Waspada
Waspada » Suasana Ramadhan Di Masjid Lama Kabanjahe
Headlines Sumut

Suasana Ramadhan Di Masjid Lama Kabanjahe

MASJID Lama Kabanjahe berusia 117 tahun dengan ornamen Melayu di daerah minoritas masih berdiri tegak. Suasana Ramadhan Di Masjid Lama Kabanjahe. Waspada/ Micky Maliki
MASJID Lama Kabanjahe berusia 117 tahun dengan ornamen Melayu di daerah minoritas masih berdiri tegak. Suasana Ramadhan Di Masjid Lama Kabanjahe. Waspada/ Micky Maliki

 

TANAH KARO (Waspada): Masjid Lama Kabanjahe, terletak di ibukota Kecamatan di Kabupaten Tanah Karo dengan penduduk mayoritas beragama Nasrani. Hanya beberapa persen saja yang beragama Muslim dan kebanyakan penduduknya pendatang. Namun, toleransi beragama di sini sangatlah tinggi.

SUASANA saat berbuka puasa di Masjid Lama Kabanjahe. Waspada/ Micky Maliki
SUASANA saat berbuka puasa di Masjid Lama Kabanjahe. Waspada/ Micky Maliki

Walaupun penduduk Muslim menjadi penduduk minoritas, namun tidak menghalangi mereka untuk selalu menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. Sebagai umat Muslim, diharuskan untuk memperbanyak ibadah pada bulan Ramadhan karena pahala yang diberikan berlipat ganda dibanding pada bulan-bulan biasa.

Demikian dikatakan Nazir Masjid Lama Kabanjahe yang sudah 30 tahun menjabat, Muhammad Sidiq Surbakti kepada Waspada.id, Selasa (20/4).

Suasana ini terlihat di Masjid Lama Kabanjahe yang terletak di tengah ibukota Kecamatan Kabanjahe. Masjid ini didirikan pada tahun 1902 dan selesai dibangun dua tahun kemudian, tepatnya tahun 1904.

Pembangunan Masjid Lama ini dilakukan setelah para pedagang yang berasal dari Melayu, Aceh, Jawa dan Padang mendapat restu atau ijin dari Sibayak Lingga yang merupakan penguasa wilayah saat itu. Selain itu adanya sumbangan dari Kesultanan Langkat sebesar Rp250 rupiah, akhirnya Masjid Lama Kabanjahe ini berdiri sampai sekarang.

JAMAAH sedang melaksanakan sholat Magrib di Masjid Lama Kabanjahe. Waspada/ Micky Maliki
JAMAAH sedang melaksanakan sholat Magrib di Masjid Lama Kabanjahe. Waspada/ Micky Maliki

Lanjutnya, seperti di hari-hari biasa, pada bulan Ramadhan ini di Masjid Lama yang berukuran 6×8 meter, terbuat dari kayu dengan konsep panggung bernuansa Melayu, jamaah tetap melaksanakan berbuka puasa dan sholat Tarawih. Bahkan mengadakan sholat Dzuhur dan Ashar berjamaah sampai maksimalnya 100 jamaah.

Ada sesuatu yang berbeda, ketika melaksanakan puasa Ramadhan di daerah Masjid Lama Kabanjahe ini, di mana umat Islam berjumlah minim, sangat terasa perjuangan yang luar biasa bagi umat Islam yang melaksanakan puasa Ramadhan. Mereka berusaha melaksanakan kewajibannya berpuasa di tengah masyarakat yang tidak berpuasa.

Di malam hari melaksanakan Tarawih tidak berbondong-bondong ke Masjid tapi memanfaatkan ruang yang cukup, agar mereka bisa berjamaah. Syukur senantiasa harus menjadi sebuah ungkapan bagi umat Islam di Masjid Lama Kabanjahe bisa melaksanakan aktivitas keagamaannya dan sabar harus selalu jadi pegangan bagi umat Islam yang melewati Ramadhannya di daerah minoritas Muslim, akhirnya. (c02).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2