Sindikat Penipuan Lewat Handphone Digulung

  • Bagikan

  BATUBARA (Waspada): Polsek Indrapura Polres Batubara berhasil mengungkap kawanan penipuan dengan modus jual barang elektronik lewat handphone (hp) yang dikendalikan oleh seorang narapidana kasus narkoba Aceng yang sekarang mendekam di Lembaga Permasyarakatan Doloksanggul Kab. Humbahas.

 Menurut keterangan yang diperoleh, kasus penipuan dengan modus penjualan barang elektronik modus penipuan lewat handphone, setelah laporan seorang ibu rumah tangga bernama Ordiana Br Sitanggang,36, warga Desa Tanjung Seri Kec. Laut Tador, Batubara.

Beberapa hari yang lalu mendapat telepon seseorang yang mengaku agen salah satu perusahan elektronik. Dengan bujuk rayu dan iming iming harga murah, korban pun tergiur dan mau menyerahkan uang tunai sebanyak Rp 43.000.000.’ melalui sebuah bank yang sudah ditunjuk oleh pelaku.

Beberapa jam setelah uang Rp 43.000.000 itu ditransfer ,korban baru sadar setelah nomor telepon tersangka sudah tidak aktif, bersama suaminya korban membuat laporan ke Mapolsek Indrapura. 

Mendapat laporan, pihak Polsek Indrapura melalui unit reskrim berusaha melacak keberadaan kawanan penipuan lewan telepon seluler, tidak memakan waktu lama tim reskrim berhasil mengendus keberadaan para tersangka.

Rabu (24/11) tim reskrim berhasil menangkap Eko,40, dan Ifan warga Perbaungan Kab. sergei, setelah kedua tersangka ditangkap tim yang dipimpin Iptu Fahmi menangkap Suprapto,60, warga Percut, Kab. Deliserdang. Ketiga tersangka yang  punya peran berbeda ini langsung diboyong ke Mapolsek Indrapura guna pengembangan.

“Kemungkinan besar banyak korban lainnya, sebagai otak pelaku penipuan lewat handphone ini bernama Aceng yang tengah mendekam di LP Doloksanggul Kab. Humbahas, dia yang mengendalikan penipuan ini, “ujar sumber di Mapolsek Indrapura. 

 Suprato,60, warga Percut mengaku tidak mengetahui asal usul uang yang diambilnya dari bank, saya hanya mendapat perintah dari Aceng yang sekarang tengah menjalani hukum selama 16 tahun penjara karena terlibat kasus narkoba.

” Beberapa hari yang lalu saya disuruhnya mengambil uang sebanyak Rp 60 Juta, sayapun tidak tahu dari mana uang itu, saya hanya dikasinya Rp 5 juta, Aceng itu adik saya, dan kasus penipuan berkedok telepon ini sudah berjalan lebih 6 bulan, “ujar Suprapto. 

Sementara peran Eko dalam kasus ini mengaku dia hanya menjual buku rekening bank kepada Aceng.(a17.b)

  Foto: Ketiga tersangka penipuan lewat handphone lagi diproses dimapolsek Indrapura.( ist)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *