Sinabung Turun Level II Waspada

  • Bagikan

TANAH KARO(Waspada): Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta potensi ancaman bahayanya. Gunung Api Sinabung kini mengalami tingkat penurunan, dari sebelumnya Level III (Awas) kini menjadi Level II (Waspada), terhitung mulai, Selasa (17/5) 2022 pukul 21.00 Wib.

Keterangan ini disampaikan petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung Armen Putra di Pos pemantau Jln. Kiras Bangun, Desa. Ndokum Siroga, Kecamatan. Simpang Empat, Kab. Karo, Prov. Sumut, Rabu (18/5). Dijelaskan keputusan ini secara resmi dikeluarkan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral RI Badan Geologi, dengan nomor 229.Lap/GL.05/BGL/2022.

Lanjut Armen, dari data visual dalam periode 1 Januari – 17 Mei 2022 didominasi asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke segala arah. Suhu udara sekitar
10-40°C, kelembaban 17-25%, guguran masih terjadi, namun secara visual, jarak dan arah
luncuran tidak teramati. Erupsi terakhir terjadi pada 28 Juli 2021 Wib.

Sementara untuk instrumental kegempaan dalam periode 1 Januari – 30 April 2022 didominasi sebanyak 7 kali gempa guguran,
176 kali gempa hembusan, 1 kali tremor non-harmonik, 15 kali gempa tornillo, 57 kali Low
Frequency, 291 kali gempa Hybrid/Fase banyak, 8 kali gempa vulkanik dangkal, 96 kali
gempa vulkanik dalam, 135 kali gempa Tektonik lokal, 487 kali gempa Tektonik jauh dan
26 kali gempa getaran banjir.

Kegempaan dalam periode 1 Mei – 17 Mei 2022 didominasi sebanyak 4 kali gempa hembusan, 1
kali Tremor non-harmonik, 3 kali Low Frequency, 25 kali gempa Hybrid/Fase banyak, 3 kali
gempa Vulkanik dangkal, 12 kali gempa Vulkanik dalam, 11 kali gempa Tektonik lokal, 60
kali gempa Tektonik Jauh dan 1 kali gempa getaran banjir.

Diketahui, jumlah kegempaan Vulkanik dalam maupun Vulkanik dangkal dalam kurun waktu empat bulan terakhir secara umum mengalami penurunan. Dan data laju emisi SO2 hariannya <250 ton/hari dengan laju emisi tertinggi
sekitar 4000 ton/hari terekam pada bulan Januari 2022, dengan tren fluktuatif. “Data deformasi dalam kurun waktu empat bulan terakhir cenderung fluktuatif dengan tren menurun”, terang Armen.

Namun begitu, meski aktivitas Gunung Api Sinabung mengalami penurunan dari level III Siaga menjadi Level II Waspada. Himbuan kepada masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas di desa – desa yang
sudah di relokasi, di dalam radius 3 km dari puncak G. Sinabung, serta radius 4.5 km
untuk sektor selatan-timur G. Sinabung.

Selanjutnya, bagi masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Api Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar. Serta Pemerintah Daerah Kabupaten Karo agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Pos Pengamatan Gunungapi Api (PGA).

Gunung Api Sinabung berbentuk strato. Secara administratif terletak di Kab. Karo,
Provsu dan secara geografis terletak pada posisi 3°10’LU, 98°23,5’BT dengan ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut. Sejak 2 Juni 2015 tingkat aktivitas Gunung Api Sinabung dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas). Pada tanggal 20 Mei 2019, tingkat aktivitas Gunung Api Sinabung diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga), terang Armen.(c02).

GUNUNG Api sinabung terpantau dari pos pengamatan di Desa. Ndokum Siroga, Kecamatan Sumpang Empat. Waspada/Micky Maliki.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.