Simalungun Rawan Peredaran Dan Penyalahgunaan Narkoba - Waspada

Simalungun Rawan Peredaran Dan Penyalahgunaan Narkoba

  • Bagikan
Kepala BNN Kab. Simalungun, Kompol Suhana Sinaga, beserta jajarannya menggelar konferensi pers di kantor BNN Pamatangraya, Jumat (18/12).(Waspada/Hasuna Damanik).

 

SIMALUNGUN (Waspada): Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Simalungun, memetakan 45 Nagori (Desa) dan Kelurahan di Kab. Simalungun tergolong rawan peredaran serta penyalahgunaan narkoba.

Hal itu dikemukakan Kepala BNN Kab. Simalungun, Kompol Suhana Sinaga, didampingi Kasi Brantas, Ranto Marbun, Kordinator Penyuluh P2M, Romince Sitorus dan Kasubbag Umum, Bona Pakpahan, dalam konferensi pers akhir tahun 2020 di kantor BNN Simalungun di Pamatangraya, Jumat (18/12).

Orang pertama di BNN Simalungun itu mengungkapkan ke 45 desa dan kelurahan yang tergolong rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba tersebut tersebar di 24 kecamatan dari 32 kecamatan se Kab. Simalungun.

Dia mengatakan, tingkat kerawanan ke 24 kecamatan tersebut karena ditemukan beberapa kasus terkait narkoba dan merupakan daerah strategis, seperti berbatasan dengan daerah Kabupaten dan Kota, jalan lintas, kawasan industri, pariwisata dan lainnya.

” Pemetaan ini dilakukan dari hasil penemuan kasus serta konsolidasi pihak BNN dengan berbagai kecamatan dan nagori / kelurahan dalam rangka kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN),” kata Suhana.

Selain itu, kriteria untuk pemetaan wilayah rawan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba itu juga dipengaruhi tingkat pendapatan masyarakat.

Sedangkan para pengguna kebanyakan para pekerja atau karyawan yang umumnya cepat lelah sewaktu bekerja. Mereka menjadi sasaran pengedar barang haram itu untuk mendapatkan tambahan tenaga atau ‘infus’ dengan cara memakai narkoba.

Disisi lain, lokasi hiburan malam seperti cafe, karaoke dan lainnya juga menjadi target sasaran pengedar. Apalagi saat ini narkoba tidak hanya menyasar orang dewasa dan remaja, tapi sudah menyasar kalangan pelajar.

” Dengan dilakukannya pemetaan ini, maka pihak BNN dapat lebih mengupayakan program dan kegiatan pada wilayah yang tergolong rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” jelas Suhana, seraya mengatakan bukan berarti 7 kecamatan lainnya yang tidak tergolong rawan dan tidak masuk dalam pemetaan, bebas dari narkoba.

” Saat ini, tidak ada yang bisa menjamin satu daerah bebas dari narkoba,” tambah Suhana.

Sementara dalam konferensi pers akhir tahun 2020 itu, Kepala BNNK Simalungun Kompol Suhana Sinaga, menjelaskan berbagai program kegiatan yang dilaksanakan selama kurun waktu tahun 2020.

Suhana mengatakan, program dan kegiatan BNN Simalungun sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. ” Selama kurun waktu sejak Maret hingga Juni 2020, BNN Simalungun sama sekali tidak melakukan kegiatan.

Program kegiatan baru dilaksanakan mulai Juli hingga Desember 2020, dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Kinerja BNN bertujuan untuk mencegah dan memutus jaringan peredaran narkoba. Kemudian memberi efek jera dan mendukung upaya penegakan hukum dalam memerangi narkoba.

” Selama tahun 2020 ini, kami telah mengungkap 1 kasus narkoba dan menangkap satu orang warga Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, terbukti memiliki sabu 0,42 gram. Terhadap kasus ini putusan pengadilan sudah inkrah 6 tahun penjara,” beber Suhana.

Selain itu, berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka P4GN, antara lain melakukan advokasi, sosialisasi dan kampanye bahaya narkoba kepada berbagai kalangan, kelompok masyarakat, pekerja, mahasiswa dan pelajar.

BNN Simalungun juga melakukan kegiatan test urine di berbagai instansi, seperti Pemkab Simalungun dan lainnya. Pada pertengahan Desember 2020, BNN Simalungun juga telah mencanangkan 2 Desa yakni Nagori Purbasari dan Kelurahan Sinaksak, di Kec. Tapian Dolok menjadi kawasan Desa Bersinar (Bersih Narkoba).

Dalam menyikapi Desa Bersinar, Kompol Suhana meluruskan persepsi masyarakat. Menurutnya, pencanangan Desa Bersinar ini bukan berarti di Nagori Purbasari dan Kelurahan Sinaksak sama sekali tidak ada lagi kasus narkoba.

Tetapi, pencanangan itu dilakukan sebagai upaya pencegahan atau mengeleminasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, melalui rangkaian kegiatan P4GN.

Disetiap Desa Bersinar, diadakan Posko kegiatan P4GN. Diharapkan dengan adanya posko tersebut, para pengedar takut menjalankan akisnya.

Sosialisasi P4GN melibatkan berbagai unsur seperti Camat, Lurah, Pangulu, Babinsa, Babhinkamtibmas, Karang Taruna, tokoh masyarakat dan agama.

Suhana juga menghimbau kepada para pengguna atau pecandu untuk mau melapor ke BNN agar dilakukan rehabilitasi rawat jalan.

” Bila perlu rawat inap, kami akan kirim ke panti rehabilitasi di Lido, Jawa Barat. Insya Allah tahun 2021 kegiatan BNNK Simalungun dapat lebih ditingkatkan dan sesuai dengan program yang telah direncanakan,” tutup Suhana mengakhiri.(a27)

  • Bagikan