Sebulan Menjelang Pilkada Dana Kampanye Nuri "Termiskin"

Sebulan Menjelang Pilkada Dana Kampanye Nuri “Termiskin”

  • Bagikan
Kantor KPUD Asahan. Sebulan menjelang Pilkada dana kampanye Nuri "Termiskin". Waspada/Bustami CP 
Kantor KPUD Asahan. Sebulan menjelang Pilkada dana kampanye Nuri "Termiskin". Waspada/Bustami CP 

KISARAN (Waspada): Sebulan menjelang Pilkada di Kab Asahan, pasangan no urut 1 Nurhajizah Marpaung-Henri Siregar (Nuri) melaporkan dana kampanye periode 25 September-30 Oktober 2020 “termiskin” sebesar Rp190 juta, sedangkan No urut 2 Surya-Taufik Zainal Abidin (ST20) sebesar Rp1.075.000.000 dan No urut 3 Rosmansyah-Winda Fitrika (Roswin) Rp380 juta.

Pengumuman KPU Kabupaten Asahan menerima Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Asahan Tahun 2020, melalui Aplikasi SIDAKAM online pada 31 Oktober 2020, sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum No:12/2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 5 Tahun 2017 tentang Dana Kampanye.

Untuk periode 25 September-30 Oktober 2020, atau sebulan menjelang Pilkada, Paslon Nuri laporan dana kampanye sebanyak Rp190 juta merupakan dana dari Paslon itu sendiri, dan belum ada sumbangan dari Parpol pendukung, pihak perorangan, kelompok atau dari pihak yang mempunyai badan hukum.

Sedangkan Palon ST20, nilai Rp1.075.000.000, berasal sumbangan Paslon sebesar Rp850 juta, sedangkan sumbangan dari pihak lain perorangan sebesar Rp225 juta. No urut 3 Roswin Rp380 juta, dan murni sumbangan dari Paslon tersebut.

Sebelumnya untuk Laporan Awal Dana Kampanye periode 23-24 September 2020 No urut 1 Paslon Nuri sebanyak Rp100 juta, sedangkan No urut 2 Paslon ST 20 sebanyak Rp200 juta, dan No urut 3 Paslon Roswin Rp1 juta.

Anggota Komisioner KPUD Asahan Divisi Hukum dan Pengawasan Ali Sofyan Hasibuan, saat dikonfirmasi Waspada.id, Senin (2/11) menuturkan, untuk selanjutnya pada 6 Desember mendatang, tim Paslon wajib menyampaikan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) milik Paslon.

“Laporan itu akan diaudit oleh konsultan keuangan yang dipercaya KPUD Asahan,” jelas Ali.

Sedangkan di lain tempat, Ketua Bawaslu Kab Asahan Khomaidi Hambali Siambaton, terkait dana kampanye, telah melayangkan surat ke KPUD Asahan untuk lebih mencermati tentang laporan keuangan itu. Dan pihaknya juga tetap akan melakukan pengawasan terhadap anggaran dana kampanye ini.

“Kita minta KPUD Asahan untuk lebih mencermatinya LPPDK, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan,” jelas Hambali.

Sementara Calon Wakil Bupati Asahan No 1 Henri Siregar, saat dikonfirmasi Waspada.id terkait dana kampanye, mengatakan bahwa tim mereka dibandingkan Paslon lainnya adalah tim terakhir yang terbentuk, sehingga secara otomatis dana kampanye belum banyak yang dikumpulkan. Namun demikian dirinya tetap optimis dana itu akan bertambah.

“Yang penting perkuat ikhtiar (usaha), perbanyak doa, dan tawakal dengan usaha yang kita lakukan,” jelas Henri. (a19/a20)

 

  • Bagikan