Waspada
Waspada » Tak Tahan Perlakuan Anak Kandung, Janda Tua Buat Laporan Polisi
Headlines Sumut

Tak Tahan Perlakuan Anak Kandung, Janda Tua Buat Laporan Polisi

Masliana br Munthe, 55, warga Kamp Jawa Desa Kuala Bangka Kec. Kualuh Hilir, Labura. Tak Tahan Perlakuan Anak Kandung, Janda Tua Buat Laporan Polisi. Waspada/Ist
Masliana br Munthe, 55, warga Kamp Jawa Desa Kuala Bangka Kec. Kualuh Hilir, Labura. Tak Tahan Perlakuan Anak Kandung, Janda Tua Buat Laporan Polisi. Waspada/Ist

AEK KANOPAN (Waspada): Merasa tak tahan dengan perlakuan kasar oleh anak kandungnya terhadap dirinya, Masliana br Munthe, 55, warga Kuala Bangka Kecamatan Kualuh Hilir membuat laporan ke Mapolsek Kualuh Hilir Labuhanbatu Utara.

Hal tersebut sesuai dengan STPL nomor: 28/III/2021/SU/RES LB/SEK KL HILIR tanggal 12 Maret 2021 dengan dugaan tindak pidana pencurian di areal kebun milik anak perempuannya Irma Suryani br Matondang yang telah menghibahkan sepenuhnya kepada Masliana br Munthe untuk mengambil hasil yang ada di atasnya guna memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari.

Masliana br Munthe bercerita kepada Waspada.id, Rabu (24/3) ikhwal sampai dirinya bersikeras membuat laporan polisi terhadap anak kandungnya sendiri.

Surat perjanjian dan pernyataan antara Masliana br Munthe dan anak kandungnya JM. Waspada/Ist
Surat perjanjian dan pernyataan antara Masliana br Munthe dan anak kandungnya JM. Waspada/Ist

“Saya sudah tak tahan nak, bukan kali ini saja dibuatnya seperti ini, sebelumnya tahun 2015 saya pernah diusir dari rumah karena dia menuntut bagian warisan dari almarhum suami saya, saya berikan sebanyak 17 juta dengan perjanjian yang dibuat dan diketahui Kepala Polmas Desa Kuala Bangka bahwa dia tidak lagi menuntut dan tidak tinggal di rumah lagi bersama saya,” terangnya.

Tak cukup sekali, perlakuan yang sama kembali diulang oleh JM, 26, pada Januari 2020. Kepala Desa Kuala Bangka membuat suatu perjanjian kembali antara ibu dan anak kandung ini. Di mana dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa JM tidak lagi tinggal bersama ibu dan adiknya serta tidak akan mengganggu dan membuat ancaman kepada ibu dan adiknya.

Surat perjanjian dan pernyataan antara Masliana br Munthe dan anak kandungnya JM. Waspada/Ist
Surat perjanjian dan pernyataan antara Masliana br Munthe dan anak kandungnya JM. Waspada/Ist

“Sudah dua kali kami buat perjanjian sama dia di Kepala Desa dan Polmas, tapi tetap saja kami diganggunya, terakhir ini di tebangnya semua pohon kayu yang ada di kebun untuk dibuatnya papan dan broti tanpa izin saya, selain itu semua hasil kebun yang ada di lahan itu dijual dan tidak dibagi kepada saya dan adiknya, padahal hasil kebun itu untuk biaya hidup kami diberikan anak saya yang sekarang bekerja di Malaysia,” ujar Masliana.

Merasa takut akan perlakuan kasar anak kandungnya sendiri dan merasa terancam keselamatannya akhirnya Masliana br Munthe beserta anak perempuannya memutuskan untuk pergi dari rumahnya di Dusun Kampung Jawa Desa Kuala Bangka Kecamatan Kualuh Hilir dan mengontrak rumah di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan Labura.

Sayangnya, setelah 12 hari menerima laporan ini, pihak Mapolsek Kualuh Hilir belum berbuat banyak. Hal tersebut terlihat dari keterangan Kapolsek Kualuh Hilir AKP Krisnat Indratno Napitupulu SH MH sewaktu dimintai keterangan terkait perkembangan kasus dari laporan ini, Rabu (24/3), menjawab singkat.
“Saya cek dulu penyidiknya ya bang,” jawabnya.(cim)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2