Taman Bunga Penuh, Taman Hewan Pematangsiantar Sepi Pengunjung
banner 325x300

Taman Bunga Penuh, Taman Hewan Pematangsiantar Sepi Pengunjung

  • Bagikan
Pengunjung memenuhi Taman Bunga atau lapangan Merdeka, Kota Pematangsiantar seperti terlihat pada Minggu (16/5) dan Senin (17/5). Taman Bunga Penuh, Taman Hewan Pematangsiantar Sepi Pengunjung.Waspada/Edoard Sinaga
Pengunjung memenuhi Taman Bunga atau lapangan Merdeka, Kota Pematangsiantar seperti terlihat pada Minggu (16/5) dan Senin (17/5). Taman Bunga Penuh, Taman Hewan Pematangsiantar Sepi Pengunjung.Waspada/Edoard Sinaga

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri, banyak warga menikmati liburannya dengan mendatangi tempat-tempat wisata. Namun, perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H terlihat tidak seperti biasanya, karena hanya Taman Bunga atau Lapangan Merdeka yang dipenuhi pengunjung, sedang Lapangan H. Adam Malik dan Taman Hewan atau Siantar Zoo, Kota Pematangsiantar sepi pengunjung seperti terlihat pada Minggu (16/5) dan Senin (17/5).

Taman Hewan atau Siantar Zoo, Kota Pematangsiantar terlihat sepi dari pengunjung pada Minggu (16/5) dan Senin (17/5), padahal pada tahun-tahun sebelumnya, pada libur lebaran, sudah dipenuhi pengunjung dan kenderaan pribadi dan bus dari luar kota.Waspada/Edoard Sinaga
Taman Hewan atau Siantar Zoo, Kota Pematangsiantar terlihat sepi dari pengunjung pada Minggu (16/5) dan Senin (17/5), padahal pada tahun-tahun sebelumnya, pada libur lebaran, sudah dipenuhi pengunjung dan kenderaan pribadi dan bus dari luar kota.Waspada/Edoard Sinaga

 

Bisa jadi, pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang disebutkan terus meningkat, membuat pemerintah melakukan berbagai ketentuan, seperti pembatasan dan pelarangan kegiatan di lapangan H. Adam Malik, hingga tidak adanya kegiatan di lapangan H. Adam Malik serta penyekatan arus mudik, membuat pengunjung Taman Hewan, hanya warga Pematangsiantar dan sekitar Simalungun.

Meski Taman Hewan sepi pengunjung, pengamanan dan pelaksanaan prorokol kesehatan tetap dipantau pemerintah, di mana Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tetap menempatkan petugasnya untuk memantau pengunjung yang mau masuk ke Taman Hewan. Saat itu terlihat Kasubbid Pencegahan dan Sosialisasi BPBD Pemko Anugrah TB Zendrato bersama rekannya dan anggota TNI terlihat berjaga di depan Taman Hewan.

Menurut Anugrah, hasil pemantauan mereka, para pengunjung yang mau masuk ke Taman Hewan tetap melaksanakan protokol kesehatan, dimana saat masu masuk, pengunjung lebih dulu cuci tangan dan diukur suhu tubuhnya, sedang jumlah pengunjung, sesuai ketentuan sudah sejak pandemi Covid-19 disampaikan kepada pengelola Taman Hewan untuk dibatasi.

“Tanpa ketentuan itu pun sebenarnya, pengunjung Taman Hewan kami lihat jauh berkurang dari tahun sebelumnya, apalagi dengan adanya penyekatan arus mudik lebaran tahun 2021, pengunjung dari luar Pematangsiantar dan Simalungun tidak ada yang datang. Kita lihatlah, berapa pengunjung yang masuk dan berapa yang keluar,” imbuh Anugrah.

Pengelola Taman Hewan tidak ada yang dapat dikonfirmasi saat itu, namun menurut salah seorang pegawai Sudarmanto, biasanya pada saat liburan lebaran, pengunjung perhari bisa mencapai 1.500 orang, karena pengunjung yang datang bukan hanya dari Pematangsiantar dan Simalungun, tapi dari sekitar Sumut dan luar Sumut. “Pengunjung yang datang paling tinggi saat ini dalam satu hari mencapai 500 orang dan kami sudah tidak menjual tiket masuk lagi pada pukul 17:00.”

Ramainya pengunjung Taman Bunga, terutama pada Minggu (16/5) sampai Senin (17/5) mulai pagi sampai malam, dimanfaatkan kenderaan odong-odong untuk mencari penumpang. Akibat banyaknya odong-odong untuk mencari penumpang dan mangkal di sepanjang Jl. WR. Supratman, persis di depan Siantar Hotel yang berada di seberang Taman Bunga, jalan menjadi macet. Apalagi ditambah parkir sepedamotor dan mobil di sepanjang jalan, hingga parkir sepedamotor berlapis dengan odon-odong yang mangkal dan mencari penumpang.

 

Warga yang terhambat melintas akibat kemacetan yang diakibatkan odong-odong itu, menyatakan kekesalannya seperti diungkapkan seorang warga Marga Harahap. “Pihak terkait harus menertibkan odong-odong itu, karena sudah kita lihat sendiri kemacetan yang ditimbulkan odong-odong itu, hingga kita sebagai pengguna jalan menjadi terganggu.

Mangkalnya puluhan odong-odong di sekitar Taman Bunga dan persis di depan hotel yang bersejarah di Pematangsiantar yakni Siantar Hotel, telah membuat estetika kota berubah dan mengganggu arus lalu lintas, sesal Harahap.

“Sejak kapan di sepanjang Taman Bunga itu menjadi pangkalan odong-odong. Kenapa menjadi di sini semua berkumpul. Apa ada rupanya izin mereka beroperasi dan mangkal di sepanjang Jl. WR. Supratman ini,” tanya Harahap.

Odong-odong yang mangkal dan mencari penumpang di sekitar Taman Bunga atau lapangan Merdeka, persis di depan Siantar Hotel, di sepanjang Jl. WR. Supratman, membuat macet arus lalu lintas seperti terlihat pada Minggu (16/5) dan Senin (17/6) sore.Waspada/Edoard Sinaga
Odong-odong yang mangkal dan mencari penumpang di sekitar Taman Bunga atau lapangan Merdeka, persis di depan Siantar Hotel, di sepanjang Jl. WR. Supratman, membuat macet arus lalu lintas seperti terlihat pada Minggu (16/5) dan Senin (17/6) sore.Waspada/Edoard Sinaga

 

Harahap mengharapkan odong-odong itu ditertibkan agar Jl. WR. Supratman sepanjang Taman Bunga itu tidak menjadi pangkalan odong-odong, yang mengganggu arus lalu lintas dan bila terus dibiarkan seperti itu, berarti ada sesuatu di balik semua itu.

Odong-odong yang memiliki berbagai bentuk dan panjangnya berbeda-beda, yang dimodifikasi dari sepedamotor dan mobil itu, terlihat tidak memiliki plat nomor polisi.

Seperti diketahui, Sat Lantas Polres sudah pernah menertibkan odong-odong itu dan menyita odong-odong yang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku seperti undang-undang perlalulintasan. Begitu juga dengan Satpol PP Pemko sudah berkali-kali menertibkan odong-odong itu, namun sesudah beberapa lama ditertibkan, beroperasi lagi.(a28).

 

  • Bagikan