Suami Pasien Reaktif Covid-19 Ngamuk Di RSUD Gunungsitoli 

Suami Pasien Reaktif Covid-19 Ngamuk Di RSUD Gunungsitoli 

  • Bagikan
Direktur RSUD Gunungsitoli, dr. Julianus Dawolo, M.Kes saat dikonfirmasi Waspada terkait salah seorang keluarga pasien reaktif ribut dan mengamuk di rumah sakit tersebut, Rabu (27/10). Suami pasien reaktif Covid-19 ngamuk di RSUD Gunungsitoli. Waspada/ Bothaniman Jaya Telaumbanua
Direktur RSUD Gunungsitoli, dr. Julianus Dawolo, M.Kes saat dikonfirmasi Waspada terkait salah seorang keluarga pasien reaktif ribut dan mengamuk di rumah sakit tersebut, Rabu (27/10). Suami pasien reaktif Covid-19 ngamuk di RSUD Gunungsitoli. Waspada/ Bothaniman Jaya Telaumbanua

GUNUNGSITOLI (Waspada): Seorang oknum ASN asal Kabupaten Nias Barat berinisial FZ yang merupakan suami dari salah seorang pasien berstatus reaktif Covid-19, mengamuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Gunungsitoli, Selasa (26/10).

Video keributan yang terjadi di ruangan transit RSUD Gunungsitoli tersebut menjadi topik pembahasan netizen. Oknum ASN Kabupaten Nias Barat tersebut mengamuk sambil teriak-teriak minta dikeluarkan dari ruangan transit tersebut.

Rekaman video aksi FZ berdurasi 2 menit 28 detik beredar di media sosial dan viral sehingga menjadi topik pembahasan di daerah ini.

Dalam rekaman video tersebut, FZ, suami pasien, terlihat berteriak-teriak sambil memukul-mukul pintu ruangan transit RSUD Gunungsitoli. Dia mengaku jika mereka yang hasil rapid tesnya reaktif digabung dengan pasien positif Corona Virus Desiase (Covid-19) di ruang isolasi.

Tidak sedikit netizen yang belum mengetahui persis duduk persoalan atas mengamuknya suami pasien tersebut langsung berkomentar miring terhadap kinerja dan pelayanan di RSUD Gunungsitoli.

Direktur RSUD Gunungsitoli dr. Julianus Dawolo, M.Kes yang ditemui Waspada.id Rabu, (27/10) membenarkan ada oknum ASN asal Kabupaten Nias Barat bernama FZ ribut dan membagikan videonya di media sosial sehingga menjadi viral.

Julianus Dawolo menjelaskan, ruangan di mana FZ dikunci bersama pasien lainnya dalam video bukan ruangan isolasi pasien positif Covid-19 melainkan ruang transit pasien yang hasil rapid tesnya reaktif. Di ruangan transit tersebut pasien yang reaktif ditempatkan sembari menunggu hasil swab keluar.

Julianus Dawolo mengungkapkan, oknum ASN FZ tersebut bukan merupakan pasien melainkan hanya mendampingi istrinya bernama RH yang hasil pemerikasaan rapid test awal dinyatakan reaktif.

Direktur RSUD Gunungsitoli menyebutkan, sejak sejumlah tenaga medis di rumah sakit tersebut terpapar Covid-19, pihaknya telah menerapkan SOP di mana setiap pasien yang masuk di Unit Gawat Darurat (UGD) wajib terlebih dahulu menjalani rapid test yang bertujuan mencegah penularan Covid -19 kepada pasien lain dan terkhusus kepata tenaga medis di rumah sakit tersebut.

“Sekarang kita menerapkan peraturan di RSU Gunungsitoli, pasien yang masuk di Unit Gawat Darurat (IGD) atau dirawat di RSU Gunungsitoli wajib menjalani rapid tes untuk mencegah penularan Covid-19,” ujar Julianus.

Saat pasien RH istri dari FZ datang ke RSUD Gunungsitoli untuk partus, petugas medis langsung melakukan rapid test dan hasilnya reaktif.

Pasien tersebut tidak ditempatkan di ruang rawat inap tempat pasien lain yang tidak rekatif dan ditempatkan di ruangan transit yang telah disediakan bagi pasien yang dinyatakan reaktif untuk menunggu hasil test swab keluar.

Seharusnya di ruangan transit tersebut tidak diperkenankan orang lain keluar masuk, walau sudah dilarang oleh petugas medis namun FZ ngotot dan memaksa masuk dengan alasan menjaga istrinya.

Karena hasil rapid test RH reaktif dan FZ ngotot menjaga istrinya di ruang transit, petugas tidak mengijinkan FZ keluar saat minta izin membeli makanan sehingga dia mengamuk.

“Petugas kita tidak mengizinkan FZ keluar karena kita mencegah penularan Covid-19, di mana hasil swab istrinya belum keluar, dan dia sudah berinteraksi dengan istrinya di ruang transit,” ungkap Julianus

Akibat tidak diizinkan keluar, dia mengamuk dengan memukul-mukul pintu ruang transit yang telah dikunci dari luar dan membagi bagi videonya yang mendatangi setiap kamar pasien yang sedang dirawat dan menunggu hasil Swab, sehingga dengan berat hati dia dikeluarkan dari ruang transit dan tidak diizinkan masuk lagi.

“Karena alasannya keluar mau beli makanan, petugas jaga sudah menawarkan diri untuk membeli makanan FZ sebab kita di RSUD Gunungsitoli tidak menyediakan makanan yang menjaga pasien,” tambah Julianus

Namun dia menolak dengan alasan petugas jaga tidak tahu apa seleranya dan ngotot minta dikeluarkan dari ruang transit yang menurut pengakuan FZ ruang isolasi bagi pasien positf Covid-19.

Direktur RSUD Gunungsitoli menambahkan hasil Swab PCR RH istri FZ telah keluar dan hasilnya positif terpapar Covid-19. Dengan hasil tersebut, FZ  yang telah kontak langsung dengan istrinya akan dijemput paksa oleh tim gugus tugas Covid-19 guna menjalani swab.(a26/C)

 

 

  • Bagikan