Waspada
Waspada » Tahanan Rusuh, Rutan Kabanjahe Terbakar
Headlines Sumut

Tahanan Rusuh, Rutan Kabanjahe Terbakar

Situasi luar bagunan Rutan yang terlihat kepulan asap dan hujan batu sehingga petugas yang mencoba masuk Rutan harus pakai helm.Waspada/Panitra Nedy
Situasi luar bagunan Rutan yang terlihat kepulan asap dan hujan batu sehingga petugas yang mencoba masuk Rutan harus pakai helm.Waspada/Panitra Nedy

KABANJAHE (Waspada): Ratusan penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kabanjahe rusuh yang mengakibatkan petugas dilempari batu dan sejumlah bangunan penjara terbakar, Rabu (12/2) siang.

Salah seorang tahanan berinisial SS kepada sejumlah wartawan pasca diamankan di luar tembok Rutan menyebutkan, sepengetahuannya peristiwa terjadi berawal dari permintaan seorang tahanan yang dirantai untuk buang hajat dan pipis ke kamar mandi, tetapi permintaannya sejak pagi hingga usai makan siang, tidak direspon petugas Rutan.

Setahu bagaimana, timbullah kerusuhan dan amukan tahanan lainnya yang mengakibatkan pelemparan benda-benda keras berupa batu ke petugas, singkatnya.

Situasi di dalam Rutan setelah pecah kerusuhan, ember, batu dan galon minuman mineral berserak di lapis terali besi kedua.Waspada/Panitra Nedy
Situasi di dalam Rutan setelah pecah kerusuhan, ember, batu dan galon minuman mineral berserak di lapis terali besi kedua.Waspada/Panitra Nedy

Pantauan Waspada yang sempat masuk ke gedung Rutan bersama Kabag Ops Polres T. Karo Kompol Zulkarnaen dan Kasat Sabhara AKP B. Lumban Raja yang berusaha menenangkan situasi dari amukan tahanan, namun mereka terpaksa mundur dan menghindar dari lemparan batu.

Berselang beberapa menit, setelah kedua perwira Polres Karo ini keluar gedung tahanan, material batu mulai terlihat melayang ke atap bangunan, sementara petugas penjara masih bertahan di dalam.

Dari luar penjara terlihat batu-batu melayang, sebagian jatuh di pelataran parkir Rutan yang menyebabkan pemilik kendaraan terpaksa menggesernya guna menghindari batu dari dalam Rutan.

Begitupula warga yang bermukim di sekitar Rutan, mereka memilih mengurung diri di rumah bersama keluarganya dari sasaran lemparan batu para tahanan.

Situasi makin tegang setelah personel Kepolisian Resort Tanah Karo tidak mampu meredam situasi karena selain batu makin banyak dilempar keluar, asap dari kobaran api makin membuat terganggunya pandangan petugas untuk masuk ke dalam bangunan.

Personel TNI saat menjaga tahanan di dalam area Rutan pasca kerusuhan.Waspada/Panitra Nedy
Personel TNI saat menjaga tahanan di dalam area Rutan pasca kerusuhan.Waspada/Panitra Nedy

Kondisi makin parah setelah dua butir peluru gas air mata pecah di luar Rutan yang menyebabkan sejumlah siswa SMP Kemala Bhayangkari Kabanjahe yang saat itu mengambil masa istirahat, tiba-tiba histeris karena gas air mata pecah di halaman sekolah.

Sementara peluru gas air mata satunya lagi pecah di luar pagar dekat gerbang sekolah yang menyebabkan beberapa wartawan dan petugas Kepolisian termasuk Wakapolres T. Karo Kompol H. Panggabean mengalami perih pada matanya dan segera mendapatkan air bersih untuk membasuh wajah.

Diduga, kedua peluru gas air mata itu berasal dari Rutan yang dilepaskan petugas namun sebelum pecah, tahanan masih sempat melemparnya kembali keluar gedung.

Kedatangan tiga unit pemadam kebakaran milik Pemkab Karo untuk menjinakkan api yang saat itu makin membesar, terkendala karena dihalangi atap bangunan, sehingga air yang dipompa tidak dapat menyentuh titik api dalam proses pemadaman.

