Waspada
Waspada » Sekolah Tatap Muka Prinsipnya Izin Orang Tua
Headlines Sumut

Sekolah Tatap Muka Prinsipnya Izin Orang Tua

Kegiatan siswa SD Kec Simpang empat, Kab Asahan melakukan sistem belajar Luring di salah satu rumah siswa. Sekolah tatap muka prinsipnya izin orang tua. Waspada/Ist 
Kegiatan siswa SD Kec Simpang empat, Kab Asahan melakukan sistem belajar Luring di salah satu rumah siswa. Sekolah tatap muka prinsipnya izin orang tua. Waspada/Ist 

KISARAN (Waspada): Sekolah tatap muka akan dimulai semester genap pada 4 Januari 2021, namun yang utama siswa mendapatkan izin orang tua agar proses belajar mengajar bisa dilakukan dengan baik.

Kadis Pendidikan Kab Asahan Sofian, saat berbincang dengan Waspada.id, Rabu (16/12) menuturkan, dirinya baru selesai rapat koordinasi dengan OPD berkaitan dalam persiapan sekolah tatap muka. Untuk izin Bupati Asahan pihaknya sudah mendapatkannya, namun pihak sekolah harus memenuhi Protokol Kesehatan, dan penerapan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak).

“Sampai saat ini kita masih melakukan pemeriksaan beberapa formulir pendataan tentang sarana dan prasarana Prokes di sekolah (chek Point-red) kepada sekolah yang sudah mengajukan, dan sejauh ini mereka memenuhi syarat, sedangkan sekolah lainnya masih akan menyusul,” jelas Sofian.

Selain pemeriksaan administrasi, kata Sofian, Dinas Pendidikan telah membentuk tim monitoring dan evaluasi untuk mengecek di lapangan dalam ketersediaan Prokes yang tertera di chek point, serta akan melakukan simulasi tentang penerapan belajar tatap muka di sekolah.

“Artinya sekolah memang benar-benar menerapkan Prokes pada belajar tatap muka nanti,” kata Sofian.

Sofian menekankan, bahwa yang paling utama dalam belajar tatap muka nanti adalah izin orang tua, bila ada siswa yang tidak mendapatkan izin, meskipun sekolah sudah memenuhi standar, maka sekolah wajib memberikan pembelajaran dalam bentuk Luring atau Daring, karena siswa harus mendapatkan hak belajarnya, tanpa terkecuali.

“Prinsipnya dalam belajar tatap muka ini yang paling utama adalah izin orang tua, bila tidak mendapatkan izin walaupun hanya satu atau dua siswa, maka dia harus tetap belajar dengan sistem Luring atau Daring,” jelas Sofian.

Sedangkan untuk pendataan sekolah yang layak untuk tatap muka, kata Sofian, diupayakan 30 Desember 2020 sudah selesai, karena pada 4 Januari 2021 atau awal semester genap sekolah tatap muka akan dimulai. Selain itu, kata Sofian, dalam dalam pembelajaran ini siswa dalam satu lokal, dibagi dua sesi masuk kelas (50 persen siswa di lokal dalam satu sesi), karena saat belajar nanti siswa dalam lokal menjaga jarak.

“Berdasarkan kurikulum pembelajaran di tengah Covid, siswa satu kelas dibagi dalam dua sesi, sesi pertama masuk sekolah mulai pukul 07.30-09.00 WIB, dan sesi dua 09.30-12.00 WIB. Tidak ada waktu istirahat, dan setelah belajar siswa diperkenankan pulang. Sedangkan untuk kantin tidak dibolehkan dibuka,” jelas Sofian. (a19/a20)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2