Waspada
Waspada » Syahrul: Membangun Tapsel, Saya Dibantu Wartawan
Sumut

Syahrul: Membangun Tapsel, Saya Dibantu Wartawan

BUPATI Tapsel dua periode Syahrul M Pasaribu bersama wartawan saat silaturahmi akhir masajabatan di salah satu cefe kawasan Jalan Kenanga, Padangsidimpuan. Waspada/Ist
BUPATI Tapsel dua periode Syahrul M Pasaribu bersama wartawan saat silaturahmi akhir masajabatan di salah satu cefe kawasan Jalan Kenanga, Padangsidimpuan. Waspada/Ist

P SIDIMPUAN (Waspada): Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) periode 2010-2015 dan 2016-2021 H Syahrul M Pasaribu SH menyebut wartawan berkotribusi sangat besar dalam akselerasi percepatan pembangunan di Tapsel.

“Saya akui, sukses pembangunan yang dicapai Tapsel saat ini antara lain berkat bantuan wartawan. Saran saya bagi kepala daerah yang ingin sukses kepemimpinannya, rangkul wartawan dan libatkan mereka dalam program pembangunan,” pesannya.

Syahrul didampingi Ketua TP PKK Tapsel periode 2010-2015 dan 2016-2021 Syaufia Lina mengatakan itu pada silaturahmi akhir masa jabatan bersama insan pers dan organisasi pemuda di salah satu caf kawasan alan Kenanga, Padangsidimpuan, Sabtu (20/2) malam.

Hadir Ketua DPRD Tapsel Husin Sogot Simatupang dan anggota Basit Dalimunthe.

Ketua PWI Tabagsel Sukri Falah Harahap bersama pengurus dan wartawan.

Ketua Karang Taruna Tapsel BangunRitonga, pengurus KNPI dan pimpinan OPD Tapsel.

Kata Syahrul, pers atau wartawan merupakan pilar keempat demokrasi.

Artinya, selain eksekutif, legislatif dan yudikatif ada wartawan sebagai pilar keempat dalam membangun negara dan rakyatnya.

“Tanpa berita wartawan, masyarakat luas dan pemerintah atasan tidak akan tahu apa saja pembangunan dan program pemerintahan yang kita perbuat. Dari berita wartawan, pemerintah atasan akan tahu apa hal mendesak yang kita butuhkan,” jelas Syahrul.

Dicontohkan, di awal kepemimpinannya, Pemkab Tapsel dan masyarakat sudah sangat terbantu berkat pemberitaan wartawan.

Yakni kecelakaan bus ALS memakan korban puluhan jiwa di Jalinsum Aek Latong yang rusak parah akibat berada di atas patahan bumi.

Wartawan memberitakannya hingga viral sampai ke mancanegara.

Sesegera mungkin Kementerian PU dan Komisi V DPR RI mengalokasikan anggaran Rp65 miliar untuk memindahkan jalur yang sudah puluhan tahun butuh perhatian itu.

Kemudian pemberitaan wartawan atas pembangunan dan program kemasyaraktan yang bersumber dana dari pemerintah provinsi atau pusat.

Tanpa disadari telah menjadi sebuah catatan sukses story dan menjadi perhatian bagi yang memberikan anggaran.

Pemerintah provinsi dan pusat membaca berita wartawan tentang kesuksesan program bentuan mereka yang dijalankan Pemkab Tapsel.

Sehingga di tahun berikutnya program itu tetap dikucurkan ke Tapsel dan bahkan dengan alokasi anggaran yang lebih besar lagi.

“Paling berkesan bagi saya adalah Mar-Mar Style. Jargon ini diciptakan oleh wartawan sekitar tahun 2012. Menggambarkan gaya kempemimpinan saya dalam membangun Tapsel. Kemudian Mar-Mar Style menjadi simbol seluruh program Tapsel,” katanya.

Sahabat Pers

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tabagsel Sukri Falah Harahap mengakui sekaligus mengapresiasi Syahrul M Pasaribu yang 10 tahun kepemimpiannya dekat dengan wartawan.

Bahkan melibatkan wartawan di berbagai program Pemkab Tapsel.

Katanya,10 tahun memimpin Tapsel Syahrul M Pasaribu banyak menerima penghargaan dinobatkan sebagai Sahabat Pers.

Baik dari organisasi media dan wartawan maupun dari perusahaan media.

Dinobatkan bersama para tokoh di tingkat provinsi dan nasional.

Di kesempatan itu, Sukri Falah bercerita kisahnya selama 10 tahun mengikuti perjalanan kepemimpinan Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu.

Antara lain menyaksikan bagaimana Syahrul bermetamorposa dari seorang politisi menjadi birokrasi hingga jadi negarawan.

“Saya banyak saksikan bang Syahrul mendatangi rakyatnya di daerah sangat terpencil dan terisolir. Juga ketika menghubungi unsur pemerintah pusat dan DPR RI, meminta agar kue pembangnan dialokasikan ke Tapsel,” katanya.

Sukri Falah juga menceritakan selama 10 tahun mengikuti kepemimpinan Syaufialina Syahrul sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Tapsel. Punya prinsip peduli, tegas, cerdas, telaten dan sosial.

“Banyak orang risih dan tak nyaman dengan prinsip kak Lina, meski itu demi kebaikan dan suksesnya suatu kegiatan. Kepada saya dan sejumlah kawan wartawan, kak Lina tak pernah marah. Bagi kami, beliau sosok ibu tempat bermanja,” katanya. (a39/a05)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2