Waspada
Waspada » Sinabung Meletus Debu Vulkanik Rusak Tanaman
Sumut

Sinabung Meletus Debu Vulkanik Rusak Tanaman

Tanaman kentang mengalami kerusakan parah di kawasan desa Naman Teran

TANAH KARO (Waspada): Gunungapi Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (8/8) sekitar pukul 01.58 dini hari mengalami erupsi, akibatnya sekitar tiga kecamatan terpapar material debu vulknaik dan merusak tanaman.

Kendatipun sejauh ini belum ada korban dilaporkan dalam peristiwa ini, namun kecamatan Naman Teran, Merdeka, Berastagi terpapar material debu vulkanik.

Upaya mitigasi bencana paska erupsi, Plt. Kepala BPBD Karo Natanail Prangin-angin SH membagian masker kepada warga yang terdampak dan memimpin pembersihan ruas jalan maupun halaman di desa yang terpapar material debu vulkanik dengan mobil pemadam kebakaran dibantu TNI/Polri dan relawan agar warga tidak mengalami gangguan kesehatan seperti Ispa.

Sehari sebelum terjadinya erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 2.000 meter di atas puncak Sinabung, Relawan Larsi Pelin Sembiring menampilkan sebuah foto hasil bidikannya ke Sinabung di group WhatsApp laporan Sinabung.

Foto yang ditampilkan sekitar pukul 08.44, terlihat asap putih dari puncak Sinabung seperti menjalar menuju kaki gunung. Dan Plt. Ka BPBD Karo Natanail Perangin-angin sempat mempertanyakan kondisi di dalam foto itu, namum belum mendapat respot dari pihak pengelola “Laporan Sinabung” hingga terjadi erupsi.

Laporan Sinabung yang terupdate, Jumat (7/8) pukul 12.10 diketahui gempa hembusan 1, Amplitudo 2mm berdurasi 20 detik. Low frekuensi 1, amplitudo 2mm dirasi 12 detik, Hibryd/fase banyak 1, amplitudo 5mm, S-P: 0 detik berdurasi 11 detik.

Kemudian laporan Sinabung yang diupdate, Jumat (7/8) pada pukul 18.48 diketahui gempa hembusan sebanyak 2, Amplitudo 2-3 mm, durasi 8-12 detik. Low frekuensi jumlah 3, Amplitudo 2-7 mm durasi 8-19 detik, vulkanik dalam 3, Amplitudo 2-8 mm, S-P:1-1,5 detik durasi 7-8 detik.

Sementara aktifitas Sinabung yang terekam pukul 18.00-24.00 dan dilaporkan pengamat gunung api Sinabung Jumat (7/8) pukul 00.14 diketahui gempa hembusan berjumlah 12, Amplitudo 1-8mm dengan durasi 6-12 detik.

Pada priode pengamatan Sabtu (8/8) mulai pukul 00.00-06.00 diketahui secara visual gunung kabut 0-1 hingga kabut 0-II, asap kawah tidak teramati. Teramati letusan dengan tinggi 2.000 m dan warna asap kelabu.

Letusan 1, Amplitudo 120mm, durasi 3.644 detik, low frekuensi 2, Amplitudo 2-3 mm, durasi 5-7 detik. Vulkanik dalam 1, Amplitudo 12mm, S-P : 1,1 detik, durasi 13 detik.

Armen Putra Pengamat Gunung Api Sinabung kepada Waspada menyebutkan, potensi erupsi paska terjadi letusan dini hari, masih tetap ada, dilihat dari terjadinya gempa diiringi tremor. Warga dihimbau agar tetap waspada supaya tidak menjadi korban atas terjadinya erupsi ini, jelas Armen Putra.

Sastrawan Ginting warga Desa Kuta Rayat menyebutkan peristiwa terjadinya erupsi ini beriringan dengan suara yang menggelegar disertai kilat pertir berdurasi sekitar 20 menit.

Warga di lingkar Sinabung dapat mendengar suara itu, mereka yang yang sudah tertidurpun diasumsikan mendengarnya karena sangat kuat dan mengerikan, jelasnya.

Menurut Sastrawan dan Pelin Sembiring, tanaman warga yang terkena material debu vulkanik berupa sayuran dan kentang menjadi rusak. Hal ini terlihat di perladangan warga Desa Naman dan sekitarnya.

Relawan Larsi Pelin Sembiring kepada Waspada mengatakan, aktifitas Sinabung yang terlihat sehari sebelum peristiwa erupsi, cukup unik.

Keunikan ini terlihat di pagi hari, bahwa asap dari puncak menjalar kebawah menuju kaki Sinabung, tetapi kondisinya tidak terlalu membahayakan penduduk karena desa yang berada di zona merah sudah ditinggalkan, sebutnya.(a06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2