Waspada
Waspada » Sekolah Di Sidimpuan Mulai Terapkan Belajar Tatap Muka Secara Berkala
Pendidikan Sumut

Sekolah Di Sidimpuan Mulai Terapkan Belajar Tatap Muka Secara Berkala

SMA Negeri 2 P. Sidimpuan sebagai salah satu sekolah favorit di P. Sidimpuan sepi dari aktivitas siswa. Sekolah di Sidimpuan mulai terapkan belajar tatap muka secara berkala. Waspada/Mohot Lubis
SMA Negeri 2 P. Sidimpuan sebagai salah satu sekolah favorit di P. Sidimpuan sepi dari aktivitas siswa. Sekolah di Sidimpuan mulai terapkan belajar tatap muka secara berkala. Waspada/Mohot Lubis

P. SIDIMPUAN (Waspada) : Secara umum sekolah di wilayah Kota P. Sidimpuan mulai dari tingkat SD sampai SLTA masih menerapkan sistim Daring, namun sebagian diantaranya mulai terapkan proses belajar tatap muka secara berkala.

Informasi dihimpun Waspada.id, Senin (9/11), proses belajar tatap muka secara berkala yang diterapkan sebagian sekolah di P. Sidimpuan itu merupakan hasil kesepakatan antara orang tua/wali murid dengan pihak sekolah beberapa waktu lalu.

Pengambilan kesepakatan tersebut didasari pada masukan dan harapan dari orang tua murid agar sekolah diaktifkan kembali sebagaiman biasa mengingat fasilitias umum seperti pasar dan tempat rekreasi sudah dibuka.

"SMA

Dalam kesepakatan itu, masing-masing orang tua murid diminta untuk menandatangani surat pernyataan setuju atau tidak setuju dilakukan proses belajar mengajar tatap muka dengan catatan jika terjadi suspek COVID-19 menjadi tangggungjawab bersama.

Hasil dari kesepakatan tersebut kemudian disampaikan ke Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sebagai laporan dan pemberitahuan agar bisa dipantau terkait dengan penerapan protokol kesehatan.

Bagi orang tua yang tidak setuju anaknya mengikuti proses belajar tatap muka di tengah pandemi COVID-19 tidak jadi masalah dan tetap belajar secara Daring. Sedangkan bagi siswa atau keluarganya yang terindikasi suspek C0VID tetap belajar secara Daring.

Proses belajar tatap muka yang diterapkan sebagian sekolah mulai tingkat SD sampai SLTA sejak September 2020 dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan seperti jaga jarak, memakai masker dan kesiapan cuci tangan di lingkungan sekolah.

Dalam rangka memenuhi protokol kesehatan tersebut, masing-masing sekolah menerapkan aturan tersendiri seperti proses belajar tatap muka bagi setiap siswa ada yang satu kali seminggu belajar tatap muka serta dua atau tiga kali seminggu.

Sebagai contoh untuk Kelas I SMP atau SMA diberikan waktu belajar tatap muka Senin dan Selasa, untuk Kelas II Rabu dan Kamis dan untuk Kelas III Jumat dan Sabtu atau sebaliknya dengan catatan dalam setiap kelas dibagi dua sehingga dibutuhkan waktu dua hari untuk masing-masing tingkatan kelas.

Penerapan belajar tatap muka yang didasari kesepakatan antara orang tua siswa, tidak mutlak dilaksanakan oleh sekolah yang telah membuat kesepakatan dengan orang tua siswa, tapi tergantung situasi dan kondisi perkembangan pandemik COVID-19.

Dalam mengikuti proses belajar tatap muka secara berkala itu, siswa disarankan tidak menggunakan seragam  tapi berpakaian biasa agar tidak menjadi perhatian publik mengingat belum ada izin atau petunjuk dari Pemko P. Sidimpuan terkait proses belajar tatap muka.

Anggota DPRD P. Sidimpuan dari Fraksi PAN mengatakan, sekolah yang sudah melakukan proses kegiatan belajar mengajar agar mempedomani regulasi Permendikbud Nomor 719 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pada Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus.

“Permendikbud Nomor 719 Tahun 2020 tersebut sangat penting dipedomani guna untuk mengantisipasi apabila di kemudian hari terjadi suspek di lingkungan sekolah, para pihak tidak saling menyalahkan,” katanya.

Untuk itu, Iswandy meminta Dinas Pendidikan agar proaktif melakukan monitoring dan evaluasi terhadap sekolah terkait dengan penerapan protokol kesehatan sesuai standar prosedur yang ditetapkan.

“Tentunya, partisipasi masyarakat, baik orang tua siswa, maupun komite sekolah juga tetap memantau secara berkala jalannya PKBM di masing-masing sekolah”,harapnya.

Pihak sekolah, lanjut Iswandy, juga harus peka terhadap kebutuhan siswa terkait sarana penunjang belajar di masa khusus seperti kuota internet agar proses belajar di masa pandemik COVID-19 tetap berjalan dengan baik.

Kadis Pendidikan P. Sidimpuan M. Lufti Siregar melalui Sekretaris Sahiddin Batubara menegaskan, hingga saat ini belum ada pentujuk atau izin dari pemerintrah Pusat maupun dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tentang belajar tatap muka di sekolah.(a39).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2