Serupa Tapi Tak Sama, Jalankan Pembangunan

Serupa Tapi Tak Sama, Jalankan Pembangunan

  • Bagikan
Pembangunan Masjid Al-Falah Desa Bandar Rahmad berbiaya Rp175 juta memasuki rampung. Serupa Tapi Tak Sama, Jalankan Pembangunan. Waspada/Iwan Has
Pembangunan Masjid Al-Falah Desa Bandar Rahmad berbiaya Rp175 juta memasuki rampung. Serupa Tapi Tak Sama, Jalankan Pembangunan. Waspada/Iwan Has

BATUBARA (Waspada): Merupakan hal lazim setiap desa/kelurahan dan kecamatan di Kabupaten Batubara melakukan pembangunan. Termasuk kegiatan warga berinfaq membangun masjid seperti di desa tepi laut Bandar Rahmad Kec Tanjungtiram yang kini telah rampung.

“Alhamdulillah ini terlaksana berkat kerjasama masyarakat, sehingga pembangunan Masjid Al Falah hampir selesai,” sebut Kepala Desa Bandar Rahmad Submiswan kepada Waspada.id, Kamis (25/2).

Kendati pembangunannya memasuki rampung, namun mereka tinggal mencari biaya  untuk membuat teras dan sumur boring (sumur bor).

“Diperkirakan sudah jadi masjid ini biayanya Rp175 juta, termasuk bantuan dari Pemprovsu sebesar Rp50 juta. Kalau ada rezeki kami butuh Rp50 juta lagi untuk menyiapkan bagian teras dan satu sumur bor guna  memudahkan bagi jamaah berwudhu’,” terangnya.

Syamsul, seorang tokoh masyarakat Batubara mengaprisiasi kegiatan warga nelayan tepi laut Desa Bandar Rahmad yang dinilainya ‘hebat’ dengan dana Rp175 juta bisa membangun masjid.

Sumur boring di Lingkungan VI Tanjung Putus Labuhanruku berbiaya Rp195 juta dari dana kelurahan tahun 2020. Waspada/Iwan Has
Sumur boring di Lingkungan VI Tanjung Putus Labuhanruku berbiaya Rp195 juta dari dana kelurahan tahun 2020. Waspada/Iwan Has

Ada juga di antara masyarakat menilai kinerja Lurah Labuhanruku S (sekarang mantan) juga ‘hebat’. Sebab mempergunakan dana bantuan pemerintah tahun anggaran (TA.2020) membangun satu unit sumur bor di Lingkungan VI Tanjung Putus Labuhanruku menelan biaya Rp195 juta.

“Gebrakan mereka boleh disebut ‘serupa tapi tak sama’. Warga tepi laut Bandar Rahmad manfaatkan infaq dan bantuan pemerintah membangun Masjid ‘Al Falah’ dengan biaya Rp175 juta, sedangkan mantan Lurah Labuhanruku S mampu membangun satu unit sumurbor dengan biaya Rp195  juta,” sebut salah satu masyarakat di Batubara.

Sementara Abah Adek warga Kelurahan Labuhanruku menyebutkan, tak jelas mengapa begitu membengkak dana pembuatan sumurbor, sebab sebelumnya TA.2019, membangun empat unit sumur bor berbiaya Rp195 juta/unit atau total keseluruhan mencapai Rp780  juta.

Padahal warga Labuhanruku rata-rata sudah mendapatkan air bersih baik melalui sumur bor masyarakat maupun dari PDAM Tirtatanjung.

“Entahlah, kita serahkan kepada masyarakat menilai. Apakah sama-sama hebat, serupa manfaatnya,” celoteh warga lainnya.

Ketua LPM Labuhanruku Jhon Adek, Jumat (26/2) mengatakan bahwa besar dana pembangunan sumur bor ditentukan konsultan, sedangkan mantan Lurah S sebagai pengawas dan dikerjakan secara swakelola.

Plt Lurah Labuhanruku, Zainal Abidin, SPd  kepada wartawan, Kamis (25/2) membenarkan pembangunan sumur bor TA 2020 di Lingkungan VI Tanjung Putus menelan dana Rp195 juta, dan pembangunan sumur bor TA 2019 sebanyak empat unit biayanya Rp780 juta. (a18)

 

  • Bagikan