Siswa Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19 Gelombang Kedua

Siswa Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19 Gelombang Kedua

  • Bagikan
Siswa SMPN 1 Talawi sedang diperiksa kesehatannya sebelum menjalani vaksinasi Covid -19 oleh tenaga kesehatan di dampingi Kasek Ridan.Waspada/Iwan Has
Siswa SMPN 1 Talawi sedang diperiksa kesehatannya sebelum menjalani vaksinasi Covid -19 oleh tenaga kesehatan di dampingi Kasek Ridan.Waspada/Iwan Has

BATUBARA (Waspada): Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Talawi Kabupaten Batubara antusias mengikuti vaksinasi Covid-19 gelombang kedua, Senin  (27/9).

“Ini merupakan lanjutan dari vaksinasi pertama terhadap siswa yang belum mengikuti yang sengaja dilakukan guna menghindari kerumunan atau keramaian di lokasi, sehingga dibuat dua gelombang. Lebih 200 siswa mengikuti,” tukas Kepala SMPN 1 Talawi, Ridan Riska Putra, MPd menjawab Waspada.id, di tengah-tengah pelaksanaan vaksinasi terhadap siswa di Labuhan Ruku

                                             

Vaksinasi yang digelar sekolah bekerjasama dengan tenaga kesehatan (Puskesmas Labuhan Ruku) ini, sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Sebab menambah imun tubuh sebagaimana dianjurkan pemerintah.

Selain siswa, dalam pelaksanaan vaksin sebagian besar masyarakat umum khususnya orangtua/wali murid juga ada mengikuti, terutama yang belum pernah menjalani vaksin sama sekali.

Ridan mengatakan, dengan digelarnya vaksinasi di sekolah diharapkan tidak ada lagi siswa maupun masyarakat yang tidak divaksin, setidaknya bisa mencapai angka 80 persen yang divaksin, sehingga dapat merubah Kab Batubara dari level 2 menjadi level 1, sehingga ke depannya dapat dilakukan pembelajaran tatap muka (PTM) sebagaimana biasa.

Saat sekarang PTM belum dapat dilakukan karena kondisi pandemi dan baru sebatas penerapan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) sebagaimana ketentuan yang dijalankan sekolah.

“Mudah-mudahan semua ini dapat tercapai, hal ini tak terlepas dari dukungan masyarakat yang dengan kemauan sendiri untuk divaksin sebagai antisipasi penyebaran virus,” ujarnya.

Setelah vaksinasi gelombang kedua, maka siswa sekolahnya yang telah divaksin mulai kelas VII, VIII dan IX berjumlah lebih 400 dari 600 lebih siswa. Sedangkan lainnya lanjut Ridan, sudah ada yang lebih dahulu divaksin secara mandiri di luar sekolah dan sebagian lagi tidak divaksin karena beberapa vaktor di antaranya memiliki penyakit bawaan.

Vaksinasi untuk kedua kalinya kepada siswa baru dapat dilakukan 28 hari ke depan, setelah pelaksanaan vaksin tahap pertama.(a18)


 

  • Bagikan