Satu Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan Gereja  - Waspada

Satu Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan Gereja 

  • Bagikan
Reruntuhan dinding bangunan gereja yang menimpa ketiga pekerja.(ist).

 

SIMALUNGUN (Waspada): Satu orang pekerja tewas tertimpa bangunan gereja yang ambruk di Huta (Dusun) III, Nagori (Desa) Bandar Manis, Kecamatan Pematangbandar, Kabupaten Simalungun, Rabu (31/3) siang. Dua orang lainnya mengalami luka serius.

Korban tewas adalah Jenis Situmorang, 62, warga Huta III Bandar Manis. Sedangkan dua orang temannya yang mengalami luka serius saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Perdagangan adalah Ruji Hutagalung, 50, warga Huta III Bandar Manis dan seorang yang belum sempat diketahui namanya laki-laki warga Bandar Tongah, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun.

Informasi diperoleh menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 14.00. Ketiga pekerja yang bernasib naas itu, sedang melaksanakan pekerjaan memelaster dinding bangunan Gereja Methodist Indonesia (GMI) yang sedang dalam tahap renovasi di Huta III Bandar Manis tersebut.

Sewaktu melakukan pekerjaannya, sore itu tiba-tiba angin kencang datang yang disertai hujan membuat bangunan gereja yang sedang dikerjakan ambruk dan reruntuhannya menimpa ketiga pekerja dimaksud.

Mendengar suara reruntuhan dinding bangunan ambruk, warga terdekat dengan bangunan gereja itu segera berlarian melihat dan berupaya membantu para korban. Karena mengalami luka serius, ketiga pekerja bangunan tersebut segera dilarikan ke RSU Perdagangan.

Namun, setelah beberapa jam dirawat di rumah sakit, korban Jenis Situmorang menghembuskan nafas terakhirnya dan malam itu juga dibawa keluarganya untuk disemayamkan di rumah duka. Sementara, dua temannya masih dalam perawatan.

Sekretaris Desa Bandar Manis, Dister Nababan, yang di konfirmasi Waspada melalui selularnya, Kamis (1/4), membenarkan adanya peristiwa yang menyebabkan salah seorang warganya meninggal dunia akibat ditimpa reruntuhan bangunan gereja yang sedang dalam renovasi.

Dikatakan, saat kejadian itu korban bersama dua orang temannya sedang asik bekerja memelaster dinding bangunan gereja Methodist dimaksud. Namun tiba-tiba bangunan runtuh menimpa pekerja.

Sesungguhnya, lanjut Dister, sehari sebelum kejadian (Selasa, 30/3) sore, bangunan gereja yang sedang direnovasi tersebut terkena sambaran petir yang cukup kuat, sehingga membuat bangunan gereja menjadi retak – retak.

Tetapi karena keretakannya dianggap tidak terlalu parah, esok harinya (Rabu, 31/3), pekerja bangunan tetap melanjutkan pekerjaannya tanpa ada rasa khawatir.

Namun naas sekira pukul 14.00 tiba-tiba ada angin kencang yang disertai hujan meruntuhkan dinding bangunan sehingga menimpa ketiga pekerja bangunan.

“Kejadiannya tak disangka-sangka dan cukup singkat. Pasca ditimpa reruntuhan bangunan, ketiga pekerja tersebut segera dilarikan ke rumah sakit di Perdagangan. Beberapa jam setelah mendapat perawatan di rumah sakit, akhirnya Jenis Situmorang menghembuskan nafas terakhirnya,” ujar Dister Nababan.

Sedangkan dua teman korban juga mengalami luka serius masih dirawat di rumah sakit. “Korban meninggal sudah dibawa keluarganya untuk disemayamkan di rumah duka,” tandas Dister.(a27).

 

  • Bagikan