Waspada
Waspada »  Sosialisasi Program On Farm Petani Mandiri 
Sumut

 Sosialisasi Program On Farm Petani Mandiri 

Waspada/ist Ketua HKTI Sumut H. Gus Irawan Pasaribu, Ketua PTI Sumut Muhammad Fadly Abdina, Ketua PTI Labuhanbatu Arwin Ginting, Sekretaris HKTI Sumut Muhammadsyah, BNI dan Perum Bulog panen padi sawah di Dusun Sei Cina, Desa Sei Rakyat, Kecamatan Panai Tengah, Labuhanbatu.

RANTAUPRAPAT(Waspada): Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersama Pemuda Tani Indonesia (PTI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PTI Kabupaten Labuhanbatu didukung Bank Negara Indonesia, Perum Bulog serta asuransi Jasindo melakukan sosialisasi Program On Farm Petani Mandiri sekaligus panen bersama di Dusun Sei Cina, Desa Sei Rakyat, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Jum’at (5/3).

Hadir dalam kegiatan sosialisasi dan panen bersama itu, Ketua HKTI Sumut H Gus Irawan Pasaribu, Ketua PTI Sumut Muhammad Fadly Abdina SP MSi, Sekretaris HKTI Sumut Muhammadsyah, Dewan Pembina PTI Labuhanbatu Muniruddin SAg, Ketua PTI Labuhanbatu Arwin Ginting, pihak BNI serta Perum Bulog, Kepala Desa (Kades) Sei Rakyat, sejumlah petugas penyuluh lapangan (PPL) dan para petani di Kecamatan Panai Tengah serta dari Desa Sei Penggantungan, kecamatan Panai Hilir.

Dalam sosialisasi tersebut, H. Gus Irawan Pasaribu yang juga adalah anggota Komisi XI DPR RI itu menyampaikan, Program On Farm Petani Mandiri merupakan program integrasi dari Hulu hingga Hilir untuk memfasilitasi para petani padi, mulai dari akses pembiayaan, sarana produksi pertanian, penyuluhan, asuransi tani, hingga pasar.

“Kita berharap dengan adanya Program On Farm Petani Mandiri, produksi gabah petani khususnya di Kecamatan Panai Hilir dan Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu ini dapat meningkat dari 5 hingga 6 ton per hektar menjadi 7,5 ton per hektar untuk sekali panen,” kata Gus Irawan.

Sementara, Ketua PTI Sumut Muhammad Fadly Abdina, pada kesempatan itu mengatakan, Program On Farm Petani Mandiri adalah kegiatan usaha budi daya komoditas, khususnya padi, yang dilakukan dengan menggunakan pola mandiri, kemitraan dan sinergi.

“Untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani adalah dengan melakukan upaya peningkatan produktifitas dan produksi petani. Untuk mencapai hal tersebut petani butuh bibit unggul, pupuk, pestisida dan peralatan lainnya. Hal itu semua tentulah butuh biaya. Karena itu, hari ini kita hadirkan BNI selaku pihak yang akan mendukung pembiayaan petani untuk bisa berproduksi. Harapan kita, dengan dukungan BNI dan Bulog, Program On Farm Petani Mandiri di daerah ini dapat segera dijalankan pada musim tanam berikutnya,” kata Muhammad Fadly Abdina.

Di tempat yang sama, Ketua PTI Labuhanbatu Arwin Ginting mengatakan, selama ini untuk bisa berproduksi petani banyak terjerat hutang kepada para tengkulak. Para tengkulak umumnya adalah pemilik kilang padi yang sesukanya mempermainkan harga gabah hasil panen petani.

“Kita tau selama ini petani banyak terjerat hutang kepada para tengkulak. Harga gabah hasil panen petani ditentukan sesuka hati oleh tengkulak. Inilah penyebab petani hutangnya tak pernah lunas. Akibatnya taraf hidup petani padi di daerah ini dari tahun ke tahun pada umumnya jauh dari kategori sejahtera,” ujar Arwin Ginting.

Karena itu, lanjutnya, dengan adanya Program On Farm Petani Mandiri yang akan merealisasikan pemberian bantuan kredit usaha rakyat (KUR) Tani berupa pembiayaan modal kerja dari BNI dengan bunga pinjaman sebesar 6% per tahun, diharapkan petani padi di daerah ini dapat meningkat produktifitas dan produksinya serta terhindar dari jeratan hutang kepada para tengkulak.(c05).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2