Sengketa Lahan 20 Ha Di Sibolangit, Kades Sebut Lokasi Tak Di Desa Bingkawan

Sengketa Lahan 20 Ha Di Sibolangit, Kades Sebut Lokasi Tak Di Desa Bingkawan

  • Bagikan
Suasana sidang lanjutan sengketa lahan pekuburan sekira 20 hektar, di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Rabu (16/6). Sengketa Lahan 20 Ha Di Sibolangit, Kades Sebut Lokasi Tak Di Desa Bingkawan Waspada/Edward Limbong
Suasana sidang lanjutan sengketa lahan pekuburan sekira 20 hektar, di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Rabu (16/6). Sengketa Lahan 20 Ha Di Sibolangit, Kades Sebut Lokasi Tak Di Desa Bingkawan Waspada/Edward Limbong

DELISERDANG (Waspada): Kepala Desa (Kades) Bingkawan, Dapet Tarigan, 50, dihadirkan pihak tergugat sebagai saksi dalam sidang lanjutan sengketa lahan pekuburan sekira 20 hektar, di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Rabu (16/6).

Sidang dipimpin majelis hakim, Makmur Pakpahan didampingi hakim anggota Pinta Uli Tarigan dan Ramauli Hotnaria Purba dengan dihadiri kuasa hukum tergugat, Ravi Ramadana serta kuasa penggugat dari PT PT Nirvana Memorial Nusantara (NMN) yaitu Fairly PR Siahaan dan Robert Napitupulu.

Kades Bingkawan, Dapet Tarigan yang dihadirkan tergugat sebagai saksi menyebutkan bahwa lokasi lahan PT NMN tidak ada di Desa Bingkawan, namun berada di Desa Rambungbaru.

Kata Dapet, lokasi PT NMN diketahuinya sedang membangun untuk dijadikan sebagai lahan pekuburan dan letaknya berada di desa tetangganya.

Saat persidangan Kuasa hukum tergugat, Ravi Ramadana, sempat mempertanyakan apakah Kades Bingkawan, Dapet Tarigan pernah mengeluarkan surat rekomendasi permohonan untuk memperoleh Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dilahan lokasi PT NMN.

“(Rekomendasi) IMB-nya ada gak dari Desa Bingkawan,” tanya Ravi.

Menurut Dapet, pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi IMB di lahan lokasi PT NMN. “Seingat saya tidak ada,” ungkap Dapet.

Ravi pun seketika menimpali jawaban Dapet dengan menyebutkan pada persidangan sebelumnya sama dengan keterangan saksi Pelaksana Kepala Desa Rambung Baru Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang, Sempakata Br Gurusinga yang juga tidak ada mengeluarkan surat rekomendasi IMB.

“Berarti sama saksi sebelumnya juga Kepala Desa Rambung Baru belum pernah mengeluarkan (rekomendasi pengurusan) IMB juga,” ucap Ravi.

Sementara pada persidangan itu juga mendengarkan keterangan saksi, Selamat Tarigan 60, warga Dusun III Keci-keci, Desa Bingkawan, yang namanya disebut-sebut sebagai penjual lahan untuk lahan pekuburan PT NMN.

Saksi Selamat Tarigan mengatakan, bahwa dia pernah menjual tanahnya di Desa Bingkawan dan bukan di Desa Rambungbaru karena dia tidak pernah memiliki tanah di Desa Rambungbaru.

Sementara sebelumnya, sengketa lahan sekira 20 hektar di Kecamatan Sibolangit adanya gugatan secara perdata oleh PT NMN di Pengadilan Negeri (PN) dengan perkara Nomor 227/Pdt.G/2020/PN Lbp, tanggal 12 Oktober 2020 tersebut, menggugat 5 warga Desa Rambung Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang yakni, Anita Sitepu, Pendi Sembiring, Elieser Sitepu, Nungkun Gurusinga dan Dalan Ukur. (a16)

 

  • Bagikan