Tidak berapa lama setelah pecah gas airmata di luar Rutan, personel Kodim 0205/T. Karo dan pasukan dari Yonif 125/Si’Mbisa bersenjata lengkap disusul Polisi, langsung menerobos hujan batu dan pekatnya asap dari kobaran api yang melahap bangunan dan menghalangi jarak pandang mereka.

Setelah terdengar beberapa kali sura tembakan dari dalam Rutan, aksi melempar batu dari dalam Rutan keluar mulai mereda dan perlahan berhenti.

Aktivitas petugas saat mengevakuasi tahanan dari Rutan untuk dipindahkan ke Mapolres T. Karo disaksikan masyarakat.Waspada/Panitra Nedy
Aktivitas petugas saat mengevakuasi tahanan dari Rutan untuk dipindahkan ke Mapolres T. Karo disaksikan masyarakat.Waspada/Panitra Nedy

Upaya maksimal petugas TNI, Polri dan petugas Rutan saat itu berhasil meredam kerusuhan dan petugas mulai mengevakuasi tahanan melalui pintu samping pos jaga sebelah Utara untuk dipindahkan ke penjara Polres Tanah Karo untuk sementara waktu, menggunakan mobil Polisi dan Kejaksaan untuk menghindari adanya korban jiwa.

Sebelum semuanya dipindahkan, para tahanan dijejerkan di bagian luar tembok Rutan yang dijaga Polisi, TNI dan petugas Rutan.

Menurut Wakapolres Karo Kompol H. Panggabean saat berdialog dengan Kepala Divisi Pemasyarakatan Sumut, Mhd. J Sitepu, Kasdim 0205/T. Karo Mayor Inf D. Marpaung, Wadanyon 125/Si’Mbisa Mayor Inf Irwansyah, bahwa penjara di Mapolres Karo tidak muat jika semua tahanan Rutan dipindah sementara di sana.

Hasil perbincangan mereka sementara di luar tembok Rutan, bahwa sebagian tahanan dititip di Mapolres Karo, sebagian lagi dititip di Kodim 0205/T. Karo dan sebagian lagi dipindah ke Rutan Sidikalang, sebab Rutan Kabanjahe sudah over kapasitas dengan lebih 400 orang tahanan.

Petugas TNI/Polri menjaga tahanan di luar tembok Rutan sebelum dipindah ke penjara titipan sementara.Waspada/Panitra Nedy
Petugas TNI/Polri menjaga tahanan di luar tembok Rutan sebelum dipindah ke penjara titipan sementara.Waspada/Panitra Nedy

Kasdim 0205/T. Karo Mayor Inf D Marpaung didampingi Wadanyon 125/Si’Mbisa Mayor Inf Irwansyah kepada Waspada mengatakan, personel TNI dari Kodim 0205/T. Karo dan Yonif 125/Si’Mbisa dikerahkan dalam pengamanan itu sebanyak 145 personel.

Pengerahan bantuan ini atas permintaan pihak kepolisian dalam rangka pengamanan kerusuhan di Rutan.

Ditambahkan Wadanyon, dalam misi pengamanan atas kerusuhan dan pembakaran bangunan Rutan itu, seorang anggotanya mengalami cidera di bagian kepala akibat lemparan batu saat melakukan misi, tetapi setelah kondisi aman, anggota langsung mendapat perawatan dari tim kesehatan, jelasnya.

Setelah situasi aman dan tahanan berhasil dievakuasi seluruhnya, terlihat sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan sisa terbakarnya gedung. Namun belum ada keterangan resmi dari Kepala Rutan Kelas II B Kabanjahe, terkait insiden ini.

Akibat peristiwa ini, arus listrik juga sempat terputus dan jalan raya di seputaran tugu bambu runcing juga sempat macat karena pengemudi menghentikan kendaraannya akibat jalan sempit dikerumuni masyarakat yang menyaksikan peristiwa dari jauh, walaupun saat petugas lalulintas berusaha mengatur Lalin di sana. (cpn)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2