Waspada
Waspada » Taksi Gelap Di Pematangsiantar Manfaatkan Larangan Mudik
Sumut

Taksi Gelap Di Pematangsiantar Manfaatkan Larangan Mudik

 

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Taksi gelap di Kota Pematangsiantar diduga memanfaatkan larangan mudik lebaran untuk mengangkut penumpang yang hendak mudik, setelah pengusaha bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP menghentikan operasional bus mereka.

Taksi gelap yang mangkal di sepanjang Jl. Sisingamangaraja di dekat bekas terminal Sukadame, memanfaatkan kesempatan larangan mudik itu untuk membawa penumpang yang mau ke luar kota, khususnya ke Kota Medan.

Menanggapi ulah taksi gelap itu, Kapolres AKBP Boy Sutan Binanga Siregar menegaskan, Jumat (7/5), pihaknya telah melakukan penjagaan di jalan masuk atau perbatasan setelah adanya larangan terhadap bus AKDP dan AKAP beroperasi pada 6-17 Mei. “Untuk mencegah para pemudik, kita sudah menyiagakan personel untuk melakukan penyekatan terhadap pemudik.”

Terkait adanya taksi gelap yang beroperasi, Kapolres menyatakan pihaknya akan melakukan razia dan bagi pemudik yang ketahuan mau mudik, akan diputarbalikkan kenderaan yang membawa mereka. “Begitu juga dengan pemudik yang menggunakan jalur tikus akan dirazia.”

“Kita akan mencek dan merazia pemudik dengan bantuan personel gabungan lainnya yang telah siaga di pos-pos penyekatan,” tegas Kapolres.

Sementara, para hari kedua pemberlakuan larangan mudik, pihak kepolisian telah memerintahkan putar balik 12 kenderaan yang mau masuk ke Pematangsiantar melalui Pos Pengamanan Simpang Dua.

Informasi dihimpun menyebutkan taksi gelap yang beroperasi dan mangkal di sepanjang Jl. Sisingamangaraja di seberang bekas terminal Sukadame, mematok ongkos Rp 100.000,- per orang dari Pematangsiantar ke Kota Medan.

Menurut salah seorang supir yang busnya tidak beroperasi akibat larangan mudik, Marga Sihombing, biasanya ongkos taksi Rp 50.000,- per orang dari Pematangsiantar ke Medan dan saat ini dipatok Rp 100.000. “Kalau ada penumpang yang perlu ke Medan, mau tak mau harus naik taksi, karena bus tidak ada yang beroperasi.”

Namun, Sihombing berharap calon penumpang agar mempertimbangkan kalau menggunakan taksi gelap, karena calo dan supir taksi gelap tidak bertanggungjawab terhadap penumpang bila terjadi kecelakaan. “Loket taksi gelap pernah tutup dua bulan, karena salah satu mobil taksi gelap mengalami kecelakaan dan mengakibatkan dua orang meninggal.”

Adanya informasi beroperasinya taksi gelap itu, langsung mendapat reaksi dari Sat Lantas Polres dan Dinas Perhubungan Pemko dengan mendatangi lokasi parkir taksi gelap di Jl. Sisingamangaraja, Jumat (7/5) sore dan membubarkan taksi gelap yang sedang mangkal saat itu.

KBO Sat Lantas Iptu Jahrona Sinaga yang memimpin pembubaran mobil pribadi yang digunakan sebagai taksi gelap itu menegaskan taksi gelap itu dibubarkan guna mengantispasi warga yang hendak mudik menggunakan jasa taksi gelap itu.

Selain itu, menurut Jahrona operasi yang mereka lakukan berkaitan dengan Operasi Ketupat Toba 2021, dimana masyakat dilarang mudik, guna menekan penyebaran Covid-19. “Bersama Dishub, kami datang kemari untuk memeriksa kenderaan yang sedang mangkal di sini dan diduga taksi-taksi gelap.”

Menjawab pertanyaan, Jahrona menyebutkan tindakan itu mereka lakukan setelah ada pesan masuk melalui WA Kasat Lantas AKP M. Hasan, yang mempertanyakan mengapa bus bisa berhenti total dan tidak bisa mengangkut penumpang, tapi taksi gelap bisa bebas berkeliaran di bekas terminal Sukadame. “Itu sebabnya, kita bubarkan mobil-mobil pribadi yang mangkal di sini untuk mengantispasi masyarakat yang mau mudik.”

Pada kesempatan itu, Jahrona menghimbau agar masyarakat tidak mudik, karena kenderaan yang mau masuk ke Pematangsiantar dan membawa warga yang mau mudik akan diperintahkan putar balik.(a28/C).

Keterangan foto:

Kapolres Kota Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar, Jumat (7/5) menegaskan pihaknya akan tetap memerintahkan putar balik kenderaan yang membawa warga yang mau mudik, termasuk taksi-taksi gelap yang mangkal di bekas terminal Sukadame dan membawa penumpang yang hendak mudik.(Waspada-Edoard Sinaga).

Pembubaran taksi gelap yang beroperasi di Jl. Sisingamangaraja dan bekas terminal Sukadame, Kota Pematangsiantar, Jumat (7/5) dilakukan Sat Lantas Polres dan Dishub Pemko, dipimpin KBO Sat Lantas Iptu Jahrona Sinaga (kiri).(Waspada-Edoard Sinaga).

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2