Semak Belukar Terpampang Di Relief Dinding Pintu Masuk Kota Berastagi - Waspada

Semak Belukar Terpampang Di Relief Dinding Pintu Masuk Kota Berastagi

  • Bagikan

TANAH KARO(Waspada): Semak belukar yang menutupi dinding Relief pintu masuk kota wisata Berastagi. Terlihat tidak mencerminkan keindahan dan kesejukan kota dingin ini pun menjadi berkurang. Dimana kota yang menjadi Ikon ini begitu dikenal sampai sampai ke mancanegara, Jumat (24/9).

                                             

Pemkab Karo sepertinya kurang peduli terhadap penataan keindahan dan kebersihan Kota Wisata Berastagi. Hal itu terlihat dari tumbuhnya semak – semak belukar. Keterangan ini disampaikan seorang warga Berastagi, Awal Jaya Sinulngga, 63, mengaku kondisi yang tidak mencerminkan keindahan kota wisata itu kini seperti kurang perhatian dari petinggi di Karo. Sebab keberadaannya sangat terlihat bagi para pelintas jalan ketika memasuki kota Berastagi.

Ia berharap, agar pemerintah bisa memperhatikan kondisi yang kini terjadi di sepanjang menuju objek wisata. “Karena keindahan Kota Berastagi lah yang menjadi daya jual kami warga Kota Berastagi kepada para wisatawan yang datang berkunjung ke sini,” ujarnya.

Lanjutnya, sebagai warga Berastagi sangat menyayangkan sikap cuek pihak dinas terkait, terhadap keindahan Kota Berastagi ini. “Padahal kita tahu, Bupati Karo sedang gencar gencarnya mempromosikan sektor pariwisata dan menjadikan pariwisata menjadi salah satu aspek utama PAD daerah setelah pertanian,” tegasnya.

Yang lebih mengherankan, Bupati Karo dan Wakilnya sering melakukan kunjungan ke Kota Berastagi dan objek – objek wisata sekitarnya, namun sepertinya harapan dan kedatangan beliau tidak didukung oleh keseriusan dan kerja keras pihak dinas yang terlibat di dalam perkembangan pariwisata, kususnya Kota Wisata Berastagi.

“Yang menjadi pertanyaan di benak saya, apakah tidak ada anggaran untuk perawatan dan pembersihan semak yang menutupi Relief yang menggambarkan aneka bunga buah dan sayur, alat keperluan rumah tangga suku karo, alat upacara adat dan alat musik tradisional karo yang terlihat disepanjang di tembok pintu masuk Kota Beratagi? Jika ada kenapa dana perawatan itu tidak digunakan,” tegasnya.

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Karo, Munarta Gintings mengaku, prihal kondisi semak yang menutupi dinding Relief di pintu masuk Kota Berastagi itu bukan bidangnya, karena keberadaan lokasi itu di luar objek atau di fasilitas umum. Pemeliharaan perawatan yang bisa dilakukan pariwisata hanya fasilitas yang berada di lingkungan objek objek wisata saja.

Sementara Kabid Pertamanan Karo, Johanes Depari mengaku. Prihal kondisi itu pihaknya belum mengetahui apakah pembersihan itu merupakan tanggung jawab di bidangnya, karna dirinya masih baru menjabat dan belum mengetahui apakah itu tugasnya.

Namun karna itu berada di bangunan Dinas Periwisata dan Kebudayaan Karo, biasanya itu tugas mereka untuk melakukan pembersihan. Selain itu pihaknya akan berkordinasi dengan Kadis PU, bilamana itu kewajiban kami, akan segara kami lakukan pembersihan, jelas Johanes.(c02).

Waspada/Micky Maliki

SEMAK belukar yang menutupi Relief di dinding pintu masuk kota wisata Berastagi

  • Bagikan