Waspada
Waspada » Syahrul Pasaribu Silaturahmi Ramadhan Di Batangtoru
Sumut

Syahrul Pasaribu Silaturahmi Ramadhan Di Batangtoru

SYAHRUL M. Pasaribu pada Silaturahmi Ramadhan, serahkan zakat harta kepada nazir dan pengurus persulukan Masjid Al Abror Desa Hutabaru Siagian, Kecamatan Batangtoru. Waspada/Ist
SYAHRUL M. Pasaribu pada Silaturahmi Ramadhan, serahkan zakat harta kepada nazir dan pengurus persulukan Masjid Al Abror Desa Hutabaru Siagian, Kecamatan Batangtoru. Waspada/Ist

 

TAPSEL (Waspada): Bupati Tapanuli Selatan periode 2010-2015 dan 2016-2021 Syahrul M. Pasaribu mengadakan Silaturahmi Ramadhan bersama nazir dan jamaah Masjid Al Abror Desa Hutabaru Siagian, Kecamatan Batangtoru, Minggu (2/5) malam.

Kedatangan politisi Partai Golkar ini disambut hangat dan dielu-elukan jamaah. Ternyata, Syahrul berperan sangat besar membangun Masjid Al Abror di pinggir Jalinsum jurusan Sidimpuan-Batangtoru ini, mulai dari bangunan papan tua sampai mejadi permanen.

“Pak Syahrul sudah akrab dengan kami sejak awal tahun 2010. Beliau dan keluarga banyak membantu pembangunan masjid ini. Apalagi sepanjang 10 tahun menjabat Bupati Tapsel, kami sangat terayomi,” kata Kurusu Zein Siregar, 80.

Tokoh masyarakat yang rumahnya berada di seberang Masjid Al Abror ini menambahkan, sebelumnya desa mereka itu terbagi dua, Hutabaru dan Siagian. Selanjutnya disatukan menjadi Desa Hutabaru Siagian.

Kurusu Zein menjadi saksi perkembangan pembangunan Desa Hutabaru Siagian dari tahun ke tahun, kususnya 10 tahun terakhir ini. Seperti pembangunan Masjid Al Abror dan tempat persulukan di belakangnya.

Senada dikatakan tokoh adat sekaligus nazir, Sutan Kasahatan Siregar, 62. Dijelaskannya, penduduk desa ini mayoritas petani. Pemkab Tapsel dipimpin Syahrul memberi perhatian cukup besar terhap pembangunan sarana prasarana pertanian warga desa ini.

“Alhamdulillah, berkat pembangunan saluran irigasi dan pipanisasi, kebutuhan air sawah dan kebutuhan sehari-hari masyarakat bisa disebut masih berlebih. Jalan menuju ke sawah dan kebun sudah cukup baik,” katanya.

Sutan Kasahatan menjelaskan, tahun 2010, Syahrul Pasaribu datang ke desa itu dan shalat di Masjid Al Abror yang mulai rusak. Material konstruksi papan sudah tua dan disokong beberapa tiang kayu. Dari badan jalan, harus menuruni beberapa anak tangga.

Tahun 2011 atau awal jabatannya sebagai bupati, Syahrul memimpin Safari Ramadhan Pemkab Tapsel di masjid ini. Mulai dari sanalah rehab total masjid dilakukan. Anggaran bersumber dari Syahrul bersama keluarga dan beberapa kali ditampung di APBD Tapsel.

“Masjid Al Abror sekarang sudah menjadi persinggahan musyafir atau umat Islam yang sedang perjalanan dari Sidimpuan ke Sibolga dan sebaliknya. Tempat parkir sudah ada dan diterangi lampu jalan tenaga surya bantuan Gus Irawan Pasaribu,” ujarnya.

Syahrul M. Pasaribu berterimakasih banyak atas sambutan nazir dan jamaah Masjid Al Abror Hutabaru Siagian. Kedatangannya ini dalam rangka Silaturahmi Ramadhan yang bertujuan memperkuat ikatan persaudaraan dan memakmurkan masjid.

Selama Bupati Tapsel, dia terdorong untuk membantu pembangunan masjid yang lokasinya refresentatif di pinggir koridor jalan raya padat lalulintas. Tujuannya memberikan kemudahan dan kenyamanan beribadah bagi musyafir atau pelaku perjalanan.

Seperti masjid yang ada di koridor jalan utama dari batas Sidimpuan-batas Tapteng, batas Sidimpuan-batas Taput, Pal XI-batas Paluta, Sipirok-Aek Bilah, Batangtoru-batas Madina dan batas Sidimpuan-batas Madina.

“Ramadhan ini, saya sudah bersilaturahmi dengan saudara kita di 11dari 15 kecamatan se Tapsel. Insya Allah, beberapa hari ke depan saya di Siantar dan Simalungun. Juga Silaturahmi Ramadhan bersama saudara-saudara kita di sana,” katanya.

Mengenai pembangunan dilaksanakan Pemkab Tapsel kurun waktu 10 tahun terakhir dan hasilnya sudah dinikmati masyarakat, Syahrul bersyukur karena bisa memberikan yang terbaik di kampung halamannya.

“Apabila masih ada yang tidak puas dengan program pembangunan yang dijalankan, itu manusiawi. Hal yang pasti kita sudah berusaha maksimal dan sedayaupaya. Biarlah rakyat da tanah Tapsel menjadi saksi,” ujarnya.

Kepada anak yatim piatu, Syahrul minta jangan sesali hidup kenapa harus kehilangan ayah atau ibu. Tetap semangat, do’akan orangtua dan ambil hikmah dibalik takdir ini. “Yakinlah anak-anakku, Allah telah mengataur yang terbaik bagi kalian,” kata Syahrul.

Selain menyantuni anak yatim piatu dan berbuka puasa serta shalat berjamaah, Syahrul Pasaribu menyerahkan zakat harta untuk membantu pembangunan Persulukan Al Abror yang berada di belakang masjid itu. (a05)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2