Soal Jatah Bansos KPM Kurang, Dinsos Minta Laporkan Tertulis

  • Bagikan
JENIS Komoditi program BPNT sembako yang diterima warga KPM melalui e-warung. Waspada/Iwan Has
JENIS Komoditi program BPNT sembako yang diterima warga KPM melalui e-warung. Waspada/Iwan Has

LIMAPULUH (Waspada): Jatah warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sembako tahun 2021 di Lingkungan III Kelurahan Labuhan Ruku, Kec Talawi, Kab Batubara berkurang, mendapat tanggapan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kab. Batubara. 

Jika KPM dirugikan sebaiknya buat laporan tertulis. “Jika ada KPM dirugikan sebaiknya laporkan tertulis pak,” begitu tulis Kepala Dinas Sosial Kab Batubara Riyadi menjawab Waspada.id lewat WhatsApp, Senin (27/12). Menurutnya dana yang masuk ke kartu KKS nilainya disesuaikan dengan jumlah sebesar Rp200 ribu/bulan.    

Berdasarkan hasil monitoring Dinas Sosial melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) terhadap bahan sembako di e-warung sampai bulan November 2021 masih terpantau stabil, meliputi beras 15 kg, telur 12 butir, sayur dan kacang-kacangan. KPM diberi kebebasan untuk berbelanja disesuaikan dengan saldo yang ada di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). 

Namun memasuki Desember, terjadi kenaikan harga sembako menjelang Natal dan Tahun Baru, sehingga mempengaruhi jumlah diterima KPM. Biasa menerima rata-rata 12 butir telur menjadi 10 butir, begitu juga dengan bahan lainnya mengikuti harga pasar.

Terkait ahli waris almarhumah warga KPM yang tidak mendapatkan Bansos, padahal sebelumnya menerima, menurut Riyadi, keluarga dapat mencek atau melihatnya di SLRT Dinsos, apakah terdaftar dan dibayarkan sebagai KPM. Kalau tidak, tentu tidak mendapat komoditi sembako dari e-warung.

Semua masyarakat KPM dapat mengetahui status bantuan yang diterima masih terdaftar atau tidak, katanya lagi.  Selain itu membantu pendampingan ahli waris ke bank penyalur selaku badan yang mempunya legalitas dalam menyalurkan kartu KKS dan saldo berdasarkan mekanisme yang ada di bank.

Ridwan Has yang akrab disapa Jhon Adek selaku ahli waris warga KPM almarhumah Syamsiah mengaku sampai sekarang tidak mendapatkan Bansos, sebelumnya menerima setiap bulan lewat kantor Pos dan Giro sebesar Rp300 ribu dibelanjakan untuk kebutuhan pangan/sembako. Terlebih di masa pandemi Covid-19, bansos yang digulirkan pemerintah sangat diharapkan terutama bagi warga kurang mampu. 

JENIS beras program BPNT sembako e-warung yang diterima warga KPM.Waspada/Iwan Has

Usut

Sebelumnya warga KPM mempertanyakan berkurangnya jatah telur yang dibelanjakan di e-warung. Biasa mendapatkan belasan butir, namun bulan terakhir tahun 2021 hanya 8 butir. 

Bahan pangan hewani ini sebagai tambahan beras 15 kg program Bansos BPNT sebesar Rp200 ribu yang dicairkan melalui e-warung setiap bulan.

Bahkan pengurangannya bertahap setiap jadwal pencairan di tahun 2021, semula  12 butir, kemudian berkurang 10 butir dan kini 8 butir.

Anehnya di e-warung lain yang masih dalam satu kelurahan tetap mendapat belasan butir sebagaimana biasa, selain  beras 15 kg, ditambah kacang-kacangan maupun jenis sayuran.

Warga meminta pengurangan jatah Bansos program BPNT sembako ini dapat diusut, apakah benar hal itu terjadi terkait kenaikan harga kebutuhan komoditi di pasaran. Jika tidak, meneruskan kasusnya ke jalur hukum dalam upaya memberikan efek jera bagi yang terlibat, sebab tindakan itu dinilai merugikan warga KPM.

Kepala Lingkugan III Kel Labuhan Ruku Juanda mengakui keluhan warga KPM di lingkungannya, jatah telur dikurangi di e-warung, namun di tempat lain yang masih dalam satu kelurahan tetap menerima dalam jumlah biasa 15 butir telur program BPNT. Selain mendapatkan beras 15 kg, ditambah kacangan dan jenis sayur lainnya senilai Rp200 ribu/bulan sebagaimana saldo KKS.

Menurut Wanda akrab di sapa ini, terjadinya pengurangan jatah telur ayam karena beras yang disalurkan berkualitas, sebagaimana diakui pihak penyalur.

Diperkirakan ratusan, bahkan ribuan jumlah warga KPM menerima program BPNT melalui e-warung.(a18

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.