tembok penahanannya, beberapa pekan lalu sudah pernah terjadi longsor di kawasan objek waisata Gundaling. Meski tidak ditemukan korban jiwa dalam peristiwa itu, namun tidak kemungkinan akibatnya dapat membahayakan orang lain dan pemilik tempat saat berada di lokasi itu.

“Kegiatan pembangunan dan pengikisan tebing di daerah itu sudah kami hentikan, kami minta kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk terus dipantau,” tambahnya.

Akhir-akhir ini muncul rumor bahwa kawasan itu, sudah dikavlingkan dan dijual di pasaran dengan harga Rp20 juta hingga Rp25 juta pertapak. Harga tersebut tentunya sangat menggiurkan, selain murah, kawasan tersebut sudah dijadikan prioritas pembangunan wisata Nasional Geopark Caldera Toba, terang Bartho.(c02).

  • Bagikan