Waspada
Waspada » Syahrul Pasaribu Silaturahmi Ramadhan Ke Muara Batangtoru
Sumut

Syahrul Pasaribu Silaturahmi Ramadhan Ke Muara Batangtoru

Syahrul Pasaribu (belakang putih) bersama pimpinan Ponpes Baburrahman, para penghapal Qur'an dan anak yatim di Silaturahmi Ramadhan. Waspada/Sukri Falah Harahap
Syahrul Pasaribu (belakang putih) bersama pimpinan Ponpes Baburrahman, para penghapal Qur'an dan anak yatim di Silaturahmi Ramadhan. Waspada/Sukri Falah Harahap

 

TAPSEL (Waspada): Meski sudah menuntaskan 10 tahun masa jabatannya, Bupati Tapanuli Selatan periode 2010-2015 dan 2016-2021 Syahrul M. Pasaribu tetap setia menjaga jalinan silaturahmi dan mengabdikan diri untuk masyarakat kampung halamannya.

Pada Ramadhan 1442 H atau 2021 M ini, Syahrul bersama beberapa orang rombongan melaksanakan kegiatan Silaturahmi Ramadhan. Diawali dari Pondok Pesantren Baburrahman Desa Tarapung Raya, Kecamatan Muara Batangtoru, Sabtu (24/4).

Menurut Syahrul, ikatan persaudaraan, kedekatan bathin dan jalinan silaturrahim yang sudah baik selama ini harus tetap dipelihara. Silaturrahmi seperti ini sudah sejak lama dilakukannya di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun yang dua periode menjadi Daerah Pemilihan menjadi anggota DPRD Sumut.

“Silaturahmi Ramadhan dengan masyarakat Tapsel ini juga saya lakukan dengan masyarakat Siantar dan Simalungun yang sudah dua kali mendudukkan saya di DPRD Sumut. Silaturrahmi sudah menjadi kebutuhan hidup saya,” jelas Syahrul Pasaribu.

Artinya, Silaturahmi Ramadhan ini sudah terencana sejak lama. Siapapun kepala daerah yang terpilih di Pilkada Tapsel kemarin, dia tetap melaksanakan kegiatan ini. Karena panggilan jiwa menjaga silaturahmi dan pengabdian bagi kampung halaman adalah obsesi kehidupan.

Syahrul menjelaskan ada kenangan indah saat awal kepemimpinanya bersama Ponpes Baburrahman. Tahun 2011 atau saat didirikannya Ponpes ini, Syahrul yang meletakkan batu pertama pembangunan asrama santri.

“Santri Ponpes ini awalnya 60 orang. Selain memperdalam ilmu agama Islam juga sebagai penghapal atau hafiz Al Qur’an. Saya yakin suatu saat pesantren ini akan menciptakan generasi muda Islami yang berkarakter dan berprestasi,” katanya.

Hasilnya, kurun waktu beberapa tahun terkahir ini, santri Ponpes Baburrahman yang menjadi kafilah Kecamatan Muara Batangtoru di Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kabupaten selalu menjadi juara.

“Bismaini juara Tahfidz putri MTQ 2018 meraih hadiah umroh dari keluarga Syahrul Pasaribu. Akbar juara Tahfidz putra MTQ 2019 meraih umroh Bank Sumut dan Ulfa juara Tafsir putri MTQ 2020 peraih umroh dari APBD. Akbar dan Ulfa belum berangkat karena situasi masih Pandemi Covid-19,” jelasnya.

Pada Silaturahmi Ramadhan ini Syahrul Pasaribu menyerahkan zakat harta sebesar Rp10 juta kepada Ponpes Baburrahman. Kemudian menyantuni 16 santriwati penghapal Qur’an dan delapan orang anak yatim.

Kepada penghapal Qur’an, Syahrul berpesan agar terus belajar dan mengikuti tuntunan para guru. Selain itu, pengasuh pesantren diminta mendidik generasi muda Islami dengan sebaiknya. Anak yatim piatu agar mendoakan orangtua.

Tak lupa Syahrul juga mohon didoakan agar dia dan keluarga selalu sehat dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Sekaligus meminta agar pesantren dalam setiap aktifitasnya selalu menjaga Protokol Kesehatan agar tidak terpapar Covid-19.

Diceritakan Syahrul, awal berdirinya, jumlah santri pondok pesantren ini sangat minim. Namun, sejalan dengan akselerasi pembangunan yang dilakukan Pemkab Tapsel, jumlah santri bertambah menjadi ratusan orang.

Abdurrahman Tanjung selaku pendiri dan pimpinan Ponpes Baburrohman berterimakasih banyak kepada Syahrul Pasaribu. Karena saat kepemimpinannya sebagai Bupati Tapsel telah mengalokasikan program pembangunan ke wilayah itu.

“Tadinya jalan ke sini sulit dilalui, lokasi ini terkesan terpencil dan mengurangi minat santri bersekolah di pesantren ini. Secara bertahap Pemkab Tapsel dibawah pimpinan Bupati Syahrul Pasaribu melakukan pembangunan jalan. Santri kita saat ini 260 orang,” katanya.

Abdurrahman sebagai kepala desa/dusun pertama Desa Tarapung Raya menceritakan, dulu dari Pasar Batangtoru ke tempatnya butuh waktu 2 sampai 3 jam. Sekarang setelah adanya pembangunan jalan, tak sampai 1 jam.

Ditambahkannya, santri Ponpes Baburrohman selalu terpilih menjadi utusan kecamatan ke MTQ tingkat kabupaten dan banyak yang menjuarai cabang yang diikuti. Bahkan saat ini saja ada yang menjadi utusan Tapsel ke tingkat Provinsi.

Di kesepatan ini hadir juga Parlaungan Sitanggang, seorang pembuka kampung Tarapung Raya yang masih hidup. Dijelaskan, desa ini dibuka tahun 1975 dan satu diantara yang membukanya adalah ayah dari Abdurrahman atau pendiri Ponpes Baburrahman.

“Diberi nama Tarapung Raya karena dulunya kawasan ini tanah gambut yang tak pernah kering. Dulu, untuk ke Hutaraja yang kini jadi ibukota kecamatan hampir 1 jam, sekarang 10 menit. Saya saksi pembangunan jalan semakin baik setelah Tapsel dipimpin Syahrul,” tegasnya.

Sitanggang menambahkan, jembatan ke kampung mereka dibangun PT. MIR dan SKL berkat dorongan Pemkab Tapsel dipimpin Syahrul. Bahkan di akhir jabatan Bupati Tapsel masih mengalokasikan pembangunan hotmix yang sekarang sedang akan dikerjakan.

“Terimakasih karena banyak melakukan percepatan pembangunan ke wilayah kami, walaupun belum sempurna secara keseluruhan. Saya saksi yang melihat dan merasakannya. Mohon jangan berhenti mengabdikan diri dan memberi saran-saran, ” ujar pria berusia 72 tahun itu. (a05)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2