Waspada
Waspada » Sopir L-300 Dirampok Di Saribudolok
Sumut

Sopir L-300 Dirampok Di Saribudolok

SIMALUNGUN (Waspada): Risky Hot Parulian Pasaribu ,sopir L-300 warga Laerias Desa Perjuangan Kec. Sumbul, Kab. Dairi,dirampok orang tak dikenal di Jalan Sutomo Saribudolok Kel. Saribudolok, Kec. Silimakuta, Kab.Simalungun, Jumat (1/5) dinihari.

Korban Sopir L-300 yang di rampok dalam pengakuannya di Polsek Saribudolok, sesuai dengan laporan polisi No.Pol : LP /  18   / V / 2020 Simal Dolok, tertanggal 01 Mei 2020, korban Sopir L-300 yang bernama Risky Hot Parulian Pasaribu mengatakan dia dirampok orang yang mengaku putra daerah saat beristrahat dalam mobil L-300 yang dikemudikannya di Jalan Sutomo Saribudolok. Atas kejadian itu, korban mengaku mengalami kerugian 1 unit handphone miliknya, 2 unit handphone milik 2 orang temannya serta uang kontan sebanyak Rp. 10 juta.

Kronologi Kejadian

Sebelum terjadinya tindak pidana pencurian dengan kekerasan itu, korban mengaku sekira pkl.03.00 Wib bersama dua rekannya mengenderai 1 unit mobil pick up L-300 BB 8921 YC datang dari P.Siantar menuju Sidikalang. Sesampainya di Jalan Sutomo Saribudolok, korban menghentikan mobilnya karena ingin buang air kecil.

Usai buang air kecil, korban beserta dua rekannya tidak langsung meneruskan perjalanan, tetapi mereka memilih tidur atau istrahat di mobil sambil menunggu hari terang. Namun tak disangka, sekira pkl.04.00 saat mereka tidur di mobil, tiba-tiba datang satu mobil Avanza warna putih nomor polisi tidak diketahui dan berhenti tepat disamping mobil korban.

Kemudian salah seorang penumpang Avanza itu turun seraya membentak korban dengan kata-kata:

” Ngapain Kau Disini, Mengotori Kampung Kami Ini Aja Kau “. Setelah mengucapkan kata-kata itu, lalu orang yang tak dikenal tersebut meminta handphone korban beserta handphone dua rekannya.

Setelah menguasai hp korban dan hp temannya, pelaku merogoh kantong korban dan menemukan uang tunai sebanyak Rp. 10 juta yang juga disikat pelaku. Kemudian setelah itu pelaku melarikan diri menuju arah Pematangsiantar.

Dari kejadian itu, kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai Rp.18 juta. Korban berharap, pihak kepolisian dapat menangkap pelakunya agar dapat dituntut sesuai prosedur hukum yang berlaku di NKRI.

Kapolsek Saribudolok, Iptu Hosea Ginting melalui Kasubbag Humas Polres Simalungun, AKP Lukman Hakim Sembiring, yang dihubungi Sabtu (2/5), membenarkan adanya laporan kejadian itu. ” Kini pihak Polsek Saribudolok bekerjasama dengan unit Jahtanras sedang melakukan penyelidikan,” ujar Sembiring.(a29)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2