Sebanyak 18 Sapi Di Deliserdang Diduga Terjangkit PMK

  • Bagikan

DELISERDANG (Waspada): Dinas Pertanian Kabupaten Deliserdang menyatakan sebanyak 18 ekor sapi atau lembu ternak masyarakat diduga terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kadis Pertanian Deliserdang Rahman Saleh Dongoran SP mengatakan, sampel 18 ekor sapi atau lembu tersebut telah dikirim untuk memastikan apakah positif terkena wabah PMK.

Kadis Pertanian Deliserdang Rahman Saleh Dongoran. (Waspada/HM. Husni Siregar)

“Yang sudah kenak ciri-cirinya itu, ada sebanyak 6 ekor sapi di Kecamatan Galang, Tanjung Morawa 8 ekor dan di Kecamatan Percut Seituan 4 ekor dan sempelnya sudah diambil dan dikirim ke Surabaya untuk memastikan penyakit mulut dan kuku,” kata Saleh kepada Waspada, Kamis (12/5) di ruang kerjanya.

Saleh menjelaskan ciri-ciri penyakit ini ditandai dengan adanya pembentukan vesikel/lepuh dan erosi di mulut, lidah, gusi, nostril, puting, dan di kulit sekitar kuku. Penyakit ini disebarkan melalui udara dan kontak fisik dari hewan yang sakit. Virus ini cepat menyebar tergantung pada suhu lingkungan dan kelembaban.

“Jadi di Deliserdang diperkirakan ada sebanyak 20 ribu populasi sapi atau lembu di Deliserdang dan untuk terkait penyakit mulut dan kuku pada ternak ini baru kita dapat informasinya sebelum lebaran kemarin,” akunya.

Petugas dari Dinas Pertanian saat melakukan pengecekan terhadap hewan. (Waspada/ist)

Dikatakan Saleh, hewan yang terinfeksi virus ini umumnya akan depresi, enggan bergerak dan hilangnya nafsu makan. Hal ini mengakibatkan menurunnya produksi susu, turunnya berat badan, juga buruknya pertumbuhan. Walaupun jarang mengakibatkan kematian, tapi pada hewan muda dapat mengakibatkan kerusakan kuku permanen dan mastitis kronis.

“Hewan-hewan ternak yang rentan tertular yaitu sapi, kerbau, unta, gajah, rusa, kambing, domba dan babi,” katanya.

Saleh meminta masyarakat tidak panik. Karena, virus ini tidak menular ke manusia. Sedangkan daging hewan yang terkena PMK aman dikonsumsi dengan cara masak yang benar.

“Tapi perlu diketahui, bahwa PMK ini tidak menular pada masyarakat,” tegasnya.

Saleh pun memastikan, pihaknya telah turun langsung melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan sejumlah pihak. Upaya ini untuk pencegahan hingga penanggulangan. “Kita himbau pada para peternak yang apabila ada mendapatkan ciri-ciri PMK terhadap ternaknya untuk segera memberi tahu kepada kita. Kita sarankan ternak warga agar tidak dikeluarkan. Jadi cukup dikandang dulu. Karena diperkirakan semua ternak yang berkuku dua bisa terjangkit,” imbauannya.

Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji. (Waspada/ist).

Sementara itu Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji SIK MH, mengakui Polresta Deliserdang hingga ke Polsek-polsek telah menyiapkan upaya mitigasi untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak.

“Kami baru menerima Jukrah dari pimpinan. (Selanjutnya) Akan lakukan koordinasi dengan dinas (Pertanian) Demikian juga Polsek-polsek,” katanya.

Senada dengan Kadis Pertanian, Irsan pun juga menghimbau kepada masyarakat bila menemukan hewan dengan ciri-ciri PMK untuk segera melaporkan. “Kepada masyarakat, peternak apabila ada menemukan gejala penyakit yang dimaksud, agar melaporkan kepada Dinas Pertanian, dan diharapkan jangan dilepas ternaknya. Untuk menghindari penularan,” ujarnya. (a16/a01).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *