Waspada
Waspada » Satu Pelajar Kelas II SD Tewas Tenggelam Di Sungai Bejangkar
Headlines Sumut

Satu Pelajar Kelas II SD Tewas Tenggelam Di Sungai Bejangkar

Korban disemayamkan di rumah duka. Waspada/Ist
Korban disemayamkan di rumah duka. Waspada/Ist

SIMALUNGUN (Waspada): SS , 8, Seorang pelajar kelas II Sekolah Dasar (SD) asal Nagori (Desa) Riah Naposo, Kec. Ujung Padang, Kab. Simalungun, ditemukan tewas tenggelam di Sungai Bejangkar, daerah itu, Jumat (4/12) petang.

Warga sekitar bersama Bhabinkamtibmas, Camat Ujung Padang M. Fikri Damanik, Pangulu (Kades) Riah Naposo, Babinsa Koramil 07/PB begitu menerima laporan langsung turun melakukan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Bejangkar tersebut.

Korban ditemukan sudah tidak bernyawa lagi sekira pukul 15.00 pada radius 300 meter dari lokasi korban dan dua temannya mandi-mandi.

“Korban ditemukan radius 300 meter dari lokasi mandi,” ujar Camat Ujung Padang, M Fikri Damanik, kepada Waspada.id, Sabtu (5/12) pagi.

Kapolsek Bosar Maligas, melalui Kasubbag Humas Polres Simalungun, AKP Lukman Hakim Sembiring, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa korban pelajar SD tewas tenggelam di Sungai Bejangkar.

Dijelaskan, sebelumnya korban SS, bersama dua temannya Y, 12, dan A, 8, warga setempat mandi-mandi sambil berenang di Sungai Bejangkar tersebut.

Tanpa disadari SS terbawa arus yang lumayan deras. Kedua teman korban yang masih di bawah umur itu sempat mencoba menolong, namun karena arus air semakin deras sehingga tidak tertolong.

Melihat itu, kedua teman korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga setempat.

Selanjutnya, warga bersama Camat, Pangulu, Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat turun ke lokasi melakukan pencarian korban dengan cara menyisir alur sungai Bejangkar.

“Sekitar 2 jam melakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah neneknya,” ujar Lukman.

Sekaitan dengan kejadian itu, Kanit Reskrim Polsek Bosar Maligas Ipda Fritsel Sitohang bersama personel piket turun melakukan olah TKP.

“Keluarga korban menolak menyerahkan jenazah korban untuk dibawa visum ke rumah sakit. Keluarga korban sudah membuat surat pernyataan tertulis, iklas menerima korban tewas karena hanyut saat berenang di Sungai Bejangkar tersebut,” terang AKP Lukman Hakim Sembiring.(a27)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2