Sidang Perdana Swab Bekas, JPU Dakwa Mantan Manager KFD Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang - Waspada
banner 325x300

Sidang Perdana Swab Bekas, JPU Dakwa Mantan Manager KFD Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang

  • Bagikan

DELISERDANG (Waspada): Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam mulai menyidangkan perkara kasus penggunaan alat swab dakron dan tabung antigen bekas di Bandara Kualanamu, Rabu (15/9).

Persidangan dengan agenda mendengarkan dakwaan ini, dipimpin majelis hakim oleh hakim Ketua Rosihan Juhriah Rangkuti SH MH yang juga Ketua PN Lubukpakam bersama hakim anggota, Makmur Pakpahan dan Munawwar Hamidi, menggunakan layar monitor televisi atau virtual kepada kelima terdakwa yang berada di Lapas Lubukpakam.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa mantan manager Kimia Farma Diagnostika (KFD) Sumatera I berinisial PM 45, warga Griya Pasar Ikan Kelurahan Simpang Periuk Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kotamadya Lubuklinggau dengan tiga pasal berlapis. Pasal dakwaan tersebut meliputi UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, subsider UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sedangkan 4 terdakwa lainnya berinisal Re 21, warga Desa Muara Kelingi Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas. Selanjutnya, Ma 41, warga Dusun II Desa Lubuk Besar Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut Kabupaten Musi Rawas, SR 20, warga Dusun III Desa Lubuk Besar Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut, dan De 20, warga Dusun III Desa Lubuk Besar Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut hanya didakwa melanggar UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, subsider UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Dakwaan terhadap 5 terdakwa dibacakan secara terpisah (splitszing) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eka Nugraha dari Kejati Sumut bersama JPU Kejari Deliserdang, Faruok Fahrozy bersama Rahmaniar Tarigan dan Laoly Simanjuntak, dihadiri seorang penasehat hukum terdakwa.

“Kelima terdakwa ini didakwa berbagai pasal, untuk (PM) kami terapkan terkait Undang undang Kesehatan, Konsumen dan Pencucian Uang. Kemudian untuk empat terdakwa lainnya diterapkan Undang-undang Kesehatan dan Undang-undang perlindungan konsumen,” kata JPU Eka Nugraha usai sidang.

Eka pun menjelaskan, sidang akan dilanjutkan dengan agenda eksepsi. “Selanjutnya sidang akan dilanjutkan pada hari Rabu depan untuk tahapan eksepsi,” tandasnya. (a16).

Teks foto: Suasana sidang perdana kasus penggunaan alat swab dakron dan tabung antigen bekas di Bandara Kualanamu. (Waspada/Edward Limbong).

  • Bagikan