Waspada
Waspada » Tahun Baru Islam 1442 H Momentum Intropeksi Diri
Sumut

Tahun Baru Islam 1442 H Momentum Intropeksi Diri

P.SIDIMPUAN (Waspada) : Ketua Majelis Ulama Indoensia (MUI) Kota P.Sidimpuan Ustad Drs H Zulfan Efendi Hasibuan MA mengajak umat muslim untuk menjadikan peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1442 sebagai momentum muhasabah (intropeksi diri).

Demikian antara lain isi ceramah Ketua MUI Kota P.Sidimpuan Ustad Drs H Zulfan Efendi Hasibuan MA pada Tabligh penyambutan Tahun Baru Islam 1442 H di aula Kantor MUI, Jl. HT.Rizal Nurdin, Palampat P.Sidimpuan, Senin (31/8).

Tablig dengan peserta Jemaah tabligh, Badan Kontak Majelis Taklim P.Sidimpuan, MUI Kecamatan, dai dan pedagang dibuka Walikota P.Sidimpuan Irsan Efendi Nasution dan dihadiri Kapolres P.Sidimpuan AKBP Juliani Prihartini dan Kakan Kemenag P.Sidimpuan Syarifuddin Siregar.

Zulfan Efendi Hasibuan menjelalskan, momen pergantian Tahun Baru Islam harus menjadi renungan bagi setiap umat untuk melakukan intropeksi dalam memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik sebagaiman diajarkan dalam Agama Islam.

“ Barang siapa hari ini lebih baik dari kemarin, maka ia beruntung. Barang siapa hari ini sama seperti kemarin, maka ia merugi. Barang siapa hari ini lebih buruk dari kemarin, ia celaka,” jelas Ketua Umum MUI Kota P.Sidimpuan.

Dalam kajian sejarah, lanjut Ketua MUI, perhitungan Tahun Baru Hijrah dimulai pada saat Hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah.

Tahun Baru Hijrah ini sendiri ditetapkan pada saat kepemimpinan Sahabat Rasulullah, Umar bin Khattab RA.

Ketika itu, ungkapnya banyak muncul ide dari kalangan Sahabat Rasulullah. Dari keseluruhan ide, secara aklamasi usul dari Ali Bin Abi Thalib yang disepakati, yaitu saat dimulainya Rasulullah dan para Sahabat berhijrah dari Mekkah ke Madinah.

Dari pandangan ulama, ungkapnya, ada 3 faktor yang menuntut seseorang untuk melakukan hijrah dari tempat yang satu ke tempat yang lain.Pertama, apabila ada suatu kita tidak nyaman untuk beribadah disuatu daerah atau wilayah.

Kemudian Berada ditempat terisolir dan ketika suatu negara tidak memberikan ruang bagi umat untuk menjalakan ibadah.

“Kalau sistem negara tidak membuat kita nyaman beribadah, maka pindahlah”, tegas Ustadz Zulpan.

Sedangkan dalam melakukan perubahan paparnya ada 3 kunci perubahan menurut Muhammad Ibrahim Syaqrah yakni ibadah (iman dan taqwa kepada Allah SWT). Kemudian ukhuwah (persatuan/ persaudaraan) dan perbaikan ekonomi umat.

Walikota P.Sidimpuan Irsan Efendi Nasution menuturkan dengan dicabutnya maklumat Kapolri tentang larangan berkumpul dalam adaptasi kebiasaan baru, maka sudah boleh melakukan kegiatan, namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Atas nama Pemerintah Kota P.Sdimpuan mengapresiasi kegiatan Tabligh penyambutan Tahun Baru Islam yang dilaksanakan MUI dengan menerapkan protokol kesehatan. Semoga kegiatan keagaaman ini diberkahi Allah SWT”, katanya. (a39/B).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2