Waspada
Waspada » Tak Terjangkau Jaringan Internet Sejumlah Sekolah Madrasyah Di Tapsel Terkendala Terapkan Pola Belajar Daring
Headlines Pendidikan Sumut

Tak Terjangkau Jaringan Internet Sejumlah Sekolah Madrasyah Di Tapsel Terkendala Terapkan Pola Belajar Daring

Plt Kakan Kemenag Tapanuli Selatan Drs H Ikhwan didampingi Kasi Pendidikan Madrasah, Hilman Simanjuntak dan Kasubag Humas Zulfan saat menyampaikan keterangan di Padangsidimpuan. Tak terjangkau jaringan internet, sejumlah Sekolah Madrasyah di Tapsel terkendala terapkan pola belajar Daring. Waspada/Syarif Ali Usman
Plt Kakan Kemenag Tapanuli Selatan Drs H Ikhwan didampingi Kasi Pendidikan Madrasah, Hilman Simanjuntak dan Kasubag Humas Zulfan saat menyampaikan keterangan di Padangsidimpuan. Tak terjangkau jaringan internet, sejumlah Sekolah Madrasyah di Tapsel terkendala terapkan pola belajar Daring. Waspada/Syarif Ali Usman

P. SIDIMPUAN (Waspada): Tak terjangkau jaringan internet, sejumlah Sekolah Madrasyah di Tapsel terkendala terapkan pola belajar Daring.

“Karena tidak terjangkau jaringan internet, pihak sekolah terpaksa menerapkan pola belajar Luring,” ujar Plt Kakan Kemenag Tapsel Drs H. Ihwan didampingi Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad), Hilman Simanjuntak di Padangsidimpuan, Jumat (23/10).

Dikatakannya, daerah Tapsel sekarang ini merupakan daerah pinggiran Kabupaten Tapanuli Selatan sebelum di mekarkan menjadi 4 daerah kabupaten dan satu Pemerintah Kota. Sehingga sekolah madrasyah yang berada di bawah naungan Kemenag Tapsel umumnya berada di pinggiran dan tak terjangkau jaringan internet.

“Sebagian kecamatan memang punya jaringan, namun sangat lelet. Hanya sekitaran Kecamatan Batang Angkola dan Batang Toru yang mempunyai jaringan memadai,” ungkap Ikhwan.

Meskipun begitu, ujar Plt Kakan Kemenag yang juga turut didampingi Kasubag Humas Zulfan dan Kasi Pendidikan Agama dan Keagaman Islam (Pakis), H. Ilman M. Akhyaruddin S HI, protokol kesehatan (Prokes) tetap dapat diterapkan dengan ketat.

Dalam pola belajar Luring atau tatap muka langsung, ujar Ikhwan, sebagian sekolah menerapkan guru bidang studi mendatangi murid dan belajar di lapangan terbuka di desa murid tersebut dan saat proses belajar mengajar berlangsung tetap mematuhi Prokes.

Sebagian sekolah lagi menerapkan pola Luring dengan cara membagi murid perkelas, di mana jumlah murid dibagi, sehingga jarak antar murid saat belajar memenuhi Prokes. Akibat dari hal itu, dalam satu mata pelajaran terpaksa dilaksanakan dalam dua gelombang atau dalam dua shift.

“Proses belajar pada sekolah yang berada di bawah naungan Kemenag tetap berjalan namun karena Pandemi Covid-19, jam belajar dikurangi,” terang Ikhwan.

Untuk saat ini, jumlah siswa sekolah di bawah naungan Kemenag Tapsel sebanyak 8.154 siswa yang terdiri dari 4 Madrasyah Ibtidaiyah Negeri (MIN) dan 4 Madrasyah Ibtidaiyah Swasta, 4 Madrasyah Tsanawiyah Negeri dan 24 Madrasyah Tsanawiyah Swasta serta 2 Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) dan 18 Madrasyah Aliyah Swasta (MAS).

Dikatakannya, berkat kepatuhan pihak sekolah dalam menerapkan Prokes hingga kini belum ada siswa dan guru Madrasyah di Tapsel yang terpapar Pandemi Covid-19. Yang menjadi kendala hanya pulsa internet untuk guru-guru madrasyah pada sekolah yang melaksanakan pola Daring seperti di Batang Angkola dan Batang Toru,

Meskipun hanya pulsa, ujar Ihwan, namun biaya yang harus ditanggung para guru itu cukup memberatkan terutama guru honor. Sedangkan biaya yang timbul dalam pelaksanaan Luring atau guru mendatangi murid dapat dikategorikan berupa risiko kerja pada masa pandemi.

Selain membicarakan Prokes dalam proses belajar, Plt Kemenag juga menjelaskan penerapan Prokes di lingkungan kantor. Katanya, seluruh jajaran staf dan pegawai di Kantor tersebut komit dalam penerapan Prokes.

Fasilitas yang ada dalam lingkungan kantor itu termasuk dua unit tempat cuci tangan yang ditempatkan di dua pintu masuk, wajib pakai masker termasuk tamu atau warga yang mempunyai urusan dengan kantor dan menjaga jarak., tutupnya.(a31)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2